"Rasyaaaaaa" teriak Gibran dan berlari mendekat kearah Rasya, namun karena kurang hati hati Gibran terjatuh, Rasya pun segera mendekat ke arah Gibran dan memeriksa kondisi kaki Gibran
"Ya ampun gib, ini mah bisa infeksi, lu duduk ke sana dulu. Biar gua ambil kotak p3k" ucap Rasya yang langsung di turuti oleh Gibran
Rasya langsung mengobati kaki Gibran
Gibran tersenyum melihat Rasya dengan telaten nya mengobati kakinya
"Thanks ya sya" ucap Gibran
"Buat apa" tanya Rasya
"Ya terima kasih udah ada" ucap Gibran
"Lo adalah teman pertama gua, ya walau kita berbeda. alam kita juga beda, tapi bagi gua kita tetap sama" ucap Gibran
"Gua senang punya teman kaya Lo"
Entah lah, Rasya senang dan terharu ketika mendengar kata kata nya Gibran, namun entah kenapa rasa takut juga menyelimuti hatinya
"Gib boleh gua minta sesuatu ke Lo" tanya Rasya dengan yakin menatap Gibran
"Apa"
"Lo jangan ceroboh lagi ya, dan Lo juga jangan suka bertindak sendiri...oiya Lo juga harus jaga diri" ucap Rasya
Gibran menatap Rasya bingung, entahlah Gibran menganggap kata kata dari Rasya adalah kata perpisahan
"Sya...Lo mau kemana" tanya Gibran
"Hah...apa sih gua gak kemana mana tetap di sini" ucap Rasya
"Lo yakin sya" tanya Gibran
"Kata kata Lo, seakan Lo akan pergi jauh" ucap Gibran
Rasya terdiam dan lebih memilih untuk membersihkan kan luka di kaki Gibran
***
"Sebentar lagi" ucap Dea dengan tersenyum sinis
Dea berjalan menuju luar rumahnya, dengan berpakaian serba hitam, dan berjalan menuju sebuah caffe
Di sana ia menikmati makanan dan minuman yang sudah ia pesan, ia melihat ke arah luar caffe, menunggu target nya
"Itu dia" ucap nya ketika melihat Gibran berjalan di luar caffe, ia tau bahwa Gibran sering melewati jalan di dekat caffe tersebut
Dea mengikuti Gibran, dan tiba lah mereka di depan perpustakaan, sebenarnya Dea agak bingung mengapa anak muda seperti Gibran berada di perpustakaan
Ia tak ambil pusing dan memilih untuk ikut masuk ke sana
Gibran sedang memilih buku di rak yang hampir sama tinggi dengan kepalanya
Ketika menemukan buku yang ia cari, ia tak sengaja saling bertarikan buku dengan orang di sebrang rak
"Permisi apa anda juga ingin buku ini" tanya Gibran dengan sopan, karena tidak mendapatkan jawaban Gibran pergi ke rak sebelah nya dan menemui wanita dengan style serba hitam tersebut
"Eh maaf buk, saya tidak tau jika ibuk ingin buku ini" ucap Gibran
"Tidak papa...jika kamu mau.kamu boleh ambil kok" ucap Dea dengan nada lembut
"Beneran gak papa buk" tanya Gibran tak enak
"Iya gak papa...oiya boleh kita kenalan" tanya Dea
