Gibran mulai tersadar, namun yang membuat nya terkejut adalah keberadaan nya di dalam mobil
"Kenapa?" Sebelum selesai berbicara mulut Gibran sudah lebih dulu di tutup dengan kain Gibran menoleh kan pandangan dengan berusaha melepaskan penutup di mulut nya namun nihil karena tenaga dea begitu kuat
"Hmmmm...hmmmm" Gibran berusaha berontak namun tidak bisa. "DIAM" ucap Dea tegas
Supir taxi online juga kaget mendengar Dea, karena merasa dirinya di curigai Dea melihat sinis ke depan supir
"Jalan atau anda saya bunuh" ucap Dea, mau tak mau supir tersebut meneruskan perjalanannya
"Diam kamu, karena kamu harus mati" ucap Dea, Gibran masih berusaha berontak, "hmmm hmmmm" Gibran Masih berusaha berontak
"Hahahahha kenapa, apa yang ingin kamu tanyakan" tanya Dea
"Ohhh saya tau! Kamu pasti bertanya siapa saya dan apa motif saya iya kan" Gibran mulai mengeluarkan keringat dingin seluruh badannya masih sakit dan lemah namun ia harus berhadapan dengan wanita yang sama sekali ia belum kenal
"Saya ibu kandung kamu Gibran" ucap Dea
"Tapi saya tidak menganggap kamu anak, saya menjual kamu hahahahahaha" ucap Dea dengan tertawa seperti orang gila, saat mendengar pernyataan dari Dea Gibran terdiam ia tidak lagi berontak pikiran nya kacau, apakah benar orang yang kini menahannya adalah ibu kandung? Tapi kenapa ibu nya tega? Apa dia benar bukan anak yang di inginkan?! Banyak sekali pertanyaan yang muncul di benak gibran
"Kenapa? Kenapa kamu diam"
Kini tangan Dea yang lain mencekram kuat dagu Gibran, hingga membuat Gibran sulit menggerakkan kepalanya, Dea menatap Gibran dengan tatapan yang sangat menyeramkan
"Karena kamu suami saya di tahan! Karena kamu keluarga saya berantakan "SEMUA NYA KARENA KELAHIRAN Mu...." Ucap Dea
"MATI GIBRAN"
"Itu yang saya ingin kan" ucap Dea, Gibran semakin takut, ia semakin berontak dan akhirnya Gibran menggigit kuat jari Dea "aushhh" ucap Dea memegang jarinya, untung nya pintu mobil tidak di kunci Gibran membukanya selagi ada kesempatan ia lebih memilih untuk melompat walau kondisi kecepatan mobil yang begitu cepat
Brukk
"Auhhh" Gibran memegang lengan kanannya dan berusaha berdiri, badannya sakit dan kaki nya keseleo karena ia melompat tadi, namun Gibran tidak memperdulikan nya ia lebih memilih untuk berjalan dan mencari tempat persembunyian
_
_
_
"Pak pak pak berhenti" ucap Dea, mobil pun berhenti Dea turun dan memberikan penghalang pada taxi online tersebut sehingga ia tak bisa pergi kemana mana
Dea berjalan mengikuti jejak tadi mobil lewati
"Gibran..." Panggil Dea
"Sini sayang, kamu tidak ingin ketemu dengan saya" ucap Dea dengan halus namun tersirat nada yang menyeramkan, Gibran yang bersembunyi di belakang semak semak menutup mulutnya agar nafasnya tidak terdengar
"Percuma kamu lari Gibran..." Teriak Dea
"Hari ini adalah ajal kamu" teriak Dea Gibran semakin ketakutan rasa sakit di badannya ia tahan
Siapapun tolongin gua
Gua takut
Sya... Gua butuh Lo
Air mata Gibran menetes, sakit hati tentang faktanya dan juga keadaan menegangkan ini sungguh telah membuat nya berada di titik terlemah nya
Trekk
Gibran terkejut betapa bodoh nya dia menginjak ranting, "hahahaha dasar anak bodoh" ucap Dea mulai mendekati semak semak, namun sebelum itu Gibran berdiri dan mulai berlari, "jangan lari" teriak Dea mulai mengejar Gibran, sejujurnya Gibran sangat kesulitan dalam berlari namun hanya itu yang dapat ia lakukan dengan keadaan kakinya sekarang ia hanya bisa pasrah dan berusaha lari dari ibunya, sebentar ibu, apakah itu ibunya lebih tepatnya wanita kejam untuk Gibran
Saat Gibran hendak menyebrang
Tin tin tin
***
Rasya tiba di alamat yang tadi diberikan oleh Irsyad padanya, saat tiba Rasya memang merasa rumah itu begitu tidak asing untuknya
Air matanya mulai menetes, rasya menghapus air matanya dan melihat tangannya tersebut
"Kenapa gua nangis"
Rasya turun dari motor nya dan mendekati rumah tersebut
"Assalamualaikum" ucap Rasya
Namun tidak mendapatkan balasan apapun dari orang didalam
"Kenapa sepi" monolog Rasya
Rasya khawatir dengan Gibran ia memilih untuk mendobrak pintu kontrakan Gibran
Brakk
**
"Aaaaaa" teriak Gibran untungnya mobil tersebut berhasil berhenti
Seseorang keluar Gibran begitu lega melihat siapa yang ada dihadapannya
"Gib Lo gak papa"
"Pliss tolongin gua...ada yang mau jahatin gua" ucap Gibran
"Yaudah yuk masuk kedalam mobil" ucap orang tersebut, saat Gibran hendak masuk Dea sudah terlihat dan mulai mendekat. Gibran dengan cepat masuk kedalam mobil tersebut dan mobil tersebut bergerak
"Siall" ucap Dea ketika tiba namun terlambat mobil tersebut sudah jalan, dengan cepat Dea kembali ke taxi online nya dan mengejar mobil tersebut
Di sisi lain di dalam mobil Gibran sedikit lega dan melihat kearah pengemudi
"Untung ada Lo, makasih ya za"
Bersambung
