Bab 29

50 0 0
                                        

🍫

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


🍫

"Bangsat, ikut-ikut aja tuh anak " ucap agra setelah menjenguk sahira. Pria itu melangkah ke luar dari lift dan mulai memasuki mobil nya mengendarai pergi dari rumah sakit.

🍫

Pagi yang cerah dan matahari sudah menampakan wujudnya. Terdengar notifikasi sebuah pesan masuk ke dalam  handphone. Bumi membuka matanya dan meraih ponsel nya di atas nakas untuk mengecek pesan dari siapa barusan.

Terlihat di pintasan layar jika disana menampilkan nama abinya yang telah mengirim pesan
" bum, hari ini sahira pulang, kamu ada kelas tidak? Kalo tidak bantuin perpulangan sahira dari rumah sakit soalnya orang tuanya kayanya juga lumayan sibuk "

Setelah membaca pesan itu dengan cepat bumi pun mulai mengetikan jawaban

" iya bi, kebetulan bumi tidak ada kelas tapi, nanti siang bumi mau ke kampus mau ke kantor bem,habis ini bumi berangkat ke rumah sakit " setelah mengetik bumi mengirimkan pesan

Bumi beranjak dari tempat tidurnya dan mulai menyiapkan dirinya untuk menuju ke rumah sakit.

🍫🍫

Motor bumi baru saja terpakir di rumah sakit. Bumi mulai berjalan memasuki rumah sakit dan menuju ke kamar sahira.

Setelah berjalan beberapa langkah, kini bumi sudah berada di depan pintu kamar sahira. Bumi mulai mengetuk pintu.

Tok tok tok

" assalamu'alaikum " ucap bumi sambil membuk pintu.

Terlihat di dalam ada ayah dan bunda sahira .

" waalaikumsalam " jawab semua orang yang ada di dalam kamar sahira.

" eh bumi, masuk nak, kamu ndak ada kelas ta? " tanya bunda

" tidak bun, tapi nanti siangan bumi mau ke kantor bem sebentar "

Bunda menjawab nya dengan mengangguk.

" oh iya bum, ayah sama bunda mau urus berkas perpulangan nya dulu, kamu di sini sama sahira " ucap ayah kepada bumi

" iya yah "

" sa, ayah sama bunda urus berkas kamu dulu ya, disini sama bumi " ucap ayah dan bunda kemudian mereka keluar dari kamar sahira.

Bumi duduk di sofa yang tersedia di kamar itu. Kini mereka tak ada yang membuka pembicaraan dan tak ada suara apapun di dalam kamar itu.

BUMIKUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang