Part 35 "Wellcome to the world baby boy"

10.8K 375 65
                                        

Halo guys, hehe, maaf ya udah ganti tahun aja ga update-update.

Aku sebelumnya minta maaf bgt karena gantung, tapi sudah aku putusin buat langsung bikin ending dari cerita ini, kurang beberapa bab lagi ya.

*****

Tepat pada pukul sebelas malam Felisa mencapai pembukaan terakhirnya dan saat ini kondisi wanita itu cukup berantakan, menahan sakit luar biasa di perutnya yang seperti diperas habis-habisan. Tidak ada kalimat-kalimat centil yang keluar dari bibir pucatnya seperti dua jam sebelumnya, yang ada hanyalah desisan sakit dan cengkraman kuat pada lengan suaminya.

"Sakit ya sayang, kuat ya," bisik Arvin pelan, pria itu menatap istrinya kasihan.

"Mas aku pasti bisa, kan?" tanya Felisa yang tidak mempercayai dirinya sendiri.

"Bisa, kamu pasti bisa sayang." balas Arvin lembut, menyembunyikan kekhawatiran yang sebenarnya sangat kentara sekali.

Felisa tersenyum tipis menatap mata Arvin yang berkaca-kaca, suaminya itu takut dia kenapa-kenapa dan dia sangat memahami hal itu. Dengan pasti tangan lentiknya itu meraih pipi suaminya untuk ditangkup kemudian tersenyum percaya diri seolah sakit yang dia rasakan bukanlah apa-apa.

"Jangan khawatir, aku pasti bisa lahirin anak kita dengan selamat." ucapnya bersamaan dengan dokter yang akan menemaninya bersalin.

Arvin mengangguk dan menghapus air mata yang menggenang di pelupuk matanya sendiri, mulai membantu mengatur posisi yang nyaman untuk istrinya bersalin, menemaninya sambil merapalkan doa yang baik agar semuanya berjalan lancar dan selamat. Arvin lumayan khawatir karena tidak ada keluarga yang membantu berjaga disini tapi dia cukup bersyukur karena setidaknya dia tidak akan memancing kepanikan keluarga lainnya.

"Sekarang sudah boleh mengejan ibu, sudah bisa kan?" tanya sang dokter yang diangguki oleh Felisa.

Wanita itu ingat betul tatacara mengejan yang benar dan mempraktekannya secara hati-hati dan pasti, tidak menyerah pada tarikan pertama dia terus mencoba pada tarikan kedua dan ketiga. Sungguh tidak pernah terbayangkan bagi Felisa bahwa dia akan merasakan sakit yang teramat sangat, dia benar-benar merasakan apa yang mamanya rasakan dahulu.

"M-mass..." desisnya sambil mengejan yang keempat.

Arvin yang melihat semua proses itu tidak aanggup menahan air matanya, bagaimana kepala bayi mereka keluar dan bagaimana usaha istrinya mengeluarkan tubuh mungil yang menyempurnakan keluarga mereka. Demi Tuhan, dia tidak akan pernah menyakiti istrinya dalam kondisi apapun karena demi memberikan keturunan untuknya wanita cantik itu berjuang keras antara hidup dan mati.

"Kamu bisa sayang, kamu bisa," bisik Arvin sambil sesekali mengecup puncak kepala Felisa.

Tidak butuh waktu lama bayi mereka lahir berkat kegigihan Felisa yang mengikuti instruksi dokter dengan baik dan benar, perut yang tadinya begitu besar kini sudah berangsur mengecil setelah bayi mereka lahir. Arvin tersenyum haru melihat buah hatinya telah lahir dengan selamat menyorakan lengkingan tangis yang nyaring membuat Felisa juga tertawa haru.

"Mas anak kita lahir," ujar wanita itu dengan air mata yang menetes melalui sudut matanya.

"Terima kasih sayang, terima kasih..." ucap Arvin dengan suara gemetar sambil memeluk Felisa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 17, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AMOUR (Mr. Pradipta)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang