PT 5

3.3K 160 15
                                        

Saat bel pulang sekolah berbunyi,
Jaemin langsung bergegas untuk pulang dan menuju ke parkiran, karena Jeno pasti sudah menunggunya.

" Chan, haje aku pulang duluan ya." Pamit jaemin pada haechan dan hyunjin

" Ga pulang bareng aku saja, na." Tanya hyunjin

" Engga ah, kalau bareng kamu, yang ada aku di marahin ayah. Kamu kan bawa motor suka ugal-ugalan."

Mendengar jawaban jaemin, membuat haechan tertawa terbahak-bahak.

" Apaan sih Lo, dasar item."

" Rasain, emang enak. Gue juga balik duluan deh, kalau gitu. Yok na."

Jaemin dan haechan pun jalan duluan, meninggalkan hyunjin sendirian.

" Susah banget sih dapetin Nana, apalagi ketempelan si item." Gumam hyunjin dan kemudian menghela nafas.

Begitu sampai di parkiran, jaemin langsung menghampiri Jeno yang sedang berdiri di dekat mobilnya.

" Om." Jaemin menepuk pindah Jeno dari belakang dan itu tentu membuat Jeno terkejut.

" Eh, ayo na. Kita pulang." Ucap Jeno sambil mematikan puntung rokoknya.

" Ngerokok Mulu om, ga sayang sama kesehatan apa."

" Bukan gitu na, tapi udah kebiasaan. Makanya, kamu jangan ikut-ikutan."

" Ya enggak lah, itu bukan hanya ga baik buat kesehatan aja om, tp bikin bau mulut, badan bau asap dan gigi ikut rusak."

" Bagus kalau kamu tau soal itu."

" Lah, om juga tau. Ngapain masih merokok." Ucap jaemin sambil memasuki mobilnya.

" Itu yang namanya kecanduan na, susah buat berhenti."

" Kurang-kurangi om."

" Iya."

Selama di perjalanan, Jeno akan banyak mendengar ocehan-ocehan dari mulut jaemin. Dan hal ini sudah jadi kebiasaan semenjak Jeno jadi sopir pribadi jaemin.

" Om, nanti kita mampir ke toko makanan langganan Nana ya."

" Oke."

" Om, kamu punya pacar ga sih."

" Kenapa."

" Nana penasaran aja, orang cuek kaya om. Emang punya pacar."

" Ga punya."

" Masa sih om, meskipun om cuek. Tapi, wajah om lumayan loh."

" Ya, mana ada yang mau sama cowok kaya om. Apalagi kerjaan om kaya gini."

" Pasti ada itu om, om aja yang jutek. Makanya pada takut sama om. Apalagi wajah om kan, lumayan sangar."

" Udah bawaan dari lahir."

" Om, ga pernah gitu. Suka sama orang?"

" Pernah."

" Kenapa, ga om dekatin?"

" Ga berani."

" Kok, ga berani om?"

" Karena, om ga pantas buat dia."

" Emang, om ngapain. Kok ga pantas buat dia?"

" Terlalu banyak perbedaan, kamu punya pacar?"

" Engga om. Tapi, ada sih yang suka Ama Nana. Cuma, Nana belum pengen pacaran aja."

" Siapa?"

" Hyunjin om, temen Nana yang dari kecil itu loh."

" Yang gondrong."

ProtectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang