🔞🔞🔞
Lisa dan Abel merupakan sahabat dekat sejak SMP. Sebelumnya Lisa hidup dengan ibunya, namun setelah ibunya meninggal ayahnya harus pulang ke Indonesia untuk menemani putri satu-satunya.
Dan disitu lah Regal bertemu dengan gadis seumuran anak...
Setelah semua hiruk-pikuk pernikahan usai, Regal memutuskan untuk membawa Abel berbulan madu ke Jepang. Meski Abel awalnya ragu untuk bepergian jauh karena kehamilannya, Regal meyakinkan bahwa perjalanan ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan santai.
Ketika mereka tiba di Tokyo, suasana kota yang hidup langsung menyambut mereka. Abel memandang keluar jendela mobil dengan takjub, menyaksikan lampu-lampu neon dan keramaian jalanan.
“Mas, aku udah pernh ke Jepang,emang selalu ngangenin ,” ucap Abel sambil tersenyum lebar.
Regal tersenyum melihat antusiasme istrinya. “Mas tahu kamu bakal suka. Tapi kita nggak perlu buru-buru, Sayang. Kita nikmati semuanya pelan-pelan.”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah beristirahat,malam ini Regal membawa Abel ke sebuah restoran yang mewah yang tak jauh dari hotel.
“Mas, aku nggak nyangka makanan di sini bisa sebersih dan senikmat ini,” kata Abel sambil mencicipi salah satu menu.
“Mas tahu kamu suka makanan sehat, jadi Mas cari yang terbaik,” jawab Regal sambil tersenyum.
Mereka menikmati makananya sembari ngobrol tentang hal-hal kecil. Regal dan Abel memang terpaut usia yang cukup jauh, tapi mereka merasa nyambung dan frekuensi.
Setelah selesai makan, Regal menarik kursinya lebih dekat ke Abel. Ia menyelipkan helai rambut yang terjatuh di wajah istrinya ke belakang telinga, lalu mendekatkan wajahnya hingga napas mereka hampir bertemu.
“Kamu tahu, Baby,” bisiknya, “tiap kali Mas lihat kamu, rasanya Mas cuma mau kamu ada di samping Mas. Nggak ada yang lain.”
Abel merasakan detak jantungnya berpacu. Tatapan mata Regal begitu dalam, seolah ia bisa tenggelam di dalamnya. “Mas… kamu bikin aku merasa lebih dari cukup.”
“Kamu memang lebih dari cukup,” jawab Regal, suara baritonnya terdengar menggoda. “Kamu adalah segalanya buat Mas.”
Ia mengecup dahi Abel dengan lembut, kemudian bergeser ke pipinya. Sentuhan itu pelan, namun membuat Abel merasakan hangat yang menjalar hingga ke dalam tubuhnya.
“Mas… kita di luar,” ucap Abel sambil tersenyum malu.
Regal terkekeh pelan, suaranya rendah dan dalam. “Kita cuma ngobrol, Baby. Tapi kalau kamu mau, kita bisa pindah ke tempat yang lebih privat.”
Abel tersipu, tapi ia tidak menolak ketika Regal meraih tangannya dan membawanya kembali ke kamar hotel mereka. Malam itu di bawah langit Jepang, cinta mereka terasa semakin dalam, mengukir kenangan yang tak terlupakan di hati mereka berdua.
---
Mereka nampak membersihkan diri, setelah Abel mandi dan membersihkan make up sekarang giliran Regal.
"Lingerie aku mana ya? " gumamnya mengobrak-abrik isi koper.
Ia menatap sekeliling, "Apa ketinggalan ya? duh bentar lagi suamiku keluar gimana ya buat gorainnya? "