bab 38 last

517 63 14
                                        

"Tu-tuan" seketika tubuh Kanza menegang, Dea hanya diam di tempat ketika melihat kedatangan raksa

"Dia harus mati" ucap raksa melihat tubuh Gibran yang mulai melemah di atas

"TIDAK" ucap Kanza

"Dia berhak hidup" ucap Kanza melihat nyalang ke arah raksa

"Berani kamu membantah saya" tanya raksa dengan angkuh

"Kenapa saya harus takut" ucap Kanza

"Kamu lupa, saya adalah tuan kamu" ucap raksa

"Sekarang tidak. Saya tidak mau di atur terus dengan anda, tuan raksa" ucap Kanza

Karena sudah terlanjur emosi raksa langsung mengeluarkan pedang dan mulai menyerang Kanza

Kanza berusaha untuk memberontak dan terus menghindari serangan dari raksa

Jleb

Tubuh kanza tertusuk oleh pedang tersebut, ia melihat perut sebelah kirinya yang sudah mengeluarkan darah

Tiba tiba Kanza memuntahkan banyak sekali darah dari mulutnya, keseimbangan dan kesadaran dirinya mulai hilang, ia terjatuh dan terbaring. Yang hanya ia lihat adalah raksa yang di depannya dengan senyuman yang sangat menyeramkan. Kemudian samar samar Kanza melihat Gibran yang berada di atas sana

Sori

Kesadaran kanza hilang, merasa puas raksa kemudian melihat Dea

"Kamu tenang saja, saya hanya membutuhkan mata anak itu" ucap raksa

"Kenapa kamu membunuh nya" tanya Dea melihat jasad Kanza

"Karena dia telah mengkhianati saya" ucap raksa dengan tatapan kosong

"Anak itu akan mati, dan keinginan kita akan terwujud" ucap raksa

"Bagaimana anda bisa tau" tanya Dea

"Saya sudah lama memantau Gibran dan sekarang adalah hari yang saya tunggu tunggu" ucap raksa mulai merasakan kebahagiaan di dirinya









Tubuh Gibran semakin lemah, detak jantung nya mulai melemah pula, seluruh energi di tubuh Gibran hampir terserap oleh sosok yang seram tersebut

"SEDIKIT LAGI...... HAHAHAHA!!!" Ucap sosok tersebut Dangan sangat menggegarnya

Hati Dea semakin teriris, bagaimana pun ia seorang ibu, tentunya ia tak dapat melihat Gibran dalam keadaan seperti ini

"Tidak, aku tidak boleh goyah, ini demi mas Gani" ucap Dea berusaha menenangkan pikirannya

Tiba tiba Rasya muncul dan mencabut dengan segera semua pisau pisau di sekeliling batu, membuat Gibran yang tadinya melayang pun terjatuh

Raksa dan Dea sedikit terkejut melihat Rasya, begitu pula sosok menyeramkan tersebut ia terlihat begitu marah

"SIAPA KAMU" tanya mereka serentak

Raksa tak tinggal diam ia langsung menyerang Rasya begitu pula dengan Dea, sosok yang tadinya marah pun hendak menyerang Rasya. Untung seseorang menahan hal tersebut dengan perisai yang terbentuk karena tancapan pedang nya



"Kamu" ucap sosok tersebut

"Cukup" ucap Gani langsung menyerang sosok tersebut dengan pedangnya, dan mulai menancap kan pedangnya di bawah sosok tersebut

Kemudian ia membaca sebuah mantra, sehingga sosok tersebut terperangkap di dalam batu tersebut

Rasya sedikit lega, karena setidaknya sosok yang menyeramkan itu sudah terperangkap

GHOST (✓ Ending)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang