19. Kau minta pria yang kucintai

113 7 10
                                        

Setelah Kutukan
Sebelum Pelantikan

Selama pelatihan semakin mendekati pelantikan. Murai kehilangan kewarasannya. Depresinya memuncak karena dia menjadi apa yang orang tua mau. Dia menjadi panglima muda, tapi kedua orang tuanya terkubur dalam tanah.

Tiap hari dia habiskan dengan Sari Semutnya. Menjadi kecanduan, mabuk dan gila wanita.

Dia kehilangan Bangau, memberinya kepada Maleo. Dia kehilangan sehabat, dan cintanya.

Murai dapatkan apa yang dia inginkan, tapi tidak mendapatkan apa yang hatinya butuhkan. Semua ketenaran, kekuatan, dan kekuasaan itu tidak membuatnya senang. Malah membuatnya dihantui ambisi sang ayah. Tanpa Bangau dia adalah prajurit terbaik, dengan Sari Semut dia menjadi lebih kuat dan menjadi kebanggaan Ananta.

Hari-hari Murai habisi dengan miras, wanita Laro, dan daun-daun haram karena efek dari Sari semut yang dia hirup. Murai menjadi kuat karena rasa amarahnya kepada takdir. Setiap latihan dia selalu peringkat atas. Saat perang sekalipun dia mampu membantai musuhnya dengan brutal. Murai perlahan berhenti menjadi manusia, dia menjadi monster. Dia kehilangan kewarasannya, bersamaan dengan upayanya melupakan kekejaman ayahnya.

Di hari pelantikannya, Murai mengetahui bahwa Bangau akan menjadi penjaga Artefak. Dia berniat mendatanginya dan mengajak Bangau berpesta. Tapi Maleo menahannya. Karena mereka punya perjanjian.

"Kau ingin datang sebagai panglima muda menemui Bangau yang jadi penjaga Artefak?" Tanya Maleo "Kau hanya jadi garam untuk lukanya Murai. Jangan menunjukkan kesuksesanmu kepada nya. Itu hanya akan membuatnya sedih."

"Aku hanya ingin mengucapkan selamat" jawab Murai.

"Selamat? Itu urusanku. Aku gagal kan tes Prajurit ku agar aku bisa bersamanya. Agar kau bisa jadi panglima. Karena kau tahu Murai, kalau aku mau aku bisa mengalahkanmu. Jangan buat aku membencimu, biarkan aku mencintai Bangau"

"Maleo, hari ini saja" Pinta Murai "Aku ingin menemaninya hari ini"

"Bukankah kau sudah memesan wanita Laro untuk memuasimu Murai? Aku tahu Bangau mencintaimu dan usahaku selama ini bisa hancur bila dalam semalam kau menemuinya. Kau dapatkan jabatan mu, aku dapatkan cintaku. Kita adil. Itu perjanjian kita dari dulu..."

"Maleo ku mohon... malam ini saja" Murai memohon ke Maleo sampai bersujud ke kakinya. Maleo menggunakan kehampaan dan Murai terduduk menembus tubuhnya.

"Kau punya kekuatan, popularitas, jabatan, kehormatan. Dan sekarang kau minta pria yang kucintai? Aku dapat apa Murai?"

"Aku ingin mengucapkan selamat tinggal, setelah ini aku akan pergi berperang dan mungkin mati dalam perang di masa depan. Aku ingin mengucapkan selamat tinggal sebagai sahabat Maleo"

"Untuk apa kata selamat tinggal saat kau dan dia bahkan tidak pernah saling menyambut. Nikmati wanita Laro mu Murai... Tinggalkan Bangau sendiri" Maleo mengeluarkan Sari Semut dari sakunya dan melemparnya kepada Murai.

Malam itu Murai kembali tenggelam dalam emosi campur aduk yang menyakitkan. Dia minum arak sebanyak yang dia bisa. Berusaha menggunakan wanita Laro untuk mengalihkan cintanya ke Bangau, tapi semua tetap tidak berarti. Ada lubang di hatinya yang kosong dan perih, terlebih saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri.

Bangau melayang bersama Maleo di langit malam. Murai melihatnya dan sadar bahwa semua yang dia punya tidak ada artinya. Wanita-wanita laro itu, prajurit yang memujinya, miras dan uang yang dia punya. Tanpa keluarga, tanpa cinta tulus, bahkan tanpa sahabat yang peduli kepadanya membuat Murai merasa benar-benar kosong.

Di tengah pesta Murai kabur dari khalayak, dia kabur dari wanita-wanita Laronya. Dia mengikuti Bangau dan Maleo yang terbang di langit malam. Dia menangis dan rasa sakit hati luar biasanya.

"Akan kurebut lagi Bangauku Maleo" ucap Murai sambil meremas Sari Semutnya "Akan kurebut kembali!!!"

TINTA DAN DARAH . Danau Pelangi (Special Request)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang