chapter 51 ✅

4.3K 259 14
                                        

Setelah di rasa bahwa Leo sudah tidak terpengaruh oleh obat Arlan akhirnya pulang ke mansion tepat pukul tiga.

Saat ia melangkahkan kakinya menuju ke arah tangga ternyata di ruang keluarga sudah ada seluruh anggota keluarga nya termasuk keluarga Delon dan Candra.

Ia memilih mengabaikan nya dan berjalan menuju tangga, namun suara lembut ana menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah mereka, ia mengangkat sebelah alisnya seolah mengatakan 'kenapa?'

"Sini duduk dulu Ar" pinta sang bunda.

Arlan menurut, lalu ia duduk di antara Ana dan Reynand. Ia bisa merasakan jika atmosfer di ruangan itu seketika berubah menjadi mencekam, seluruh anggota keluarga nya menatap ke arah Arlan dengan tajam.

"Dari mana?" Tanya Reynand.

"Luar"

Reynand menghembuskan nafas lelah "iya kami tau, tapi kamu dari mana tengah malem sampe jam segini baru pulang hmm?"

"Ada urusan" Balas Arlan.

Arlan merasakan jika ia ditatap sangat tajam oleh seseorang di pojok sana, Arlan menoleh ke arah orang itu.

"Apa yang ada di lehermu itu arlan?" Tanya Arsen.

Arlan memegang lehernya. Sial!! Dia lupa. Semua orang langsung menoleh ke arah leher arlan. Benar, di sana terdapat bekas gigitan?

"Tidak ini bukan apa apa"

"Jawablah dengan jujur Arlan" Ucap Delon.

"Aku mengantuk jadi nanti pagi saja, kalian istirahatlah" Ucap Arlan, lalu ia beranjak dari sofa dan berjalan ke arah tangga dan naik, sesuai niatnya tadi.

Anak dari Delon, Candra dan juga Reynand saling menoleh lalu tak lama mereka beranjak dari duduknya.

"Mau kemana kalian?" Tanya Candra.

"Arlan"

Mereka akhirnya berjalan menuju ke arah lift, sesampainya di depan kamar Arlan mereka segera masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Tidak, mereka tidak melihat Arlan yang sedang tertidur di atas ranjang, namun mereka mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, jadi mereka memutuskan untuk menunggu Arlan di sofa dan di karpet yang terdapat di kamar itu.

Sedangkan disisi Arlan, ia sedang berada di depan kaca kamar mandi sambil menggerutu kesal akibat kejadian tadi, lagipula kenapa Leo malah menggigitnya!!

"Mampus lo Ar, eumm gimana gimana rasanya digigit kayak gitu? Sakit gak?" Ucap zayyan dengan nada mengejek.

Arlan berdecak dan tidak membalas ucapan Zayyan. "Gue gak nyangka kalo mereka bakalan ngumpul di sana dan kenapa gue malah lupa buat nutupin bekas gigitan Leo tadi, kenapa juga lo engga ngingetin?" Arlan mengacak ngacak rambutnya frustasi, apakah bunda nya menyangka jika ia melakukan hal yang tidak tidak?

Arlan menghela nafasnya berusaha untuk tidak mengingat kejadian tadi, ia membenarkan rambutnya setelah di rasa benar ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang bertengger di lehernya.

Wajahnya menggelap kala melihat jika semua sepupunya berada di kamarnya jangan lupakan kehadiran Crish, Devan Devon dan juga yang paling sering ia temui Alex.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" Tanyanya.

"Kami hanya meminta kepastian padamu Ar, sebenarnya apa yang kau lakukan tadi?" Tanya Samudra.

"Nanti saja aku ceritakan besok, aku ingin tidur dulu" Balas Arlan.

"Ceritakan secara singkat saja" Pinta Arsen.

Arlan (Selesai Dirombak)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang