Sesuai kesepakatan kemarin, setelah menghubungi Wina. Jaemin di undang untuk makan siang di kediamannya, Wina sengaja mengundang mereka ke sana karena tidak ingin ada yang melihat pertemuan mereka itu.
Jeno di buat pusing dengan tingkah jaemin, kenapa jaemin semakin cerewet seperti ini, apa ini efek dari orang hamil. Bukankah orang hamil hanya mual dan bukan marah-marah. Tapi jika di perhatikan akhir-akhir ini kerjaan jaemin memang emosi melulu.
" Mas, kok pakai parfum yang itu. Nana ga suka mas." Protes jaemin
" Ini kamu sendiri loh yang beliin." Jawab Jeno
" Pokoknya Nana ga suka baunya. Mas pakai parfum yang dulu aja, yang biasanya mas pakai sebelum kita nikah."
Jeno membuang nafas kasar dan mengikuti perkataan istrinya. Namun, setelah itu ia mendapatkan protes an lagi dari jaemin.
" Kok mas pakai baju itu?, kan Nana sudah siapkan tadi pakaiannya."
" Pakaian tadi kan udah kena parfum sebelumnya, sayang." Balas Jeno lembut
" Emangnya mas cuma punya satu Hoodie aja di lemari?" Bantah jaemin
" Sayang, kita di undang makan siang loh. Masa pakai baju kaya gitu. Di luar juga panas, ga sesuai loh na."
" Mas mau caper di depan si ganjen ya, makanya mau pakai baju rapi kaya gitu."
" Ya tuhan sayang, ngapain mas caper di depan dia. Mas cuma ga enak sama yang undang kalau pakaian mas ga sopan kaya gitu."
" Kalau mas ga mau dengerin Nana, yaudah Nana berangkat sendiri aja. Ribet banget kalau nungguin mas." Balas jaemin sambil melangkah menuju pintu kamarnya.
Tapi, belum sempat membuka pintu kamar. Tangan jaemin sudah lebih dulu di tahan oleh Jeno.
" Oke, tunggu sebentar. Mas ganti dulu bajunya, kamu jangan kemana-mana." Ucap Jeno sambil menuntun jaemin untuk duduk di ranjang mereka.
Setelah selesai, mereka pun keluar dari kamar dan hendak melangkah keluar rumah. Namun, saat di depan mereka bertemu doyoung yang sedang duduk di teras rumah.
" Mau berangkat kuliah ya na?" Tanya doyoung basa basi
" Kepo banget sih, mau saya kuliah atau enggak itu bukan urusan anda. Lagian yang biayain saya kan ayah saya sendiri. Harusnya anda urus anak anda itu, udah di biayain malah suka bolos." Jawab jaemin ketus setelah itu dia langsung melangkah menuju mobilnya.
Sepanjang perjalanan, jaemin memberikan maps yang di kirim oleh Wina kepada Jeno. Saat akan memasuki gerbang rumah tersebut, Jeno pun penasaran dan kembali menanyakan kepada sang istri.
" Na, ini rumah siapa sih."
" Nanti mas juga tau. Tapi, mas ga usah kaget waktu ketemu pemilik rumahnya."
Begitu pintu gerbang di buka, Jeno langsung kaget melihat sang pemilik rumah. Hal itu membuat dia langsung menginjak rem mendadak.
" Mas, hati-hati dong. Mas, mau bunuh Nana sama anak kita ya?" Protes jaemin
" Maaf sayang, tapi itu?" Tunjuk Jeno kepada Wina dari dalam mobil
" Kan Nana udah bilang, mas ga usah kaget. Itu bukan bunda dan itu juga bukan arwahnya bunda." Ketus jaemin.
" Lalu?" Tanya Jeno
" Ga usah banyak tanya, ayo turun. Nanti mas juga tau.
Merekapun turun dari mobil dan di sambut oleh Wina.
" Selamat datang, mari masuk." Ucap Wina
Wina langsung mengajak mereka masuk, saat melangkah kedalam, jaemin langsung terfokus pada salah satu foto yang terpajang di ruang keluarga tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect
Romanceperjuangan lee Jeno dalam menjaga amanah dari orang yang berjasa dalam hidupnya. 🚫 misgendering 🚫 Mprag
