Request pembaca.
Sebuah cerita tentang Bangau, prajurit dari kerajaan Ananta yang mendapatkan kutukan luka. Drama, cinta dan sihir bersatu dalam buku ini.
Cerita ini masuk ke dalam semesta buku Danau Pelangi. Author sangat menyarankan untuk membaca...
•• ━━━━━ •• Hidupku adalah untuk mencintainya Bila aku mati, baru aku berhenti mencintai dia •• ━━━━━ ••
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari itu prajurit muda angkatan Bangau dilantik. Prajurit terkuat akan menjadi kesatria perang. Terpintar akan jadi tim strategi. Dan yang terbaik dalam semua aspek akan menjadi pengawal anggota kerajaan. Mereka sudah melalui rangkaian latihan keras dan tes yang rumit. Tak sedikit juga yang gugur dan berakhir menjadi pelayan atau memutuskan keluar dari istana lalu hidup sebagai warga biasa. Mereka yang lulus dengan nilai pas-pasan biasanya akan menjadi pekerja berat di istana. Penjaga gudang, mengurus hewan, mengangkut barang, dan lainnya.
Murai mendapatkan nilai sempurna dalam tes perang. Kicauannya mampu membuat ilusi, menghasilkan gelombang energi penghancur, dan mampu membuatnya terbang. Dia menjadi salah satu Kesatria terbaik di angkatannya. Menjadi panglima muda yang dikagumi Juniornya, dibanggakan Seniornya, dan digadang-gadang akan menjadi pengganti Elang sebagai Panglima Utama Komandan Perang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Murai - 19)
Kemampuan berperangnya, energi suara, dan sihir ilusi yang Murai punya membuatnya unggul. Murai menang bertarung tangan kosong dengan 50 prajurit. Dia mampu keluar dari kepungan musuh dengan mudah. Mampu memanipulasi lawan tarungnya dengan ilusi, mampu menghancurkan pertahanan dengan suaranya, mampu melacak, bahkan membuat ledakan energi besar. Dalam berbagai misinya sebagai Junior Murai diperhitungakan oleh para pimpinan pasukan. Dia, kesatria yang sempurna.
Murai juga dikenal menjadi "pemain". Dia dikabarkan sering meniduri banyak wanita. Mabuk-mabukkan dan berpesta bila pulang dari perang. Namun walaupun citranya dikenal sebagai pria nakal, tapi Murai tetap populer. Dia tetap kesatria gagah yang dibanggakan semua orang. Mimpi semua anak muda di Ananta, idaman semua wanita yang ingin menikah dan prajurit yang ditakuti oleh musuh.
Berbeda dengan Bangau. Tidak dapat bertarung membuat Bangau terpaksa lulus sebagai seorang penjaga artefak. Kecerdasan dan pengetahuannya diakui oleh kerajaan dan itu membuatnya dianggap pas menjaga benda-benda magis. Jauh dari mimpinya untuk bisa berperang di samping Murai. Bangau terpuruk, terbelakang dan tertinggal di gedung artefak yang terletak jauh di belakang istana, disamping gudang kereta rusak dan pintu air.