BAB 31

586 76 4
                                    

Happy reading.




Zean sudah 2 jam menunggu freya keluar dari kantor guru,sepertinya kawan baiknya itu terkena masalah besar,freya memang sering sekali berbuat tindakan tanpa memikirkan 2 kali apa yang dia lakukan,tapi zean paham soal itu,freya hanya mencoba melindungi gadisnya.

"Halo kak"suara manis nan lembut itu memanggil nama zean,itu indira yang sudah berdiri disamping zean,

"Eh,kenapa?"tanya zean yang sudah berbalik menatap indira,

"Kaka dipanggil sama kak freya ditoilet sekolah"ucap indira hanya dengan senyum tipis,sudut matanya masih berair,

"Ohh,freya udah keluar?"indira mengangguk menjawab pertanyaan dari zean,indira berjalan lebih dulu menuju toilet sekolah,zean menatap gadis didepannya,rasanya zean tidak pernah melihat indira,pastinya dia dari luar kota.

"Tuh ka zeannya,sana bicara"ucap indira dengan nada datar pada freya dan segera pergi dari situ menuju kelas,nampaknya indira masih sangat marah pada freya,

Zean melihat percakapan singkat dari kedua pemuda itu dan berjalan kearah freya,tangannya terangkat menepuk2 pelan pundak freya.

"Gua serba salah,belain indira gua salah,biarin tuh cowok pasti juga gak mungkin,kenapa gua yang dilihat salahnya mulu yah"ucap freya dengan lesu,kedua tangannya dia lipat diatas dada dengan punggung yang dia sandarkan pada tembok toilet,

Zean menghembuskan nafas pelan,entah sudah berapa kali dia menasehati anak ini tetapi sikapnya tidak pernah dewasa sama sekali,

"Fre...ada tahap dimana lu harus ngaku kalau lu salah,lu harus ngaku salah walaupun lu bener"ucap zean dengan tatapan kearah wajah freya,

"Gak boleh sama sekali lu nunjukin kalau lu sakit hati,lu gak boleh sama sekali nunjukkin kalau itu lagi sakit hati sama seseorang,harus bisa kontrol emosi,dewasa fre,kita sama2kehilangan orang tua pas masih kecil,gak ada dukungan yang namanya orang tua,kita tuh harus dewasa sendiri...."zean melepaskan tangannya dari bahu freya,

"Segitunya jadi dewasa?paham terus pasrah aja gitu?"freya menaikkan satu alisnya menatap zean seolah tidak terima akan apa yang zean katakan,baginya kau harus melawan kalau tidak salah,kalau merasa sakit hati.

"Fre,dengerin gua bre,lu ingat ci shani,lu ingat ci gre,mereka tahu cuman hidupin lu....terus kasih kebutuhan,kasih sayang mereka itu ibarat penambah aja dari semuanya"zean memegangi kedua bahu freya,sedangkan freya hanya menunduk,

"Gini deh,kalau sekali lagi lu ngerasa udah hilang arah karena disalahin kiri kanan,pergi fre,jauhin semuanya walaupun siapa itu,tapi lu pergi bukan sambil nangis,pergi harus sambil senyum,tunjukkin kalau lu baik2 aja dan gak kenapa2 sama sekali"zean menepuk bahu freya dan berjalan pergi meninggalkan anak itu sendiri ditoilet,

Freya mencerna dalam2 ucapan zean,ada benarnya juga,dia harus bisa dewasa dan menerima semuanya,rasanya cukup sampai disini freya bertingkah seperti anak kecil,

Kedua tangannya menopang pada wastafel,dia menatap wajahnya sendiri dari pantulan cermin kamar mandi,lama dia merenung menatap wajahnya sendiri dari pantulan cermin hingga dia putuskan untuk masuk kelas lebih dulu,freya mencuci tangannya dan berjalan keluar dari toilet.














































*kringgg*bel pulang berbunyi panjang menandakan waktunya pulang sekolah,freya masih didalam kelas merapikan bukunya dan dimasukkan kedalam tas,sedari jam pelajaran pertama hingga terakhir dia masih teringat terus akan ucapan zean,apakah dewasa memang harus seperti itu?entahlah,freya sangat bingung sekarang ini.

