Gibran sengaja keluar dari rumah tanpa memberi tahu Rasya karena dia tak mau mengganggu tidurnya Rasya
Gibran berjalan ke arah minimarket terdekat namun masih tutup, jadi ia memutuskan untuk ke halte dan memilih minimarket yang ada di dekat sekolahnya saja
Setelah selesai berbelanja Gibran kembali ke halte dan menunggu bis tiba, namun saat Gibran menunggu bis sebuah mobil mewah tiba didepannya
Gibran yang tau mobil mewah siapa itu memilih untuk acuh kepada pemilik mobil tersebut
Salah satu kaca mobil tersebut turun memperlihatkan Fikri didalam nya
"Naik"
"Ogah"
"Dari kemarin ogah Mulu gak bosan Lo bilang kata itu" ucap Fikri
"Gak"
Fikri keluar dari mobil dan mendekat ke arah Gibran dengan berdiri memegang pinggang nya
"Lo ini ya susah banget kalau di bilangin. Gua bilang naik ya naik" ucap Fikri
"Lo juga susah di bilangin gua bilang ogah ya ogah" balas Gibran tak mau kalah dengan manusia satu didepan nya ini
"Ooo jadii Lo masih gak mau"
"Gak kenapa" ucap Gibran dengan nada tengil nya
Tak tahan lagi Fikri memegang tangan Gibran kuat dan membuka kasar pintu mobilnya dan memasukkan Gibran dengan paksaan dengan banyak nya drama tarik menarik akhirnya Gibran yang sangat anti dengan mobil Fikri berhasil masuk kedalam nya
Didalam Gibran memasang wajah kesalnya, membuat Fikri sedikit terkekeh dengan tingkah Gibran
"Lo udah sarapan belum" tanya Fikri
"Perut gua urusan gua" ucap Gibran acuh
"Gua traktir deh" rayu Fikri
"Didepan sana ada yang jual ketoprak" ucap Gibran masih acuh
"Yee yang gratis aja cepat Lo" ledek Fikri
"Niat gak"
"Iye iye"
_
_
_
_
_
_
Saat tiba di tempat ketoprak Gibran sudah lebih dulu duduk dan Fikri membawa kan dua Piring ketoprak
Gibran dan Fikri memiliki cara makan yang sama dan kompak
"Wahh adik kakak ini memang kompak ya cara makannya" ucap tukang ketoprak
Saat hendak komen Gibran terhalang oleh makanan yang tiba tiba di suapkan oleh Fikri
"Wahh terimakasih pak" ucap Fikri tersenyum. Gibran mengunyah makanan dari Fikri dengan kuat dan menatap Fikri dengan tatapan yang menyiratkan peperangan
****
"Turunin gua" ucap Gibran ketika mereka sudah berada di mobil lagi
"Kalau gua gak mau gimana" ucap Fikri
"Sebenarnya Lo mau bawa gua kemana sih, eh hidup Lo gak ada kerjaan atau apa....." Sepanjang perjalanan Fikri hanya melihat dan mendengar Gibran mengomel entah kenapa ia senang ketika terus mendengarkan suara adiknya
