"Dari mana mama" tanya seorang pemuda
"Bukan urusan kamu"
"Semua salah mama"
"Mama tau"
"Oh, ya"
"Bisa tidak kamu lebih sopan dengan mama Fikri" ucap wanita berambut panjang tersebut
"Dengan memanggil mama setelah tujuh belas tahun belakangan ini, kurang sopan apa lagi" ucap Fikri acuh
"Mama akan perbaiki semuanya Fikri"
"Terserah" ucap Fikri melanjutkan langkah nya ke kamar
Wanita berambut panjang tadi bernama Dea, ia merupakan ibu dari Fikri, kejadian tujuh belas tahun yang lalu telah merusak hubungannya dengan putranya
*****
Saat terbangun Gibran melihat Rasya yang juga tertidur dengan posisi kepalanya di telungkup kan di dekat ranjang Gibran
"Sya bangun udah pagi" ucap Gibran perlahan
"Lo udah bangun" tanya Rasya dengan mengucek mata nya
Gibran mengangguk dengan memberikan senyuman tulusnya pada Rasya
"Hmm gua siap siap sekolah dulu"
"Gak ada misi kah gib"
"Hmm gak gua lagi gak mau ambil" ucap Gibran kemudian bersiap siap
_
_
_
_
_
Gibran sengaja berangkat lebih awal karena ia ingin berjalan menuju sekolahnya
Saat berjalan Gibran melewati satu rumah, Gibran berhenti dan melihat kearah rumah tersebut
"Kenapa" tanya rasya
"Hmm sya Lo ngerasain sesuatu gak" tanya Gibran ragu pada Rasya
"Hmm gua mah selalu ngerasain hal hal aneh gib gua kan salah satu makhluk ghaib" ucap Rasya dengan pede nya
"Gua serius"
"Eh pak sebentar" ucap Gibran menghentikan salah satu warga yang lewat disana
"Iya ada apa dek"
"Hmm..rumah ini" tanya Gibran ragu
"Oo rumah ini milik nek ria" ujarnya
"Nek ria??"
"Iya dia tinggal sendiri"
"Hmm bapak tau sesuatu tentang nenek ini"
"Saran saya dek jangan deh berurusan dengan dia, kabar nya dia itu melihara hantu"
"Hah" kaget Rasya yang membuat Gibran ikut kaget
"Yaudah dek saya permisi dulu" ucap nya lalu pergi
