PT 14

2.1K 112 23
                                        

Setelah beberapa waktu kemudian.
Yuta datang bersama jaemin, setelah mencheck hp nya, yuta menghubungi Jeno dan langsung menjemput jaemin terlebih dahulu.

Begitu sampai di rumah sakit, jaemin langsung berlari menuju sang bunda.

" Bunda kenapa, kok bisa sampai drop dan pingsan gitu."

" Bunda ga papa sayang, tadi cuma pusing aja. Tau-tau bunda udah di rumah sakit."

" Om, gimana kondisi bunda, kata dokter apa?"

" Bunda lagi banyak pikiran, makanya jadi kurang istirahat dan jatuh pingsan."

" Bunda mikirin apa sih?"

" Bunda cuma lagi mikirin, anak kesayangan bunda ujiannya gimana ya?"

" Bun, Nana ga lagi becanda. Bunda jangan banyak pikiran, bunda kan bisa berbagi ke Nana dan ayah. Jangan ada di tutup-tutupi Bun."

" Ga ada yang bunda tutupi sayang, akhir-akhir ini bunda emang susah tidur dan efeknya kita pasti mikir banyak hal. Salah satunya, bunda kepikiran soal butik bunda. Dan tadi bunda udah ngomong sama om Jeno, kalau om Jeno yang bakal gantiin Bunda sampai bunda sembuh."

" Bunda jangan mikir hal berat lagi ya, Nana ga mau bunda kenapa-kenapa."

" Benar yang Nana bilang sayang, Kakak ga mau kamu sampai kenapa-kenapa."

Winwin hanya bisa tersenyum dan menganggap seolah tak terjadi apa-apa.

Tak lama, pintu terbuka dan menampilkan kedatangan doyoung.

" Suster itu kerjanya apa sih, disuruh jaga bunda aja ga becus. Kenapa bisa saat bunda pingsan, tapi suster ga ada di sana. Kita pekerjakan suster ga 24jam loh. Ketimbang nungguin bunda saat kita ga ada aja, ga tahan. Jangan seenaknya aja ya sus, mentang-mentang bunda baik, terus suster bisa seenaknya. Waktu itu juga, sampai ga pulang, padahal bunda nungguin dan cariin suster." Maki jaemin pada doyoung.

" Sayang, ini rumah sakit nak. Jangan bikin ribut." Tegur yuta.

Jeno memperhatikan interaksi mereka, benar kata winwin. Doyoung seolah-olah mengode yuta meminta bantuan.

" Sekarang suster pulang aja, kita ada disini dan ga butuh suster. Om, bawa suster itu pulang sekalian." perintah jaemin

Karena ga mau ruangan jadi ribut, winwin benar-benar meminta Jeno untuk membawa doyoung pulang.

Setelah kepergian doyoung dan Jeno, tersisalah yuta, winwin dan jaemin.

Saat ini, jaemin sedang berada di kamar mandi untuk bersih-bersih.

" Kamu kenapa sayang, jangan di pendam sendiri. Ayo cerita sama kakak."

" Aku ga papa kok kak."

" Kakak ga yakin kamu mikirin soal butik doang, pasti kamu ada masalah lain."

" Emang kakak mau aku mikirin apa lagi?"

Namun, belum sempat yuta menjawab. Jaemin sudah hadir kembali di antara mereka.

" Bun, bunda yakin mau nitipin butik ke om Jeno?"

" Kenapa kamu nanya kaya gitu?" Tanya winwin balik.

" Gimana kalau om Jeno punya niat jahat Bun?"

" Kamu ga usah khawatir soal itu, bunda tau siapa om Jeno. Dia ga bakal niat jahat sama keluarga kita, bunda percaya sama dia karena sudah terbukti, dari dulu cuma keluarga dia yang peduli dan setia sama bunda."

" Emang om Jeno bisa Bun?, kan pelanggan bunda cuma suka sama rancangan bunda."

" Itu gampang, bunda bisa ngasih tau om Jeno nanti."

ProtectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang