"Iya rencananya, Papa mau ketemu orangtua kamu. Mereka ada di rumah?" Tanya Papa
"Selalu ada kok, Pa. Tapi kayaknya Baba akhir-akhir ini lagi sibuk. Kemarin sih kata Baba lagi opening perusahaan yang bakal Chenle pegang."
"Ooh gitu. Yang di Jepang ya?"
"Iya, yang di Jepang. Kok Papa tau?"
"Iya, sebelumnya Baba kamu pernah ngomongin perusahaan yang kamu pegang nanti,"
"Oh udah pernah diomongin ya? Btw Papa mau ngobrolin perusahaan juga kah sama Baba?"
"Enggak. Papa mau obrolin pernikahan kalian. Kamu maunya nikah kapan? Mau pake tanggal China atau normal aja?"
"Hm? Nikahan? Aku sama Chynza?"
"Iyalah kamu sama Chynza, masa Papa."
"Eh? Hehe. Aku belum ada obrolan serius sama Chynza soal pernikahan. Aku juga ke sini buat nemenin dia yang nanti ke pesta pernikahan temennya."
"Oh kamu dateng ke sini cuman buat itu, Chenle?"
"Itu salah satunya sih, Pa. Chenle juga mau bahas nanti hubungan aku sama Chynza kedepannya gimana. Maaf Papa, Chynza aku gantungin, aku gak nembak dia buat jadi pacar. Karena aku cuma mau hubungan yang serius."
"Iya gak apa-apa, Chenle. Yang penting kamu sama Chynza belum ada hubungan sex gitu 'kan?"
"Enggak ada, Pa. Itu peraturan Chenle sebelum nikah soalnya hehe. Chynza juga bilang 'no sex before marriage'. Chenle juga gak berani sentuh Chynza lebih gitu,"
"Hu'um mentok-mentok juga ciuman ya gak," ledek Papa dengan alis yang dinaik turunkan
"Hehehe itu.. anu.. pekerjaan.. hehe"
"Iya-iya pekerjaan. Nanti juga kalian kerja makin keren tuh majalahnya!"
"Udah dong Paa.." rengek Chenle.
Eh? Chenle ngerengek sama Papa Chynza? Gak salah? Wkwk
Tenang aja guys.. Chenle sama Papa nya Chynza udah kenal dari lama, bahkan Chynza gak tau soal itu.
"Hahaha ya ampun lucu banget anak Papa. Udah ah Papa mau ke kantor dulu ya? Ada rapat mendadak,"
"Oh? Iya Papa, hati-hati dijalan yaaa~"
"Iyaa. Inget! Kalian cuma berdua di rumah!"
"Hahaha iya Papa."
Selepas kepergian sang Papa, Chenle pergi ke dapur untuk merapihkan sisa minumnya dan minum sang Papa.
"Kamar Chynza yang mana ya?" Gumam Chenle.
"ZAAA?!!!" Teriak Chenle.
Iya, siluman lumba-lumba itu teriak di rumah sebesar itu! Untungnya gak ada orang disana😀
"Apasih? Gak usah teriak bisa gak? Kayak rumah kamu aja," sinis Chynza.
"Eh? Kamu dari mana itu?"
"Shalat Dhuha. Di ruang shalat disana. Kenapa teriak-teriak?!"
"Hehe enggak. Aku mau ke kamar kamu boleh?"
"Bentar."
Chynza lantas pergi ke kamarnya, mengecek kamarnya sudah rapih atau belum. Lantas memanggil Chenle untuk masuk ke kamarnya.
"Wahh! Ternyata kamu sukanya vintage, ya?"
"Hm,"
"Duduk sini," ajak Chynza untuk duduk di sofa kamarnya, sedangkan ia duduk di pinggir ranjang.
Chenle lantas duduk dengan kaki yang dilipat dan dihiasi dengan bread smile nya.
Dasar! Anak kecil! Batin Chynza.
"Mau main PS?"
"Ada kah?"
Chynza tak menjawab, ia langsung mengambil PS 5 miliknya yang Papanya beli beberapa waktu lalu.
"Baru ya?"
"Hm. Papa yang beli."
"Ternyata Papa juga suka main PS,"
"Hmm."
Keduanya kini sangat berisik karena mereka bertanding bermain bola dengan nilai Chynza yang tercetak unggul.
"Kalah terus ih! Ganti game!" Ngambek si Chenle
"Yeeuuh itu mah emang kamu nya yang noob!"
"Y."
"DOR!!!"
"Astaghfirullah apa itu?!"
"Astogeee jantung gueee"
Kaget keduanya saat sang Papa muncul dengan mengagetkan mereka.
"HAHAHAHA maaf maaf."
•
•
•
•
Aku iri aku bilang🙂
Ini cocoknya jadi kapal:
ChenZa?
Atau
ChynLe?
Awokawok
Jangan lupa voment😋🫶🏻
👇🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Model || ZHONG CHENLE
Romance"Nikah? Sama siapa?" "Ya sama calon suami kamu. Emangnya kamu belum nemu calon suami yang pas?" "Belum." "Rekan model kamu aja" "Dih? Emang dia mau sama aku?" "Mau kali? Coba aja tanya" "Enak aja. Males! Papa aja yang tanyain sono!" "Dih? Kalo di...
