Batasan

42 3 0
                                        

Setelah beberapa kali bertemu dan semakin akrab, Rifqi mulai merasa perasaan aneh setiap kali bertemu Gracie. Namun, Gracie tetap menjaga sikap cerianya seperti biasa. Suatu sore, setelah bel pulang berbunyi, mereka berjalan bersama ke luar sekolah, Rifqi memutuskan untuk bertanya lebih dalam.


Rifqi:
“Lo udah hampir setiap hari latihan ya, Cie? Kayak nggak pernah ada waktu buat santai…”

Gracie (tersenyum sambil melirik jam tangannya):
“Emang sih, sibuk banget. Latihan, konser, event… Cuma itu yang gue lakuin belakangan ini. Tapi gue senang kok. Gue suka banget dance dan panggung.”

Rifqi (mengangguk sambil melihat Gracie):
“Gue ngerti, lo kan emang passion banget sama itu. Cuma, lo nggak ngerasa kesepian gitu, kadang?”

Gracie menoleh ke Rifqi, lalu tertawa kecil.

Gracie:
“Kesepian? Enggak banget. Gue nggak pernah merasa sendirian, kok. Di JKT48, gue punya banyak temen. Kita selalu saling dukung satu sama lain. Lagian, gue juga punya fans yang selalu kasih semangat. Mereka selalu ada buat gue.”

Rifqi terkejut mendengar Gracie menyebutkan fans-nya. Ia tahu bahwa Gracie adalah member JKT48 yang terkenal, tetapi ia baru menyadari seberapa pentingnya dukungan penggemar dalam hidup Gracie.

Rifqi:
“Fans? Jadi mereka tuh selalu dukung lo, ya?”

Gracie (mengangguk):
“Yup. Mereka nggak cuma nonton gue di panggung, tapi juga banyak yang ngirim pesan semangat ke sosial media. Kadang, kalau gue lagi capek, cuma baca komentar mereka aja udah cukup bikin gue ngerasa nggak sendirian.”

Rifqi (terdiam, merasa sedikit cemburu):
“Berarti lo nggak pernah merasa kekurangan temen ya?”

Gracie (tersenyum hangat):
“Gak juga sih, karena selain fans, temen-temen di JKT48 juga selalu ada buat gue. Kita sering latihan bareng, ngobrol, saling bantu. Jadi nggak ada rasa kesepian, deh.”

Rifqi merasa kagum dengan cara Gracie menyeimbangkan kehidupannya yang sibuk dengan dukungan yang ia dapatkan dari teman-teman dan fans. Ia semakin menyadari bahwa dunia Gracie jauh berbeda dari dunia yang ia kenal.

Rifqi:
“Wah, keren banget ya. Gue nggak pernah nyangka kalo lo punya dukungan sebesar itu dari fans dan temen-temen lo di JKT48.”

Gracie hanya tersenyum, merasa nyaman berbicara dengan Rifqi. Walaupun sibuk, ia tahu bahwa persahabatan dan dukungan adalah hal yang membuat hidupnya lebih berarti.

Gracie:
“Gue nggak bakal bisa jauh di sini tanpa mereka. Mereka tuh bukan sekadar fans, mereka bagian dari hidup gue. Jadi, gue nggak pernah ngerasa sendirian.”

Rifqi hanya diam, sedikit terpesona. Meskipun ia ingin lebih dekat dengan Gracie, ia juga merasa ada batasan yang tidak bisa ia lewati, terutama dengan karier Gracie yang penuh aturan ketat.


To be continued...

Temen Gue Member JKT48Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang