Aurora Althaea

4.2K 51 0
                                        

Abel dan Regal tersenyum bahagia saat memandang bayi mereka yang sudah lahir 2 minggu yang lalu. Mereka sudah sepakat dengan nama yang indah dan penuh makna itu: Aurora Althaea. Nama yang merepresentasikan awal baru dan harapan, serta simbol cinta dan keberkahan.

Regal menggenggam tangan Abel, mata mereka berbinar-binar.

"Aurora... dia akan membawa cahaya ke dalam hidup kita, seperti nama itu."

Abel mengangguk, memeluk bayi mereka yang sedang terlelap dengan lembut.

"Dia memang cahaya kecil kita. Althaea, artinya penyembuhan... Aku yakin dia akan menyembuhkan semua luka yang ada, termasuk antara kita dan Lisa."

Regal mengelus kepala bayi mereka, berbisik dengan penuh kasih,

"Aurora Althaea, nama yang sempurna untuk putri kita. Semoga dia tumbuh menjadi anak yang kuat dan penuh cinta."

Dengan senyum bahagia, mereka berdua berjanji untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Aurora, menjaga dan mencintainya dengan segenap hati.

---------

Hari itu, Abel dan Regal duduk bersama di ruang tamu. Di meja, ada tumpukan foto-foto bayi mereka yang baru dicetak. Bayi mungil mereka terlihat menggemaskan di setiap gambar—tersenyum, tidur, atau sedang digendong oleh Abel dan Regal.

 Bayi mungil mereka terlihat menggemaskan di setiap gambar—tersenyum, tidur, atau sedang digendong oleh Abel dan Regal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sayang," ujar Regal sambil memandangi salah satu foto bayi mereka yang sedang tertidur dengan wajah damai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sayang," ujar Regal sambil memandangi salah satu foto bayi mereka yang sedang tertidur dengan wajah damai.

"Menurutku, kita harus mencoba lagi menghubungi Lisa. Dia perlu tahu kalau dia punya adik kecil sekarang."

Abel mengangguk pelan. "Iya, Mas. Aku tahu dia masih marah dan kecewa, tapi aku berharap foto-foto ini bisa meluluhkan hatinya."

Regal mengambil ponselnya, memilih beberapa foto terbaik bayi mereka. Ia juga menulis pesan singkat dengan nada lembut:

"Lisa, ini foto adik kecilmu, Aurora. Kami berharap suatu hari kamu bisa bertemu dengannya. Dia sangat menggemaskan, dan aku yakin kamu akan mencintainya seperti kami mencintaimu. Kami merindukanmu."

Setelah pesan itu dikirim, mereka menunggu dengan harapan yang besar. Jam demi jam berlalu, tetapi tidak ada tanda-tanda balasan dari Lisa.

Abel mencoba tersenyum untuk menutupi kekecewaannya. "Mungkin dia butuh waktu lebih lama, Mas."

Regal menghela napas, lalu menggenggam tangan istrinya. "Aku tahu ini berat untukmu, Sayang. Tapi kita sudah melakukan yang terbaik. Kita hanya bisa berharap dan terus mencoba."

Malam harinya, Abel kembali mencoba menghubungi Lisa, kali ini dengan panggilan video. Tapi seperti sebelumnya, panggilan itu tak dijawab.

Abel menatap layar ponselnya yang gelap, matanya berkaca-kaca. "Aku rindu dia, Mas. Dia sahabatku sejak kecil. Aku ingin dia ada di sini, merayakan momen ini bersama kita."

Regal memeluk Abel erat. "Aku juga rindu Lisa, Sayang. Tapi aku yakin dia butuh waktu untuk memaafkan kita. Kita akan terus berusaha, tapi untuk sekarang, fokus kita adalah Aurora"

Mereka memandangi bayi mereka yang sedang tidur di tempat tidurnya. Regal mencium kening Abel, mencoba menenangkan perasaannya.

Di tengah malam, Abel memutuskan untuk menulis surat tangan untuk Lisa. Ia menuangkan seluruh perasaannya, menceritakan betapa ia berharap Lisa bisa menerima keadaan mereka, mencintai adiknya, dan kembali menjadi bagian dari hidup mereka.

Surat itu, bersama foto bayi mereka, dikirimkan ke alamat Lisa keesokan harinya. Meski belum ada respon, Abel dan Regal memilih untuk tetap berharap bahwa waktu akan menyembuhkan luka di antara mereka.

---------

Beberapa hari setelah mengirim foto-foto Aurora bersama pesan singkat, akhirnya Lisa merespon. Pagi itu, saat Abel sedang menyusui Aurora, ponselnya berbunyi. Pesan dari Lisa muncul di layar:

"Aurora is beautiful. I'm happy for you both. But... I still need time."

Abel membaca pesan itu dengan campuran emosi—lega karena akhirnya Lisa merespon, tetapi juga sedih karena Lisa masih butuh waktu untuk menerima keadaan.

Regal masuk ke kamar saat melihat ekspresi Abel. "Sayang, apa ada kabar dari Lisa?" tanyanya, duduk di sampingnya.

Abel menyerahkan ponselnya. "Dia bilang Aurora cantik dan dia bahagia untuk kita. Tapi... dia masih butuh waktu."

Regal membaca pesan itu, lalu menarik Abel ke dalam pelukannya. "Setidaknya dia merespon. Itu langkah awal, Sayang. Kita nggak bisa memaksanya. Yang penting kita tetap mencoba, pelan-pelan."

Abel mengangguk, air matanya menetes perlahan. "Aku ingin dia bertemu Aurora, Mas. Aku ingin dia jadi bagian dari hidup anak kita."

Regal mengelus rambut Abel, berusaha menenangkannya. "Dia akan datang, Sayang. Aku yakin. Aurora adalah malaikat kecil yang akan menyatukan kita semua lagi."

Hari itu, Abel memutuskan untuk membalas pesan Lisa dengan penuh kasih:

"Terima kasih sudah merespon, Lisa. Aku tahu ini sulit bagimu, dan aku nggak akan memaksamu. Tapi ketahuilah, aku dan Aurora selalu menunggumu dengan hati yang terbuka. Kami mencintaimu."

Pesan itu dikirim, dan Abel hanya bisa berharap waktu akan menyembuhkan luka di hati Lisa. Regal memeluknya erat, memberikan kekuatan.

Sementara itu, Aurora yang sedang digendong Abel tampak tersenyum kecil dalam tidurnya, seolah memberi harapan bahwa semua akan baik-baik saja.

******

vote dongggg sayang2 kuu❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹

OM REGAL (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang