Two boys mama

1.3K 120 2
                                        






TYPO


"Kalo ditanya soal dedek... i don't have any words, mamah loves dedek so much, mamah feel so gratefull to be mamah nya dedek, mamah bahagia punya anak seperti dedek, mamah senang punya anak yang baik hati seperti dedek, tidak pernah sekalipun dedek berteriak pada mamah, dan mamah sangat-sangat terharu akan itu, em... every mamah thinks about dedek, mamah feels so sorry cause i'm not a perfect mom for you, i know that but i always trying my best for you, dedek hadir benar-benar disaat hubungan papah dan mamah sangat baik, so yeah you are the one of the best gift we ever had, emmm... mamah gak bisa gambarkan betapa mamah sangat sayang sama Jenoval, setiap kalanya Jenoval berfikir bahwa mamah lebih sayang sama mas, no... Jenoval harus tau sayang mamah kepada Jenoval dan mas Mark itu sama, mamah cinta keduanya lebih dari seisi dunia"

"I just want you win the life, you know sayang, selama papah dan mamah belum bisa memastikan Jenoval memenangkan hidup, selama itu juga Jenoval masih menjadi bayi kecilnya papah dan mamah, mungkin Jenoval berfikir kenapa mamah selalu mamaksa Jenoval agar seperti mas, mamah tau mamah salah, seharusnya mamah bisa observasi anak mamah, seharusnya mamah bisa kasih jalan keluar untuk Jenoval, mamah feel so sorry, tetapi yang menjadi kebanggaan mamah adalah, Jenoval bisa bangkit, Jenoval menemukan pintu itu. So proud of you dedek, emmm... mamah tau banyak yang dedek lewatkan hanya untuk menyenangkan papah dan mamah, feels so hurt to know that Jenoval, itu akan menjadi rasa bersalah yang membekas buat mamah mungkin sampai mamah mati, harusnya dedek bisa menjadi apa yang dedek mau, maaf papah dan mamah menjadi egois buat dedek"

"Mamah tau setiap hari Jenoval belajar ikhlas menerima, dan Jenoval bisa mengatasinya dengan baik. I love you to the moon and back my baby Jenoval Arsya"

.
.
.

"I describe you as a journey of life, you know? You are the starting point where my life actually begins, emm... mas ada disaat dunia mamah tidak bisa dikatakan baik-baik saja, i broke up with my boyfriend, your dad of course, emm.. yeah, semua hal-hal buruk menyerang pikiran mamah saat itu, I don't want you there at that time, mamah merasa hadirnya Mark saat itu adalah petaka yang akan semakin merusak hidup mamah yang sudah rusak, before I knew it, you were my life saver, kalo saat itu mas gak ada, mamah gak akan tau mamah akan hidup seperti apa. Tapi meskipun begitu, mamah tidak pernah sekalipun menghadapi hari yang mudah, kamu tau? satu-satunya hal yang membuat aku bertahan sejauh itu adalah kamu, gak ada hal yang bisa mamah genggam, gak ada satupun orang yang bisa mamah percaya akan selalu ada bersama mamah, bahkan papah kamu sekalipun, cuma kamu, cuma kamu yang aku punya waktu itu. Setiap hari, setiap malam hanya ada mamah dan kamu diperut mamah, kita mengobrol meskipun mas cuma bisa berinteraksi dengan mamah dengan tendangan kecil, but i know how you respect me as your mom. Mamah selalu merasa bersalah sama kamu karena bawa kamu dalam keadaan hati yang suram, hati yang sedih, mungkin orang-orang gak akan tau itu, mereka cuma liat senyum dan tawa mamah, tapi mas tau apa yang sebenarnya mamah rasakan, itu kenapa dulu mas tidak banyak meminta dan bertingkah, how bad I am to be your mom. Semua yang mamah makan adalah kemauan mamah, semua ngidamnya adalah karangan mamah, sementara kamu menerima apa yang mamah berikan"

"Banyak hal yang gak bisa mamah bagi ke papahmu meskipun papah selalu siap siaga mendengar, ada beberapa yang hanya bisa mamah simpan sendiri namun pedihnya kamu akan selalu tau karena kamu ada didalam diri mamah, mamah selalu menyesalkan itu, mamah gak mau kamu sedih, mamah gak mau kamu membenci mamah ketika nanti kamu merasa, kamu adalah alasan mengapa hati mamah mendung, tapi disetiap hari yang sulit itu mamah bersyukur kamu memilih untuk tetap bersama seorang wanita tidak siap ini, mamah tidak pernah siap nak, mamah hanya belajar hari ke hari, mamah tau bersama mamah tidaklah sempurna, tapi setelah memiliki kamu hidup mamah menjadi sempurna"

"Dari kamu mamah belajar, harta sama sekali bukan uang, yang berharga sama sekali bukan berlian, anak mamah adalah hal yang tidak akan pernah bisa ditukar dengan apapun bahkan dengan nyawa kami, mamah tau papah pasti setuju dengan yang satu ini. Jika saat kehadiran Jenoval hubungan papah dan mamah benar-benar baik, saat kehadiran kamu, adalah awal hubungan itu menjadi benar-benar membaik, Mark adalah takdir, wujud nyata dari tali merah yang mengikat papah dan mamah, kami memutuskan kembali bersama bukan semata karena kehadiran kamu, namun karena cinta nya ada, tetapi kalo bukan karena kamu, kami gak akan pernah menyadari keberadaan cinta itu"

"Kami memetualangi hidup bermodalkan tekad dan nekat, resiko apapun kami terima asal tidak mengganggu tumbuh kembangmu, setajam apapun belati yang menusuk kami, kami tak apa asal jangan sedikitpun mengenai kamu, bisa dibilang saat itu papah dan mamah hidup cuma buat mas, gak pernah memikirkan diri sendiri, kecuali mungkin papah yang juga memikirkan mamah, dan sebaliknya, kami cuma punya kami, dan kamu cuma punya kami, dan kita cuma punya kita. Papah dan mamah benar-banar memulai semuanya dari bawah, dan mas adalah saksi kerasnya dunia waktu itu, tapi papah dan mamah gak akan pernah membiarkan mas merasakan sedikitpun benturannya"

"Mas tau? papah bekerja siang dan malam, memeras otak dan keringatnya dengan tekad kamu harus punya kehidupan yang baik, kamu harus sekolah setinggi mungkin, kamu harus punya mainan yang bagus, kamu harus makan makanan yang enak dan sehat. Sementara mamah menjaga Mark dirumah, memastikan Mark tetap hangat dan nyaman. Gak ada satu hal pun yang papah dan mamah pikirkan kecuali harus memberikan hidup sempurna untuk satu-satunya terang dihidup kami, yaitu mas Mark. Tidak akan pernah kami biarkan kamu tau bahwa dunia itu keras, dunia itu jahat"

"Seiring berjalannya waktu, kamu semakin tumbuh besar, mas menjadi anak kebanggaan papah dan mamah, mas anak baiknya papah dan mamah, mas menjadi contoh yang baik buat adik-adik mas, mamah dan papah tau beban yang mas pikul sebagai anak pertama sama sekali tidaklah ringan, tetapi papah dan mamah tau, mas mampu, mas adalah anak yang kuat. Terima kasih buat anak sulungnya mamah dan papah, kalo bukan dengan mas Mark, mamah gak akan pernah menemui titik sempurna ini"

LOVE MAMAH ❤️

50-100% from Hey Ex!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang