Happy reading all readers,jangan lupa vote and komen.
Malam hari dengan hujan deras yang turun diluar membasahi tanah,cuaca dingin dengan suasana tenang mendukung kegiatan freya dan indira yang tengah menonton drakor diruang tamu,freya mengenakan piyama dengan kupluk kecil yang terdapat telinga kelinci palsu,begitu juga dengan indira dia mengenakan hal yang sama seperti freya bedanya hanya diwarna,freya mengenakan warna abu2 sedangkan indira berwarna merah muda,
Freya duduk bersandar disofa dengan satu tangan yang memegang handphone dan satunya lagi merangkul bahu indira,
Sedangkan indira duduk dengan posisi miring,tubuhnya dia sandarkan pada dada bidang milik freya,sedangkan kedua tangannya memeluk freya dari samping.
"Astaga!"indira memekik dan langsung menutup matanya,ada adegan kissing didrama korea yang tengah dia dan freya tonton dilayar handphone,freya tertawa pelan melihat reaksi indira,mood dari gadis ini ada banyak,indira bisa tiba2 bersikap sangat perduli bisa tiba2 bodoamat,bisa tiba2 jadi penyayang,gadis ini sangat freya sukai dengan berbagai tingkahnya yang unik dan menarik.
"Kenapa sayang"freya mencium pipi indira dengan lembut sembari tangannya yang mengusap2 kepala indira,
"Malu tahu,ganti2"freya hanya bisa menurut pada gadisnya ini,dia memilih mematikan handphonenya,
"Loh kok dimatiin?aku masih mau nonton tau"ucap indira sembari menatap freya yang sekarang sudah bangkit dari tempatnya.
"Besok kan sekolah...indira juga hari pertama jadi murid pindahan,liat tuh udah jam berapa"freya menunjuk kearah jam analog yang tertempel didinding rumah,
"Oh iya...indira lupa kalau besok sekolah,yaudah sana masuk tidur"ucap indira,dia beranjak dari tempatnya dan masuk kekamarnya sendiri,begitu juga dengan freya yang naik kelantai atas menuju kamarnya,
Freya membuka pintu kamar kemudian masuk,dia melepaskan sendalnya dan berbaring diatas kasur,andai saja dia dan indira sudah menikah,pasti freya akan menempel 24 jam tapi pastinya indira harus banyak sabar mengurus freya nanti kalau sudah menjadi suami istri.
Pagi hari,cuaca masih begitu sejuk dengan seorang gadis cantik yang sedang lari pagi,bekas luka dipelipisnya yang belum kering mengharuskan dia menyisipkan rambut panjangnya kebelakang telinga,
Telinganya dia sumpal dengan earphone yang disambungkan langsung dengan handphone yang menyetel musik kesukaannya,
Aktivitasnya agak terhenti memperhatikan seseorang diseberang jalan,dia perlahan memperlambat tempo larinya kemudian berjalan keseberang mendekati 2 orang yang tak lain adalah freya dan indira yang tengah keluar dari halaman rumah.
"Halo fre"sapa gadis tadi yang tidak lain adalah flora,simungil yang beberapa bulan lalu sempat freya sukai dalam diam,
"Oh,halo flora"freya tersenyum ramah menatap flora,dia melirik kearah indira yang masih berbicara sesuatu dengan shani digerbang.
"Eh btw kok kamu beberapa bulan ini gak masuk sekolah sih?kamu sakit yah fre?"freya menggeleng menjawab flora,tidak mungkin dia akan jujur kalau pergi merajuk kemudian tinggal dikampung orang sudah hampir setahun,
"E-emm...anu...aku gak sekolah karena..ada kendala masalah keluarga,ah iya kendala masalah keluarga,hehehe"freya tertawa canggung sedangkan flora hanya mengangguk2 paham walaupun penjelasan dari freya terkesan tidak masuk akal.
"Kak fre ayo berangkat"indira menghampiri freya,namun atensi indira teralihkan akan gadis pendek didepan freya,
Tatapan flora menjadi tajam menatap indira namun dengan cepat kembali menjadi senyuman manis,
"Adik kamu fre?"tanya flora sembari membuka kupluk hoodienya membuat geraian rambut indahnya terurai kebawah.
"Gak,ini pacar aku"ucap freya sembari tersenyum,
"Ohhh...halo,salam kenal yah,aku flora"flora mengulurkan tangannya dengan ramah pada indira,indira membalas senyuman manis dari gadis ini dan menjabat tangannya,
"Indira"ucap indira memperkenalkan namanya,setelah selesai pada sesi perkenalan dengan indira,flora kembali menatap freya,
"Aku duluan yah fre,mau beli barang buat adel juga soalnya"freya hanya mengangguk,dia juga terburu2 untuk berangkat kesekolah,ini memang masih cukup pagi tetapi hari pertama sekolah pastinya tidak boleh telat,apalagi freya yang harus menjelaskan semuanya pada kepala sekolah,tetapi pastinya akan sangat mudah untuk dijelaskan,mengingat shani adalah pemilik sekolah itu.
Hehehe maap yah kalau pendek,entar author up lagi kok,see you guyssss

KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE A BASTARD
Non-Fictionfreyando agleren billeryn, seorang anak sma yang kehilangan arah, tak mempunyai orang tua semenjak kecil, hidup bergelimang harta namun dia lebih memilih menjadi seorang anak liar dikegelapan malam, hidup tanpa kasih sayang dan belas kasihan, dipaks...