Brakk
Gibran terjatuh karena di dorong oleh Rasya
"Apa apaan Lo, main peluk gua aja" ucap Rasya ngegas
Gibran berdiri menahan sakit di badannya
"Sya ini gua Gibran!Lo gak ingat?" Ucap Gibran, Rasya menatap Gibran dengan tatapan kebencian
"Dari mana Lo tau nama gua hah" bentak Rasya
"Sya kita teman. Lo gak ingat" ucap Gibran menahan air matanya
"Heh, teman? Sama Lo. Ogah gua" ucap nya
"Sya plis ingat gua" ucap Gibran memegang tangan Rasya, Namun Rasya menepis kuat tangan Gibran
Rasya maju mendekat kearah Gibran, membuat Gibran berjalan mundur dan saat sudah mepet di dinding Rasya menatap Gibran dengan tatapan yang sangat tajam
"Lo denger, jangan pernah mimpi untuk jadi teman gua"
Ucap Rasya pergi, namun ditahan oleh Gibran
"Seterah Lo mau percaya atau gak, tapi sya Lo emang sahabat gua" ucap Gibran bersikeras
"Sahabat? Tunjukkin ke gua bukti nya" ucap Rasya
"Gua gak bisa" ucap Gibran sedih
"Ta-tapi Lo harus percaya, Lo sama gua ketemu di dekat pasar malam dekat danau dan di saat itu Lo bukan manusia Lo sejenis arwah gitu" ucap gibran
Bugh
Wajah Gibran tertoleh ke samping, Gibran memegang pipinya yang di tinju oleh Rasya
"LO DOAIN GUA MATI" ucap nya emosi
"Bukan sya..bukan itu maksud gua"
"Gua indigo dan saat itu emang gua sama Lo sya" ucap Gibran berusaha menjelaskan namun kali ini dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
"Cih..... Orang aneh" ucap Rasya kemudian pergi
Gibran masih terdiam di tempat, sahabatnya sendiri mengatakan ia adalah orang aneh, Rasya yang selama ini selalu bersyukur karena kemampuan Gibran kini ia mengatakan kata kata yang sangat menyakiti Gibran
"Gibrann" teriak irsyad kemudian memeriksa kondisi Gibran
"Lo gak papa" tanya Irsyad
"Sori gua gak bela Lo karena gua gak mau berurusan dengan Rasya gib. Kan gua udah bilang Lo jangan pernah berurusan dengan nya" ucap Irsyad
"Lo nguping" tanya Gibran
"Sedikit"
"Dia lupa dengan gua syad" ucap Gibran sedih
"Hah maksud Lo"
"Dia sosok yang gua bilang syad" ucap Gibran
"Hah Lo serius....kok bisa"
"Sepupu gua masih hidup gitu kenapa malah jadi arwah" ucap Irsyad bingung, Gibran menggeleng dan hanya dapat membuang napas kasar
"Gib, pasti Lo sedih banget ya"
"Hmm mungkin aja dia orang yang beda kan" ucap Irsyad
"Gak mungkin , syad nama nya aja sama" ucap Gibran
"Oke jangan kita bahas, lebih baik kita ke kelas yuk" ajak Irsyad
***
"Hari ini kita kedatangan murid baru" ucap guru
"Silahkan perkenalkan diri kamu" ucap guru
"Gua Rasya" ucap nya santai, pandangan Rasya kini mengarah pada Gibran
'dia anak aneh itu, bisa bisanya gua sekelas dengan dia" batin Rasya
"Baiklah Rasya, silahkan duduk dibangku itu ya" tunjuk guru. Rasya berjalan dengan pandangan nya tak lepas dari Gibran
"Eh gib menurut gua dia ngeliatin Lo terus deh" ucap Irsyad
"Gak mungkin syad, kalau dia orang lain pasti dia bakal acuh ke gua" ucap Gibran
"Bukan itu maksud gua" ucap Irsyad
"Lalu"
"Gua takut gib, dia ngintai Lo" ucap Irsyad, seketika Gibran menegang, Gibran melihat kearah Rasya, dan ternyata benar Rasya tengah memperhatikan dirinya, kemudian Rasya tersenyum sinis kepada Gibran dan menunjukkan jempol terbalik kepada Gibran
Melihat itu Gibran pun memutuskan untuk melihat ke depan dan menghiraukan Rasya
_
_
_
Byurrr
Gibran terkejut ketika ia di siram minuman oleh seseorang ketika ia melihat keatas ternyata itu adalah Rasya
"Maksud Lo apa sih sya" tanya Irsyad pada Rasya dengan emosi dan berdiri
"Baru juga jam istirahat Lo udah nyari gara gara aja" ucap Irsyad emosi, posisinya di kelas memang hanya ada Gibran, Irsyad, dan untuk Rasya awalnya ia tak di kelas namun tiba tiba saja ia menyiram Gibran
"Bukan urusan Lo, ini urusan gua dengan dia" tunjuk Rasya pada Gibran
"Tapi gua gak ada urusan dengan Lo" ucap Gibran kembali menatap Rasya
"Dengan Lo sksd dengan gua tadi, saat itu Lo berurusan dengan gua" ucap Rasya
"Kalau gua gak mau gimana" tanya Gibran
"Gua pastikan Lo harus mau" ucap Rasya
"Caranya"
Rasya dengan cepat berjalan kebelakang Irsyad dan mencekram tangan Irsyad dengan kuat ke belakang
"Aaa sakittt syaa...." Teriak Irsyad, Gibran yang tadinya duduk pun berdiri
"Lepasin teman gua" ucap Gibran
"Gua bakal lepasin setelah Lo setuju untuk patuh pada gua" ucap Rasya semakin menguatkan cekramannya
"Aaaarrrrgggghhh" teriak Irsyad kesakitan
"Pliss lepasin Irsyad dia gak salah" ucap Gibran, namun di hiraukan oleh Rasya
"Gue.."
Bersambung
