bab 8. cemburu

437 49 15
                                        



"Sya" panggil Gibran saat melihat Rasya dimeja makan

"Apa gib Lo mau buatin gua telor dadar buat sarapan sekarang" jawab Rasya blak blakan

"Ckh telor dadar Mulu pikiran Lo" ucap Gibran dan ikut duduk

"Jadi apa Gibran"

"Hmm itu"

"Apa" tanya Rasya

"Kemarin itu wujud asli Lo ya" tanya Gibran ragu, Rasya terdiam. Rasya sudah mengira Gibran akan bertanya mengenai hal itu ditambah dengan wujudnya yang menyeramkan

"Kenapa Lo jadi ilfil ya" tanya Rasya

"Bukan.. bukan gitu sya gua.."

"Udah deh gib..bisa gak Lo jangan bahas masalah ini" ucap Rasya sedikit emosi lalu menghilang

Gibran semakin merasa bersalah tidak seharusnya ia bertanya mengenai wujud asli Rasya

"Bodoh Lo gib" ucap Gibran sembari mengusap kasar rambutnya

"Duh Rasya marah banget kayanya"

"Gua harus apa" cemas Gibran, Gibran pun melihat jam

"Bjirrr udah setengah delapan gua telat anjir" ucap Gibran langsung bergegas menuju sekolah

"Duhhh ini bis gak ada apa ya yang lewat"

Mobil mewah berhenti didepan Gibran, Gibran hanya memilih acuh dan tetap menunggu bis. Kaca jendela mobil tersebut turun menampakkan orang didalamnya

"Wow Gibran tumben Lo telat" ucapnya

"Chk.. bukan urusan Lo"

"Ketus amat"

"Gua liat nih ya bis udah gak ada kalau ada pun Lo pasti telat sih" ucap orang tersebut

"Gimana Lo numpang dengan gua aja"

"Ogah"

"Dih eh dengar ya selama ini gak ada yang pernah nolak seorang Fikri" ucap Fikri

"Ada nih gua" ucap Gibran

Pandangan Gibran terfokus pada Irsyad yang sedang mengendarai motor, Gibran pun berlari dan mendahului motor Irsyad dan berdiri merentangkan tangan untuk menghadang Irsyad

"Behhh kaget gua Lo mau mati apa gib" ucap Irsyad ngos ngosan

"Gua nebeng dong"

"Hah"

"Gua bilang gua nebeng dong boleh gak"

"Ohh boleh naik aja" Gibran pun naik dan mereka pun berangkat kesekolah. Fikri yang masih di dalam mobil memegang stir mobil nya dengan kuat dan memukul nya

"Siall mau mau aja dia sama Irsyad"

"Awas aja Lo Irsyad"






*****

"Thanks" ucap Gibran

"Hmm gak bareng ke kelasnya" tanya Irsyad

Gibran melihat Irsyad bingung kemudian menatap Irsyad

"Ada apa gib" tanya Irsyad

"Lo gak gay kan"

"Dih ya kali eh gua masih normal" sewot Irsyad

"Yee kirain. Habis nya Lo ngajakin gua bareng kan gua jadi mikirnya Lo abnormal" ucap Gibran

"Dihh eh dengar ya mau gua gak normal pun gua gak bakal pernah bisa belok ya" ucap Irsyad.Gibran tertawa kemudian merangkul Irsyad

GHOST (✓ Ending)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang