bab 26 Kanza

287 57 12
                                        



Gibran sudah meminta izin pada orang tua angkatnya untuk ia di perbolehkan kembali ke kontrakan nya, awalnya sang mama melarang namun karena Gibran bersikeras maka mau tak mau ia mengizinkannya

"Kamu serius gak mau diantar, atau pak supir aja ya yang ngantar" ucap sang mama. Gibran tersenyum dan melihat mama angkatnya

"Ma...tenang ya, Gibran aman kok, lagian pak supir juga pasti cape, mama juga sibuk kan, jadi Gibran sendiri aja" ucap Gibran

"Kamu hati hati ya, kalau butuh sesuatu langsung telepon mama" ucap mama angkatnya langsung memeluk tubuh Gibran

****

Gibran berjalan, ia sebenarnya memang sengaja membebani dirinya, karena dengan cara ini ia dapat mengatasi perasaan nya yang hancur karena Rasya

Gibran membawa kopernya yang cukup besar, ia berjalan dengan tatapan yang kosong

"Gua kembali sya....kerumah itu" batin Gibran

"Apa Lo juga bakal kembali" monolog Gibran, karena Gibran tak fokus dengan jalannya, Gibran terjatuh

"Aushhh...aaaaa sial banget sih" rengek Gibran yang masih terduduk kesakitan di jalan

Tiba tiba seseorang menjulurkan tangan kepada Gibran, hal itu membuat Gibran melihat orang tersebut

"Lo gak papa"

Gibran melihat kembali tangan orang tersebut

"Diam aja, gak mau nih gua tolong" ucap orang tersebut

Karna sadar Gibran pun menerima uluran tangan orang tersebut dan berdiri

"Makasih"

Orang tersebut melihat koper Gibran yang besar

"Koper Lo besar juga, kenapa gak naik taxi online atau angkutan yang lain, kalau jalan kan berat" ucap orang tersebut

"Suka suka gue lah" ucap Gibran gugup karena orang didepan nya ini adalah orang baru jadi ia sedikit gugup bagaimana pun Gibran adalah seorang yang jarang bergaul

"Hahahaha komuk Lo lucu" ucap orang tersebut

"Eh Lo ya malah ngeledekin gua" ucap Gibran tak terima

"Yeee ya habis nya Lo.... Gugup gitu kan lucu jadinya" ucap orang tersebut

"Udah ah mending kita kenalan" orang tersebut menjulurkan tangan nya, "gua Kanza" ucap orang tersebut

"Gibran" dengan membalas uluran tangan Kanza

Diwaktu dan tempat yang sama seseorang yang tadi nya mengendarai motor berhenti ketika melihat Gibran

Ia membuka helm nya dan melihat Gibran dengan orang asing

"Itu Gibran kan"

"Ngapain dia"

"Itu orang siapa juga" monolog Rasya

"Idih ngapain gua peduli dengan dia" ucap Rasya hendak memakai helm nya, namun mengurung kan niatnya ketika melihat Gibran dan orang tersebut tertawa

"Dih sok asik" Rasya menancap kan gas motornya dan berhenti di dekat Gibran dan Kanza

"Oii orang aneh ngapain Lo" tanya Rasya

"Dih datang datang bilangin gua aneh" ucap Kanza tak terima

"Bukan Lo tapi dia" ucap Rasya ngegas dibagian akhirnya kepada Gibran

"Bukan urusan Lo, udah ah mending gua cabut" ucap Gibran hendak pergi namun di tahan Kanza

"Eitss gua bantu ya, berat Loh ini" ucap Kanza

"Dih...Lo kira gua lemah gua bisa bawa ini koper bahkan dua kali lipat sekalipun" ucap Gibran

"Alah dua kali lipat gua sepuluh kali lipat bisa" ucap Kanza, Rasya turun dari motor dan memegang tangan Gibran sebelah kiri

"Dia bareng gua" ucap Rasya

"Apaan, eh Lo datang datang bilang dia aneh sekarang malah ngajak bareng aneh Lo" ucap Kanza

"Lo bilang gua aneh, berarti pas dong dia aneh" ucap Rasya melirik Gibran "gua aneh, jadi dia bareng gua" ucap Rasya menarik Gibran

"Gak gak gak dia bareng gua" ucap Kanza

"Eh Lo siapa, ngajak ngajak dia" ucap Rasya marah

"Dia teman gua" ucap Gibran menatap Rasya tajam

"Sejak kapan" tanya Rasya sedikit gagap

"Sejak tadi, kami kenalan dan kami berteman" ucap Gibran menatap Rasya. Entahlah Rasya merasakan rasa sesak di dadanya ia tak tau kenapa ia merasakan perasaan aneh ini, ia tak rela jika Gibran memiliki teman tapi kenapa?

"Jadi Lo tenang aja, gua gak akan ganggu Lo lagi mulai sekarang" ucap Gibran

"Kanza yuk bantu gua" ucap Gibran

"Pas banget mobil gua di dekat sana yuk kesana" ucap Kanza membawa koper Gibran dan menarik tangan Gibran

"Gua harap ini yang terbaik sya, Lo dan gua udah gak bisa lagi sahabatan"

"Karna Lo bukan Rasya yang sama Lo beda" batin Gibran

"Gib.... Harusnya gua seneng Lo gak ganggu gua lagi"

"Gua takut Lo jauh gib"

"Tapi kenapa"

"Apa yang Lo bilang benar?? Tapi kenapa gak masuk akal" batin Rasya

_

_

_


"Akhirnya Gibran ada di tangan gua"





Bersambung

GHOST (✓ Ending)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang