Liburan (21+)

28.7K 72 0
                                        

Setelah banyak pertimbangan dan banyak diskusi beberapa minggu. Akhirnya Regal dan Abel memutuskan pergi liburan ke luar negeri, Swiss.

Ini akan menjadi liburan pertama bagi Aurora, mereka juga banyak mempertimbangkan soal kesehatan putri kecil nya.

Setelah hampir 2 minggu Abel dan Regal mengurus paspor dan visa, akhirnya besok bisa terbang ke negara Swiss.

"Akhirnya kita liburan, terakhir ke Jepang kan mas waktu kita honeymoon" ucap Abel bersemangat sambil mempersiapkan pakaiannya.

Mereka telah mempersiapkan banyak pakaian hangat karena disana sedang turun salju.

"Kamu pasti happy kan, aurora? bentar lagi liburan, yeayyy.. " Ucap Abel sambil menoel pipi gembul anaknya.

Aurora tampak sibuk dengan mainan di tangannya, "Itu mah kamu kali yang happy, Aurora mana ngerti" celetuk Regal yang tengah merapikan jenggotnya.

"Hehehe.. udah kamu fokus aja tuh rapihin jenggot "

--------

Di pagi hari, Abel sibuk memastikan semua barang untuk Aurora telah masuk kedalam koper.

“Mas, sudah siap? Jangan lupa paspor Aurora,” kata Abel sambil memakaikan jaket hangat pada Aurora yang sibuk bermain dengan mainannya.

“Sudah, Sayang. Aurora juga sudah terlihat seperti turis kecil,” jawab Regal sambil mengangkat Aurora yang kini mengenakan topi kecil berwarna merah.

Di perjalanan menuju bandara, Aurora terus mengoceh, membuat suasana mobil penuh tawa. Abel memotret Aurora yang tersenyum ceria sambil memandang keluar jendela.

-----

Setelah perjalanan panjang dari Indonesia, pesawat mereka akhirnya mendarat di Bandara Zurich, Swiss. Udara dingin langsung menyambut ketika mereka keluar dari terminal. Aurora, yang nyaman berada di gendongan Abel, mengenakan jaket tebal berwarna pastel lengkap dengan topi berbulu, tampak penasaran dengan suasana baru di sekitarnya.

“Selamat datang di Swiss, Sayang,” ucap Regal dengan senyum lebar, menarik koper besar mereka sambil melirik Abel yang sibuk menghangatkan Aurora.

Abel tertawa kecil. “Aurora pasti bingung, baru pertama kali merasakan dingin seperti ini.” Ia mencium pipi Aurora yang merah karena udara dingin.

Setelah melewati pemeriksaan imigrasi, Regal memesan taksi untuk mengantar mereka ke hotel di pusat Zurich.

Dalam perjalanan, Regal menunjukkan berbagai gedung khas Swiss yang tampak indah dan tertata rapi. Pohon-pohon cemara yang tertutup salju berbaris di sepanjang jalan, menambah kesan magis. Aurora terus menunjuk ke luar jendela sambil mengoceh kecil, membuat Abel tersenyum hangat.

“Mas, lihat Aurora. Dia seperti tahu kita sedang liburan,” ucap Abel sambil menggenggam tangan Regal.

Regal tersenyum dan mengangguk. “Dia tahu kalau ini momen spesial. Nanti kita bawa dia main salju.”

Setibanya di hotel, mereka disambut dengan keramahan khas Swiss. Hotel tempat mereka menginap terletak di tepi sungai Limmat, dengan pemandangan indah kota Zurich yang berselimut salju.

“Kamarnya luar biasa, Mas,” ujar Abel sambil melihat balkon yang menghadap langsung ke pegunungan Alpen.

Regal mendekati Abel dan memeluknya dari belakang, mencium pipi Aurora yang tertawa kecil. “Hanya yang terbaik untuk kalian berdua.”

Setelah beristirahat sejenak, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di kota Zurich. Dengan Aurora di kereta dorong, mereka menyusuri jalanan berbatu di Old Town (Altstadt), sebuah area yang penuh dengan bangunan bersejarah dan kafe-kafe kecil.

OM REGAL (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang