Saat bel pulang sekolah berbunyi,
Jaemin langsung bergegas untuk pulang dan menuju ke parkiran, karena Jeno pasti sudah menunggunya.
" Chan, haje aku pulang duluan ya." Pamit jaemin pada haechan dan hyunjin
" Ga pulang bareng aku saja, na." Tanya hyunjin
" Engga ah, kalau bareng kamu, yang ada aku di marahin ayah. Kamu kan bawa motor suka ugal-ugalan."
Mendengar jawaban jaemin, membuat haechan tertawa terbahak-bahak.
" Apaan sih Lo, dasar item."
" Rasain, emang enak. Gue juga balik duluan deh, kalau gitu. Yok na."
Jaemin dan haechan pun jalan duluan, meninggalkan hyunjin sendirian.
" Susah banget sih dapetin Nana, apalagi ketempelan si item." Gumam hyunjin dan kemudian menghela nafas.
Begitu sampai di parkiran, jaemin langsung menghampiri Jeno yang sedang berdiri di dekat mobilnya.
" Om." Jaemin menepuk pindah Jeno dari belakang dan itu tentu membuat Jeno terkejut.
" Eh, ayo na. Kita pulang." Ucap Jeno sambil mematikan puntung rokoknya.
" Ngerokok Mulu om, ga sayang sama kesehatan apa."
" Bukan gitu na, tapi udah kebiasaan. Makanya, kamu jangan ikut-ikutan."
" Ya enggak lah, itu bukan hanya ga baik buat kesehatan aja om, tp bikin bau mulut, badan bau asap dan gigi ikut rusak."
" Bagus kalau kamu tau soal itu."
" Lah, om juga tau. Ngapain masih merokok." Ucap jaemin sambil memasuki mobilnya.
" Itu yang namanya kecanduan na, susah buat berhenti."
" Kurang-kurangi om."
" Iya."
Selama di perjalanan, Jeno akan banyak mendengar ocehan-ocehan dari mulut jaemin. Dan hal ini sudah jadi kebiasaan semenjak Jeno jadi sopir pribadi jaemin.
" Om, nanti kita mampir ke toko makanan langganan Nana ya."
" Oke."
" Om, kamu punya pacar ga sih."
" Kenapa."
" Nana penasaran aja, orang cuek kaya om. Emang punya pacar."
" Ga punya."
" Masa sih om, meskipun om cuek. Tapi, wajah om lumayan loh."
" Ya, mana ada yang mau sama cowok kaya om. Apalagi kerjaan om kaya gini."
" Pasti ada itu om, om aja yang jutek. Makanya pada takut sama om. Apalagi wajah om kan, lumayan sangar."
" Udah bawaan dari lahir."
" Om, ga pernah gitu. Suka sama orang?"
" Pernah."
" Kenapa, ga om dekatin?"
" Ga berani."
" Kok, ga berani om?"
" Karena, om ga pantas buat dia."
" Emang, om ngapain. Kok ga pantas buat dia?"
" Terlalu banyak perbedaan, kamu punya pacar?"
" Engga om. Tapi, ada sih yang suka Ama Nana. Cuma, Nana belum pengen pacaran aja."
" Siapa?"
" Hyunjin om, temen Nana yang dari kecil itu loh."
" Yang gondrong."
KAMU SEDANG MEMBACA
Protect
रोमांसperjuangan lee Jeno dalam menjaga amanah dari orang yang berjasa dalam hidupnya. 🚫 misgendering 🚫 Mprag
