Kelas – Pagi Hari
Rifqi duduk di kelas dengan pikiran yang masih terbelenggu. Meskipun gosip tentang Gracie sudah berhasil dipadamkan, ketegangan masih terasa. Bahkan teman-temannya di kelas mulai meliriknya dengan pandangan penuh pertanyaan.
Pratama duduk di sampingnya, tanpa basa-basi langsung membuka pembicaraan.
Pratama (berbisik): "Bro, ini makin sulit nih. Tadi ada beberapa orang yang ngomongin foto Gracie. Gimana kalau kita sikat langsung ke fanbase itu?"
Rifqi (menggeleng pelan): "Aku udah bilang, jangan sampai orang tahu. Kita harus lebih hati-hati lagi. Aku gak mau Gracie kena masalah lebih besar."
Gracie yang duduk di meja depan Rifqi mendengar sedikit percakapan mereka. Dia menoleh ke belakang dengan senyum gugup.
Gracie: "Kalian udah ngomongin masalah kemarin? Aku takut ini bakal berlarut-larut."
Rifqi (menatapnya dengan lembut): "Tenang, sayang. Kita pasti bisa atasi ini. Kamu nggak sendirian."
Latar: Taman Sekolah – Siang Hari
Saat istirahat, mereka berkumpul lagi di taman. Wajah Gracie masih tampak cemas, meskipun dia berusaha untuk tersenyum.
Gracie: "Sebenernya aku nggak tahu harus gimana lagi. Tadi ada fans yang DM aku, mereka udah curiga sama hubungan kita."
Rifqi (menahan tangan Gracie): "Sabar, sayang. Kita pasti bisa cari jalan keluarnya. Yang penting kamu jaga jarak sama mereka sementara waktu. Kita nggak boleh sembrono."
Refianto dan Pratama tiba-tiba muncul lagi dengan ekspresi serius.
Refianto (dengan nada berat): "Bro, gue udah dapet kabar buruk. Ada beberapa fans yang semakin keras membicarakan foto itu. Kalau kita nggak segera bertindak, bisa jadi masalah besar."
Pratama (mengangguk): "Tapi kita juga harus inget, jangan langsung ngelawan mereka. Kita bisa buat klarifikasi lebih dulu, biar nggak tambah ribet."
Gracie menghela napas panjang, terlihat semakin tertekan.
Gracie: "Aku tahu, tapi... kadang aku merasa... lebih baik aku mundur dari semuanya. Aku nggak mau kamu berurusan dengan masalah ini."
Rifqi langsung menatapnya dengan tatapan serius.
Rifqi: "Jangan pernah pikir begitu, Gracie. Aku nggak akan mundur dari kamu. Kita hadapi ini bersama."
Rumah Rifqi – Malam Hari
Rifqi duduk di meja belajarnya, menatap ponsel dengan cemas. Ia mengingat pesan terakhir yang ia terima dari Gracie, yang mengatakan kalau dia merasa tertekan dan takut segala sesuatunya hancur.
Pesan Gracie: "Aku gak ingin jadi beban buat kamu, Rif. Aku cuma nggak mau kita saling melukai."
Rifqi menatap layar ponselnya lama sebelum mengetik balasan.
Pesan Rifqi: "Gracie, kamu gak beban sama sekali. Kamu adalah bagian dari hidup aku, dan aku nggak akan biarin apapun yang terjadi. Kita harus kuat bareng, sayang."
Setelah menekan tombol kirim, Rifqi merebahkan tubuhnya ke kasur, mencoba menenangkan dirinya. Tapi meskipun hatinya ingin percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja, ia tahu tantangan baru menanti.
Kelas – Hari Berikutnya
Hari berlalu, dan meskipun usaha Rifqi dan teman-temannya untuk meredam gosip itu berhasil cukup baik, ketegangan masih terasa. Tapi di tengah semua itu, ada momen yang sedikit memberi harapan. Gracie yang biasanya tertekan, kini lebih sering tersenyum, meskipun senyum itu sedikit dipaksakan.
Di tengah istirahat, Gracie menghampiri Rifqi dan menatapnya penuh arti.
Gracie: "Terima kasih sudah ada buat aku, Rif. Aku tahu kamu pasti capek, tapi kamu nggak pernah menyerah."
Rifqi tersenyum, menggenggam tangan Gracie dengan erat.
Rifqi: "Sayang, kamu nggak perlu bilang terima kasih. Kita tim. Apapun yang terjadi, kita bakal lewatin ini bareng."
Taman Sekolah – Sore Hari
Saat mereka duduk berdua di taman, Refianto dan Pratama datang dengan kabar baik.
Refianto: "Bro, kabar baik nih. Akun yang sebar foto itu udah dihapus. Kita juga udah pastikan kalau itu bukan Gracie yang ada di foto, cuma cewek yang mirip."
Pratama (tersenyum lebar): "Tenang aja, bro. Kayaknya gosip ini udah mulai redup. Fanbase udah mulai percaya dengan klarifikasi kita."
Gracie terlihat sangat lega, matanya berbinar-binar.
Gracie (tersenyum lebar): "Terima kasih banget, semuanya. Kalian nggak tahu seberapa lega aku sekarang."
Rifqi hanya tersenyum, namun di dalam hatinya, dia tahu masalah ini belum selesai. Tapi untuk sementara, mereka bisa bernapas lega.
Rumah Gracie – Malam Hari
Gracie duduk di tempat tidurnya, menatap pesan dari Rifqi.
Pesan Rifqi: "Sayang, semuanya bakal baik-baik aja. Kita cuma perlu waktu untuk benerin semuanya. Aku selalu ada buat kamu."
Gracie meletakkan ponselnya dan menatap langit malam dari jendela kamarnya.
Gracie (dalam hati): "Aku akan percaya. Bersama Rifqi, aku tahu aku bisa menghadapi apapun."
To be continued...
KAMU SEDANG MEMBACA
Temen Gue Member JKT48
Romantik[WARNING: karakter Rifqi disini sekehendak kalian, disini ga menjerumus ke orang tertentu] Gracie, member JKT48 yang pindah ke SMA Tunas Harapan, nggak terlalu diperhatikan Rifqi yang lebih suka main game. Namun, kedekatan mereka membuat Rifqi jatuh...
