bab 12 masa lalu fikri

286 41 10
                                        





"Kepada siapa mama jual Adik aku" ucap Fikri

"Akhirnya kamu mau ngomong lagi nak sama mama.."

"Jangan basa basi sekarang bilang, kepada siapa mama jual Adik aku" ucap Fikri emosi

"Kamu sungguh ingin tau"

Fikri mengangguk, Dea atau yang sering dipanggil Fikri mama berdiri dan melangkah kearah kamarnya, Fikri mengikuti langkah mamanya

Dea mengambil sebuah foto, dan menatapnya dengan dalam

"Ini adalah orang yang sudah membeli adik kamu" ucapnya melihat foto sepasang suami istri

Dengan cepat Fikri mengambil foto tersebut dan keluar dari kamar mamanya, Dea yang melihat Fikri sudah keluar hanya dapat tersenyum kecut

"Anak itu sudah membuat hubungan aku dan Fikri rusak"


*****

Fikri yang mengetahui alamat orang yang sudah membeli adiknya pun mendatangi alamat tersebut

Ketika tiba ia melihat sosok pemuda dan dua orang tua yang ada difoto itu

Senyum Fikri tercipta, air mata nya tak dapat di tahan ia sangat merindukan sosok tersebut

Fikri mendekat di sebuah pohon untuk mendengarkan pembicaraan orang orang tersebut

"Pokoknya aku mau pergi, jadi pliss ya mama dan papa jangan ikuti aku okey" ucap pemuda tersebut

"Gak..diluar bahaya mama gak mau kamu pergi"

"Oh ayo lah...pokoknya aku tetap pergi" pemuda tersebut nekat masuk kedalam taxi online yang sudah ia pesan

Kedua orang tua Tersebut terlihat frustasi ketika taxi tersebut sudah pergi, Fikri yang tak mau ketinggalan mengikuti taxi online tersebut dengan mobilnya

Ia melihat pemuda tersebut turun dari taxi dan memegang sebuah koper besar

"Ini dia..gua gak akan di tekan lagi jadi gua bebas" ucapnya berteriak

"Pokoknya mama dan papa gak boleh tau kalau gua tinggal disini"

Seketika notif hp pemuda tersebut berbunyi, ia melihat hp nya dan seketika melompat kegirangan

"Yesss gua dapat Beasiswa"

"Uhuuuyyy disekolah ternama ini lagi" ucap nya kegirangan dan masuk kedalam kontrakan nya

Fikri yang dari tadi menguping hanya bisa tersenyum melihat pemuda tadi masuk

"Lo udah besar dek. Bahkan Lo dapat beasiswa pasti Lo pinter" ucapnya


****

"Ini dia SMA nya" ucap Fikri

"Sekarang gua tinggal daftar"

"Ngapain kamu" tanya Dea

"Bukan urusan anda"

"Fikri apapun tentang kamu itu sudah menjadi tanggung jawab mama" ucap Dea

"Lalu adik aku"

"Apakah dia bukan tanggung jawab anda juga" tanya Fikri

"Aku akan daftar SMA kembali"

"Gak bisa Fikri"

"Kenapa itu sekolah milik aku"

"Lalu kenapa aku tak bisa jadi siswa disana"

"Ya karena kamu sudah kerja Fikri, kamu juga baru jadi sarjana satu tahun yang lalu"

"Kalau saya ingin kembali bersekolah kenapa tidak"

"Kenapa kamu ingin kembali"

"Agar saya bisa dekat dengan adik saya"

"Lagian itu bukan tindakan penipuan, saya hanya akan berpura pura jadi siswa di sekolah yang memang milik saya" ucap Fikri

"Saya hanya ingin melindungi adik saya"

Fikri memutuskan untuk masuk kekamar tanpa memperdulikan Dea

"Mama gak ngerti dengan jalan pikir kamu Fikri"

****

"Maaf pak anda yakin akan menjadi siswa disini" tanya kepala sekolah kepada pemilik sekolah

"Ya dan tolong jangan sampai ada yang mengetahui ini termasuk para guru" ucap Fikri

"Baik pak"

"Lagian saya juga masih muda, masih cocok lah jadi anak SMA" ucapnya

"Iya pak, semuanya akan saya urus"

****

"Hei gua Fikri" ucap Fikri menjulurkan tangan nya kepada seorang pemuda

Pemuda tersebut hanya melirik Fikri dan kemudian pergi tanpa membalas ucapan Fikri

_

_

_

_

"Wahh kita sekelas ya" ucap Fikri kepada seorang pemuda

"Oiya nama Lo siapa, gua Fikri" ucapnya

"Gibran" ucap pemuda itu langsung pergi menuju tempat duduknya

Fikri merasa sangat bahagia karena dapat mengetahui nama dari orang yang ia rindukan selama ini

"Gua akan berusaha dekat dengan Lo"

"Gibran"

Flashback off


Fikri terbangun dan melihat jam sudah menunjukkan angka 07.00

"Gua telat"

"Apa gua libur aja"

"Tapi kalau gua libur..yang jaga Gibran siapa"

_

_

_

_

_

Fikri turun dari kamarnya dan duduk di meja makan

"Kamu tidak sekolah" tanya Dea

"Gak hari ini saya libur"

"Bagus lah, setidaknya hari ini kamu gak usah pura pura jadi murid SMA "

"Saya begini juga karena anda yang sudah memisahkan saya dengan adik saya"

"Mama akan perbaiki semuanya Fikri"

"Untuk apa" ucap Fikri kemudian berdiri dan mendekat kearah mamanya

"Anda ada maksud lain kan"



Bersambung

GHOST (✓ Ending)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang