"Jadi ini rumahnya" ucap Gibran yang di angguki Rasya. Mereka berdua masuk dengan dimodalkan senter handphone dari Gibran
"Kayanya ni rumah udah lama banget ditinggal deh sya"
"Iya lihat deh semuanya aja udah gak terurus gitu"
Entah kenapa Rasya seperti merasakan sesuatu yang begitu mendekat dan dengan gesit Rasya mendorong Gibran dengan kuat
"Gibrannn awas"
Gibran terhempas dengan sedikit kuat
"Lo gak papa gib" ucap Rasya
"Gak papa tapi tadi itu apa"
"Lihat" Rasya menunjuk ke sudut dekat dapur rumah tersebut Gibran pun melihat sosok yang kini sedang membelakangi mereka dengan Mambawa satu buah pisau
"Dia hampir nusuk Lo pakai pisau gib"
Gibran berdiri dan berusaha mendekat ke sosok pemuda tersebut
"Permisi maaf menganggu" ucap Gibran. Sosok itu berbalik dan melihat Rasya dan Gibran secara bergantian. Kemudian ia menarik sebelah bibirnya
Tanpa aba aba sosok tersebut mendekat dan menyerang Gibran dengan sangat cepatnya sehingga Gibran sedikit kesulitan untuk menangkis setiap serangan sosok tersebut
Rasya hendak menolong namun tidak bisa karena makhluk tersebut membawa Gibran hingga menghilang dengan cepatnya
"Loh Gibran" ucap Rasya mulai khawatir
"GIBRAN" teriaknya
"Aaaaaarghhj sial hantu itu udah bawa Gibran" kesal Rasya
"Gak... Gua harus tolong Gibran iya gua harus nyari Gibran" ucap Rasya memeriksa setiap ruangan dirumah kosong tersebut
Dilain sisi Gibran yang dibawa hantu tersebut hendak menyerang namun tak bisa
Setiap ia ingin memukul hantu tersebut selalu saja mental
"Kenapa tiba tiba tubuh dia jadi sangat kuat" ucap Gibran heran
"HAHAHAHA KAMU KIRA KAMU BISA MENGHABISKAN SAYA" teriak hantu tersebut
Gibran sedikit bingung namun ia masih berusaha untuk memukul hantu tersebut
"HAHAHAHA" hantu tersebut menggerakkan rantai kearah kaki Gibran dan melilitnya kemudian manarik kuat rantai tersebut membuat Gibran terjatuh lalu menyeret Gibran
Gibran berusaha mencari pegangan namun tetap saja gagal tenaga hantu tersebut sangat kuat. Lalu hantu tersebut mengarahkan rantai dikaki Gibran keatas dan menggantung nya membuat posisi kepala Gibran dibawah
"Siapa Lo kenapa Lo ganggu warga gang tersebut" tanya Gibran
"Saya tidak ganggu"
"Saya hanya ingin menambah koleksi saya"
"Koleksi??"
Hantu tersebut bergeser memperlihatkan kepada Gibran orang orang yang senasib dengan nya saat ini namun bedanya orang orang tersebut sedikit aneh mereka kurus dan wajah mereka menunjukkan ekspresi ketakutan dan trauma
"Mereka kenapa"
"APA YANG UDAH LO LAKUKAN KE MEREKA" teriak Gibran tak terima
"Dan apa motif Lo ngoleksi manusia seperti kami"
"HAHAHAHA KAU MANUSIA YANG SEDIKIT BERBEDA SEPERTI NYA" ucap hantu tersebut
Hantu itu mendekat dan memegang dagu Gibran kuat
