bab 31 titik terang

317 52 14
                                        







Dea kini telah lengkap dengan penampilan serba hitam berjalan keluar rumah, malam ini tepat nya pukul 00.00 sudah tiba saat ulang tahun putra bungsunya, waitt putra bungsu? Apakah anak itu putranya??. Baginya ia hanya lah anak pembawa sial yang harus di musnahkan

Kini hari semakin senja hari dimana ia memulai aksinya untuk membawa Gibran yang tidak berdaya ke puncak tersebut

Di lain sisi Kanza, sudah bersiap siap menggendong Gibran yang tengah tidak sadarkan diri

"Takdir Lo tiba Gibran"

Saat hendak keluar Kanza bertemu dengan Dea, ketika melihat Gibran sudah berada di gendongan orang lain Dea begitu terkejut

"Siapa kamu" tanya Dea

"Bukan urusan anda"

"Lepaskan dia" ucap Dea mengeluarkan pisau

Kanza menatap Dea dengan tatapan remeh nya, kemudian ia meletakkan Gibran di dekat pintu rumah, dan berancang ancang untuk melawan Dea

"Maju"

Dea berusaha menusuk Kanza namun Kanza selalu saja berhasil untuk menghindar hingga akhirnya Kanza berhasil membuat pisau tersebut terjatuh

"Sial" ucap Dea

"Kenapa, diam, anda ingin dia kan, lawan saya" ucap Kanza, mau tak mau Dea maju dan mulai melawan Kanza

Dea berhasil menangkis serangan dari Kanza begitu pula dengan Kanza, hingga akhirnya Dea terkena pukulan dari Kanza hal itu membuatnya kehilangan keseimbangan dan menyebabkan nya terjatuh, bibirnya memar

"Kenapa" tanya Kanza mulai mendekati Dea, ia mulai menyamakan tingginya dengan Dea

"Pecundang tua seperti anda tidak pantas mendapatkan mata anak itu" ucap Kanza

Karena merasa geram Dea mulai mengumpulkan pasir secara diam diam di tangan nya dan langsung melempar nya ke mata Kanza

"Aaarghhh perih" Kanza mulai kehilangan fokusnya karena matanya yang perih, dea mulai memanfaatkan keadaan dan mendekati Gibran yang sedang tidak sadar kan diri

Ketika di hadapan Gibran Dea sedikit terdiam ini adalah kali pertamanya melihat putra bungsunya tertidur seketika senyum Dea tercipta namun tak lama Dea tersadar dan kembali ke Niat awalnya, kemudian ia menggendong Gibran dan membawa Gibran ke taxi online yang ia pesan tadi

Sedangkan Kanza masih fokus untuk mengembalikan kondisi matanya seperti semula, tak lama ketika matanya sudah bisa di ajak kerja sama hal yang ia ketahui satu hal yaitu ia kecolongan, Gibran telah di bawa oleh wanita tadi

"Sial wanita tua itu" ucap Kanza mulai berlari menuju mobil nya dan mengejar taxi online yang di tumpangi oleh Dea




***

"Huffft untung aja gua dapat alamat Gibran, dari Irsyad! Ya walau tadi anaknya banyak omong ya ITS okey lah" ucap Rasya melihat kertas yang berisi alamat kontrakan Gibran

"Sya" panggil Irsyad

"Apa"

"Pas banget gua baru aja pulang ekskul gua nebeng Lo ya" ucap Irsyad

"Apaan kagak" ucap Rasya

"Yee balas Budi kek udah gua kasih juga kan alamat nya Gibran" ucap Irsyad

"Yaudah iya gua antar Lo, puas" ucap Rasya

"Banget lah"

"Tapi kenapa Lo belum pulang" tanya Irsyad

"Tadi gua ketiduran hehehe" ucap Rasya

"Yeee kebo" ucap Irsyad

"Lo bilang apa"

"Aaa kagak tadi itu kebo-ongan Lo kalau bilang tidur masa bisa tidur di sekolah hah iya itu maksud gua" ucap Irsyad cengengesan

"Yaudah naik" ucap Rasya, kemudian Irsyad naik ke atas motor Rasya


_



_


_



_

"Sya" ucap Irsyad ketika mereka sudah tiba di rumah Irsyad

"Hmm"

"Gua gak tau kenapa, gua harap Lo udah inget dengan Gibran ya" ucap Irsyad

"Maksud Lo"

"Ya gua tau aneh bagi Lo, tentang Lo yang mati ketemu dia tapi percaya sya itu bisa aja terjadi karena dia indigo" ucap Irsyad

Melihat tatapan Rasya dan juga respon Rasya yang hanya diam Irsyad jadi gelagapan

"Gua tau ini gak masuk akal, tapi setelah melihat Gibran seyakin itu bahwa Lo adalah Rasya teman makhluk halus nya yang hilang gua percaya dengan Gibran"

"Sya"

"Hmm"

"Satu hal yang membuat gua yakin" ucap Irsyad

"Apa"

"Hari Dimana temannya hilang adalah hari dimana Lo sadar dari koma Lo" ucapan Irsyad membuat Rasya sedikit terkejut

"Tapi gua gak akan maksa Lo kok, lagian itu juga kejadian di luar kesadaran Lo juga"

"Tapi gua gak mau Lo nyesel"

"Gibran pernah janji" ucap Irsyad

"Apa"

"Kalau setelah ulang tahun nya Lo gak inget dia bakal lupain Lo dan nganggap kalau Lo dan dia tidak pernah berteman" ucap Irsyad

"Dan seperti nya itu akan terjadi"

"Kenapa" tanya Rasya mulai khawatir

"Besok atau lebih tepatnya malam nanti pukul 00.00 adalah hari ulang tahun nya"

Mendengar ucapan dari Irsyad, Rasya segera menancapkan gas motor nya, Irsyad sedikit cemas tapi ia harus melakukan ini ia tak tega jika harus melihat Gibran bersedih terus





Bersambung



GHOST (✓ Ending)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang