USG

7.4K 300 9
                                        

Ruang tunggu rumah sakit yang sudah cukup meresahkan bagi sebagian orang kini juga meresahkan bagi Raffa dan Qiya. Keduanya sedang menunggu giliran masuk untuk bertemu dokter kandungan. Berada pada trimester 2 membuat Raffa dan Qiya sudah dapat mengetahui jenis kelamin anaknya perempuan atau laki-laki. Mereka menunggu selama 2 jam di rumah sakit karena memang ini hari senin dan cukup antri. Keduanya cukup sabar karena paham bekerja di rumah sakit memang diminta untuk sabar. Setelah lama menunggu akhirnya keduanya masuk untuk memeriksakan jenis kelamin anaknya.

"Selamat ya dr. Qiya junior akan nemenin kalian nih" terang dr. Anggita yang merupakan dokter kandungan Qiya

"Udah kebayang akan secantik mamanya dok" timpal Raffa

"Jelas, mamanya cantik. Anaknya juga pasti cantik hehe" balas dr. Anggita

"Tapi sehat kan dok?" Kini giliran Qiya bertanya

"Sehat. Diusia sekarang ayahnya udah boleh nengok tapi tetap hati-hati ya" jelas dr. Anggita

"Ini kalo hitungan bulan masih di 4 bulan atau masuk ke 5 bulan dok?" Tanya Qiya

"Ini udah masuk 6 malah, pertumbuhan dan perkembangan bayinya memasuki masa akhir trimester 2 jadi bersiap buat trimester 3" balas dr. Anggita

"Hpl nya kapan berarti dok?" Tanya Qiya penasaran

"Nanti kita cek lagi pada usia 7-8 bulan" balas dr. Anggita

Pemeriksaan telah usai, Qiya dan Raffa di minta mengambil vitamin sebagai resep dari dr. Anggita dan setelahnya mereka memilih pulang ke rumah.

Setibanya di rumah keduanya segera membersihkan diri. Raffa selesai lebih dahulu. Ia memilih menyiapkan makanan yang tadi di beli sebelum keduanya sampai rumah. Tak lama berselang, ratu pemilik dapur memasuki dapur miliknya dan mengambil semua bungkus makanan yang sedang Raffa siapkan.

"Biar mas aja" terang Raffa

"Gapapa biar Qiya aja" balas Qiya. Tangannya kemudian merebut bungkusan-bungkusan makanan pada genggaman Raffa. Raffa tak lagi meributkan, ia memilih melihat tangan Qiya yang cekatan menyiapkan makanan untuk Raffa.

"Udah siap nih mas! Ayo makan!" Ajak Qiya pada Raffa yang masih memperhatikannya

"Ayo" balas Raffa lalu duduk di meja makan

Keduanya asik makan tanpa suara. Qiya dan Raffa beberapa kali menunjukan sikap act of service mereka dengan saling mengambilkan lauk lalu meletakannya pada piring masing-masing.

Setelah makan Raffa bertugas mencuci semua piring yang selesai mereka gunakan. Baru setelah itu Raffa menyusul Qiya yang sedang duduk disofa berbentuk L di ruang keluarga. Badan Qiya yang semula bersandar pada sofa dan kakinya ia luruskan kini sandarannya di alihkan pada dada bidang Raffa.

Raffa membelai perut Qiya dengan lembut, menyalurkan kasih sayang yang tiada tara. Qiya pun merasa sentuhan lembut itu dan tersenyum senang. Hati Qiya seketika penuh diperlakukan seperti itu oleh Raffa.

"Mas udah nyiapin nama belum buat anak mas?" Tanya Qiya

"Anak kita dong, masa anak mas doang" balas Raffa

"Iya maksud Qiya anak kita mas" balas Qiya

"Mas yakin si Qiya udah punya, jadi ide dari Qiya apa?" Tanya Raffa

Bangsal Terakhir (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang