bab 34 di kepung

315 64 13
                                        


"Untung ada Lo, makasih ya za" ucap Gibran. "Sama sama" jawab Kanza, Gibran duduk dengan tenang namun satu hal yang membuatnya salah fokus

"Hmm za, kenapa kita gak putar balik? Kenapa terus ke puncak" tanya Gibran

Kanza melihat Gibran "tenang gib, kalau kita putar balik yang ada kita ketemu wanita itu" ucap Kanza, karena alasan Kanza cukup masuk akal, Gibran hanya ber oh saja dan kembali duduk

Namun karena semakin dekat dengan puncak, Gibran semakin merasa aneh. Karena kenapa Kanza masih tidak putar balik

"Za.."

Namun tidak ada jawaban dari Kanza, hal itu membuat Gibran semakin tegang

"Za stop" ucap Gibran karena merasa ada hal yang tidak beres

"Kanzaaaa" panggil Gibran. Kanza melihat Gibran namun tatapan nya berbeda tatapan yang Kanza berikan pada Gibran adalah tatapan harimau yang ingin menerkam mangsa, ia menarik sudut bibirnya membuat kesan senyum sinis di wajah nya

"Za ..Lo kenapa" tanya Gibran gugup

"Pulang yuk" ajak Gibran

"HahahaahHAHAHA" Kanza tertawa seperti tawaan antagonis pada umum nya, ia tertawa seperti orang yang kehilangan akal nya, Gibran semakin takut, dan kemudian Kanza melihat kearah Gibran

"Lari dari kandang macan masuk kedalam kandang serigala...Gibran" ucap nya dengan penuh penekanan

"Maksud Lo" tanya Gibran

"Gua mau mata Lo" ucap Kanza "hahahahhahaha" Gibran semakin tersulut takut

"Gak....stopp" ucap Gibran

"Gak akan, sebentar lagi Gibran" ucap Kanza, namun Gibran tak mau berakhir menjadi seseorang yang di tumbalkan

"Kenapa? Kenapa Lo dan wanita tadi ngincer guee" tanya Gibran sudah tersulut frustasi

"Hahahaha karena kemampuan Lo bahaya Gibran, Lo ancaman" ucap Kanza

"Gak gua bilang stop za"

"Gak akan"

"Za gua mohon jangan gini" ucap Gibran

Karena tak dapat jawaban, Gibran nekat memegang stir hal itu membuat Kanza terkejut

"Lo gila, LEPAS BANGSAT!!" Ucap Kanza mulai mengarah kan stir ke arah lain begitu juga dengan Gibran, karena semakin tidak terkendali

Brukk

Mobil mereka menabrak pohon dengan sangat kuat nya

"Arghh" teriak Kanza

"Aushh kepala gua" ucap Gibran saat sadar kepalanya mengeluarkan darah, namun karena keadaan Gibran lebih memilih untuk membuka pintu walau kesulitan ia tetap berusaha dan akhirnya ia keluar dan melarikan diri

"Gu-gua harus kabur" ucap Gibran lemah karena ia banyak mengeluarkan darah, Kanza tak tinggal diam walau kondisi nya buruk ia tetap mengejar Gibran

"Jangan Lo pikir Lo bisa lari Gibran"




***

Brummm. Brummm... Rasya mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, bahkan ia tak mematuhi peraturan lalu lintas

Hal itu sudah biasa untuknya yang memang ketua geng motor

"Tenang gib gua datang" ucap Rasya

GHOST (✓ Ending)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang