"Dimana pertama kali Lo ketemu dia" tanya Irsyad
"Maksud Lo"
"Ya dimana pertama kali nya Lo jumpa sama sosok yang jadi sahabat Lo itu, bisa aja dia kembali kesana iya kan" ucap Irsyad
"Pasar malam, yang dulu sempat di tutup yang ada di dekat danau" ucap Gibran
"Gila disana kan ada hantu di dalam danau itu" ucap Irsyad sedikit ketakutan
"Udah gak ada" ucap Gibran
"Lo seriusan" ucap Irsyad
"Iya udah gua usir"
Irsyad menatap Gibran tak percaya
"Gak percaya" tanya Gibran
"Gak siapa bilang" ucap Irsyad gelagapan
"Tatapan Lo yang bilang" ucap Gibran sedikit kesal
"Hahaha, iya deh maaf, yaudah kita kesana ya" ucap Irsyad melajukan kecepatan mobilnya menuju pasar malam tersebut
***
Saat tiba di pasar malam, Gibran dan Irsyad berpencar mencari tanda tanda adanya sosok atau hal hal aneh
"Sumpah ni pasar malam ngeri banget" ucap Irsyad
"Gak papa syad demi teman Lo, gua gak tega liat Gibran sedih terus kayak tadi" ucap Irsyad masih menelusuri tiap sudut pasar malam
_
_
_
"RASYAAAAAA " panggil Gibran
"SYA.... LO DISINI KAN" panggil Gibran lagi
"Pliss kembali"
"Kalau gua ada salah gua minta maaf sya" ucap Gibran
Irsyad kembali dan melihat Gibran yang begitu hancur, Irsyad tak ingin muncul dulu dihadapan Gibran, ia memilih untuk sembunyi dan membiarkan Gibran meluapkan semua emosi nya
"SYA.....LO SAHABAT GUA" teriak Gibran
"Gua minta maaf, gua minta maaf udah jahat sama Lo"
"Pliss balik"
"Gua janji kalau Lo balik gua bakal jadi sahabat Lo yang baik, gua gak akan ngerepotin Lo lagi. Tapi gua mohon kembali" pecah sudah tangis Gibran, tak dapat menahan bobot badan nya Gibran menjatuhkan dan mendudukkan badannya di tanah, Irsyad tak dapat menahan diri ia langsung menghampiri Gibran dan memeluk nya
"Syad...dia jahat" ucap Gibran
"Kenapa dia ninggalin gua syad"
"Gua salah apa" ucap Gibran
"Syad...hiks...Lo tau .....dia teman pertama gua...hiks...dia janji gak bakal ninggalin gua....tapi .... Hikss" Gibran menghamburkan dirinya kepelukan Irsyad, dengan cepat Irsyad menguatkan pelukannya,
"Luapkan semuanya gib....." Ucap Irsyad pelan
Sudah hampir satu jam Gibran tak berhenti menangis dan sepanjang waktu itu juga ia tak berhenti meminta maaf kepada Rasya, Irsyad sangat sedih melihat Gibran dengan kondisi kacau seperti ini
***
Irsyad memberikan minuman kepada Gibran dan duduk di samping Gibran
"Udah mendingan" tanya Irsyad
"Udah..thanks ya syad"
"Sori gua gak maksud ngerepotin Lo" ucap Gibran
"Lo gak ngerepotin gua gib" ucap Irsyad
"Justru gua senang Lo, mau cerita ke gua soal masalah Lo, karena saat itu gua ngerasa Lo udah nganggap gua jadi sahabat" ucap Irsyad tersenyum
"Jadi Lo mau apa sekarang" tanya Irsyad
"Melanjutkan hidup" ucap Gibran
"Tentang teman Lo itu"
"Gua akan tunggu dia, mau sampai besok, setahun atau selamanya gua akan tunggu dia syad. Karena dia sahabat gua" ucap Gibran
"Yaudah pulang yuk udah sore" ucap Irsyad
"Yuk"
"Arghh" teriak Gibran
"Gib Lo kenapa"tanya Irsyad khawatir
Saat hendak berdiri lagi lagi tangan Gibran terasa sangat sakit
"Gua gak tau syad, tangan kanan gua sakit banget" ucap Gibran memperlihatkan tangan kanannya
"Tapi tangan Lo kayanya baik baik aja deh gib" ucap Irsyad
"Tapi ini sakit banget syad" ucap Gibran
"Yaudah kita pulang aja ya, mungkin Lo kelelahan aja" ucap Irsyad
"Yaudah Ayuk" ucap Gibran
***
"Berawal dari tangan hingga memengaruhi seluruh tubuh mu Gibran" ucap Dea dengan sinisnya
"Akhirnya semua rencana ku hampir berhasil" ucap Dea dengan bahagia, ia berjalan mendekat kearah sebuah foto, dimana foto tersebut merupakan foto pernikahan nya
"Kamu sabar ya sayang sebentar lagi kamu akan kembali ke pelukan aku" ucap nya
***
"Tangan gua kenapa semakin parah ya" monolog Gibran
"Coba ada Lo sya....pasti Lo udah bawel nanyain keadaan gua" Gibran terkekeh miris
"Gua kangen sya"
***
"Irsyad kamu dimana"ucap seseorang di sebrang telepon
"Ini mau pulang ma" ucap Irsyad
"Jangan pulang, kerumah sakit aja"
"Lah kenapa ma"
"Sepupu kamu sudah sadar dari koma nya"
Bersambung
