Komentari Typo ya..
--Selamat Hari Lahir--
"Selamat hari lahir..." Maleo memberikan Bangau kue berbentuk ikan.
"Apa-apaan ini" Bangau menutup kaca artefak baru dan menghampiri pacarnya.
"Aku melihat waktu lahirmu di ruang arsip. Dan aku hitung rotasi bulannya. Malam ini kau 20" ucap Maleo.
"Kita bukan bangsawan, kita tidak merayakan hari lahir kita Maleo" Bangau merapikan meja kerjanya dan meletakkan kue pemberian Maleo disana.
"Kau bangsawan untukku Bangau" Maleo berlutut dan memberikan mahkota buatannya yang dia buat sendiri dengan ranting dan daun.
"Kau dapat darimana kue ini?" tanya Bangau yang mencolek dan menjilat krim di atas kue itu "apa ini? Tawar"
"Aku buat sendiri. Kau tahu tadi malam aku mencuri bahan-bahan dari dapur umum. Resepnya juga aku ambil dari buku masakan sehat perpustakaan"
"Aku tidak mau makan makanan hasil curian" tolak Bangau.
"Hmmm sudah kuduga. Rasanya juga tidak enak pasti..." Maleo mengambil krim kue itu dan mencoleknya ke pipi Bangau.
"Mulai jail hah?" Bangau membalas dan mereka beradu mengotori tubuh masing-masing dengan kue amburadul itu.
Awalnya saling colek, lalu saling lempar kue, dan berakhir bercumbu mesra di dinding kosong sudut gedung Artefak. Jubah mereka mulai longgar, celana mereka mulai turun dan ciuman mereka menjadi semakin liar. Lidah mereka beradu, liur mereka bertukar, dan tubuh mereka saling bergesekan.
"Selamat 20" ucap Maleo.
Maleo berbaring dan Bangau ada di atas tubuhnya. Mereka berciuman dan Maleo mengalirkan kehampaan ke giginya.
-Kehampaan Separa-
Memungkinkan Maleo membuat satu bagian tubuhnya hampa dan bagian tubuh lain tetap padat.
Mereka berbaring menyamping dan berhadapan, lalu Maleo memutar tubuhnya membuat kepalanya ada di pinggang Bangau dan sebaliknya.
"Jangan kena gigi ya" ucap Bangau yang mengecup paha Maleo.
"Gigi? mana?" Maleo menujukkan kalau giginya sudah dia aliri kehampaan sehingga apapun yang masuk mulutnya tidak akan kena giginya. Sekarang... Maleo tidak akan bisa menyakiti Bangau tanpa sengaja.
"Ahhh" Desah Bangau saat mulut lembab Maleo menjepit miliknya, Maleo menghisap dan mulai memberikan service terbaiknya. Lidahnya berputar melilit batang nyawa Bangau dan ujung nya dia sedot-sedot tipis.
Bangau membalas dengan memberikan kecupan dan kocokan lembut ke milik Maleo yang tegang. Lidahnya memainkan kantong biji pria itu. Maleo yang tegang sempurna membuat mulut Bangau penuh dengan daging sang penjaga saluran bawah tanah.
"Ahhh Bangau..." Desah Maleo sambil lanjut menghisap.
Mereka saling hisap dan kocok, karena itu lah hubungan intim yang mampu mereka lakukan. Maleo tahu bahwa Bangau sebenarnya ingin melakukannya lebih "dalam". Tapi jelas kondisi tubuhnya tidak memungkinan.
"Mhmmm" Gumam Bangau saat Maleo mengocok miliknya dengan lembut
"Enak sayang?" tanya Maleo.
"Ahh aku keluar .. aku mau keluar" Desah Bangau yang menegangkan otot pahanya.
"Aku juga... bersamaan ya ..."
"Ahhh ahhhh" Bangau gemetar sambil mengecup milik Maleo sambil dia kocok cepat "Aku keluar... ahhh Murai... Aku.."
KAMU SEDANG MEMBACA
TINTA DAN DARAH . Danau Pelangi (Special Request)
FantasyRequest pembaca. Sebuah cerita tentang Bangau, prajurit dari kerajaan Ananta yang mendapatkan kutukan luka. Drama, cinta dan sihir bersatu dalam buku ini. Cerita ini masuk ke dalam semesta buku Danau Pelangi. Author sangat menyarankan untuk membaca...