"Kak fre!"seseorang meneriakkan nama freya dari kejauhan,dia berbalik menatap kearah orang yang memanggilnya,dipikirnya itu indira tetapi ternyata bukan,itu flora.

"Oh,kenapa flo?"freya membawa tasnya dipunggung dengan hanya satu tali yang dia gantungkan,

Flora yang sedari tadi berdiri diambang pintu menghampiri freya,kedua tangannya memegangi tali tas yang digantungkan pada bahunya,

"Kak,pulang bareng yuk"ucap flora,

"Aduh...bukannya aku gak mau flo,tapi ada indira,aku pulang sama dia soalnya"ucap freya,

"Yahhh.....terus aku gimana dong,mau nebeng sama siapa,mami papi aku lagi kerja diluar kota kak,supir aku juga lagi pulang kampung"ucap flora dengan wajah lesu,freya merasa kasihan pada gadis ini,ada baiknya dia bertanya pada indira terlebih dahulu,takutnya anak itu malah cemburu,

"Yaudah ayok flo,tapi aku tanya indira dulu kalau boleh atau gak"flora yang merasa telah berhasil membuat freya pulang dengannya hanya tersenyum senang,flora yakin pasti dengan mudah semuanya bisa dia dapatkan,termasuk freya,

"Yaudah ayok kak fre"flora menggandeng tangan freya dengan sengaja,freya sendiri tidak masalah dengan itu,toh hanya gandengan.

Tanpa freya sadari,indira sudah pulang sendiri dengan angkot sedari tadi,dia masih marah besar pada freya karena sikapnya yang terlalu posesif dan obsesi pada indira,jadi sebagai hukumannya indira akan merajuk pada freya,anak itu pasti akan kapok.

"Ini indira kemana sih,haduh jangan2 ngambek lagi"freya mengacak2 rambutnya yang semula tersisir rapi dengan frustasi,matanya melirik kesegala arah mencari keberadaan gadisnya itu,jangan sampai gracia dan shani tahu kalau freya telah melakukan kesalahan hingga indira marah besar,bisa2 dia didiamkan oleh 1 tuan putri dan 2 bidadarinya,

"Kenapa kak fre?"flora bertanya dengan kepala yang agak dimiringkan menatap freya yang nampak gelisah,freya berjalan kesamping motornya,kearah agak jauh,keluar pagar,mondar mandir seperti setrika.

"Indiranya gak ada yah kak?"lagi dan lagi pertanyaan flora tidak digubris sedikitpun oleh freya,pemuda tampan ini hanya sibuk berjalan dengan cemas keluar pagar dan masuk lagi,

"Kalau gak ada mending pulang aja kak,jangan2 indira udah duluan"ucap flora yang membuat freya berhenti berjalan kesana kemari,kepalanya memutar menatap flora,

"Umm....yaudah deh flo,ayo kita pulang aja"freya menaiki motornya kemudian memakai helmnya,nampaknya gadis ini tidak bisa naik keatas motor sport freya yang lumayan tinggi,

"Mau dibantuin gak flo?"flora menggeleng keras menjawab pertanyaan freya,

"Gak usah kak,bisa ini"tinggi sekali gengsi gadis ini,berbeda jauh dengan tinggi badannya.

Freya menurunkan kembali standar motornya,flora agak bingung sampai freya mengangkat tubuhnya mungilnya dengan mudah dan dia letakkan dijok belakang,gadis ini nampaknya shock dengan kejadian barusan,

"Udah kan?nahh kita jalan,tutup mulutnya biar gak kemasukan lalat"kekeh freya dengan tangannya yang menekan dagu flora keatas membuat mulutnya yang semula terbuka kecil menjadi tertutup rapat,

"Pegangan dong....masa gak pegangan"freya menggoda flora yang membuat pipi gadis ini makin bersemu merah,dengan jahilnya freya menarik gasnya membuat flora hampir saja terjatuh yang membuat dia sekarang memeluk punggung freya dengan erat,

"Ishhh!kak fre!"flora memukul pelan bahu freya sedangkan freya sendiri hanya tertawa pelan,dia lupa tidak seharusnya bersikap seperti ini pada wanita lain,dia lupa pesan shani.





Segitu aja dulu yah,absen yang belum tidur☝️








LOVE A BASTARDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang