Seorang anak kecil dengan pakaian kumuh dan rambut berantakan serta lepek, baju yang sudah banyak bekas tambalan dan juga wajah yang di penuhi debu tidak lupa dengan banyaknya memar di tubuh nya
Anak itu di kawal oleh dua orang berpakaian hitam dengan memegang tongkat, memerintahkan nya untuk berjalan dengan tongkat yang mereka pegang, anak tersebut hanya bisa ketakutan
Kini ia sudah berada di satu ruangan, ruangan yang cukup mewah dengan satu kursi yang tinggi dan mewah, terdapat seseorang bertubuh tegap, mata tajam dan wajah yang memiliki bekas jahitan di pipinya, ia memainkan jari jarinya di atas meja yang terdapat di dekat kursi nya, menatap anak tersebut dengan tatapan yang remeh
"Sungguh malang kau anak manis"
"Selama hidup mu hanya hidup di jalanan"
"Dan kini kau telah masuk ke dalam kandang singa" ucap nya dengan kekehan di akhir kalimat nya
"Berapa usia mu" tanya orang tersebut dengan lantang, namun tidak di respon oleh anak kecil tersebut
"JAWAB.."
Karna anak tersebut tidak menjawab salah satu orang yang berada di samping nya tadi langsung mengayunkan tongkat nya ke pinggang anak kecil tersebut, membuat anak kecil tersebut terjatuh
"Hiks..."
"DIAM" ucap orang tadi
"Hikss"
Semakin anak tersebut menangis semakin ia mendapatkan pukulan dari tongkat tersebut
Orang tersebut mengangkat tangannya sebagai simbol untuk pengawal nya menghentikan siksaan tersebut
"Sekarang jawab"
"Li-lima ta-hun....hikss"
Orang tersebut tersenyum dan menyuruh dua pengawal tadi untuk keluar meninggalkan dirinya dengan anak kecil tersebut
Dia berjalan mendekati anak kecil tersebut, "siapa nama mu" tanya nya
"Rio"
"Mulai sekarang nama mu Kanza, dan kamu akan saya angkat menjadi anak angkat saya"
"Namun anda harus melakukan sesuatu"
***
"Lihat dia" ucap orang tersebut memperlihatkan foto yang sangat besar di ruang tamu
"Siapa dia"
"Dia adalah musuh saya"
"Anak kecil itu" tunjuk nya
"Benar, kesalahan nya karena sudah terlahir di dunia ini, dan membuat terancam makhluk halus"
"Makhluk halus"
"Benar, saya harus melindungi mereka karna mereka lah sumber kekayaan saya ini"
"Kamu cari keberadaan nya"
Orang tersebut melihat Kanza dengan sangat mantap. "Saya lupa, nama saya raksa, kamu bisa panggil saya tuan. Paham" ucap nya
"Paham" ucap anak kecil tersebut
"Anda akan melakukan sedikit latihan"
***
Kanza berlari ke sekeliling rumah entah lah ia sudah melakukan ini tanpa henti sejak pagi tadi
Berbagai latihan telah ia lakukan banyak nya kekerasan sudah ia terima, cambukan, pukulan dan juga cacian. Hidupnya sedari kecil hanya untuk latihan dan menerima perintah dari raksa
Salah satu tujuan raksa ialah menemukan anak yang bernama Gibran sebelum usia nya 18 tahun
Kanza tumbuh menjadi pria tampan dengan kulit putih yang indah, karena latihan yang keras ia kini telah menjadi pemuda yang sangat keren, tubuh tegap, memiliki tubuh idaman
Tugas Kanza belum selesai, kini ia lebih di fokuskan dengan ramuan ramuan ghaib yang dapat menangkal, menyembuhkan atau pun melumpuhkan lawan, ya dia di tugas kan untuk menghafal segala mantra, ramuan karna itu adalah salah satu cara untuk menghentikan Gibran
Ketika melaksanakan tugas, Kanza masih terus mencari hingga akhirnya ia menemukan sesuatu di sosmed yaitu tentang jasa penangkap hantu dengan nama Gibran, ia bahagia, namun ia tak berhenti di situ ia masih harus memastikan bahwa itu benar lah Gibran
Kemudian ia mulai mengikuti Gibran secara diam diam, mulai dari sekolah dan juga kontrakan Gibran
Hingga akhirnya Kanza menemukan satu bukti bahwa itu benar benar Gibran yang ia cari, ia tersenyum dan menghadap kepada raksa
"Ini tuan" ucap nya menunjukkan foto Gibran
Raksa tersenyum bahagia ia mendekat dan merangkul Kanza
"Good job, saya tau anda sangat berguna" ucap raksa
"Terimakasih tuan"
"Sekarang tugas kamu dekati dia, dan berikan ini ke tubuh nya" memberikan satu ramuan
"Tapi tuan ini ramuan W ramuan untuk menyakiti mata, jantung atau organ dalam"
"Itu rencana nya Kanza, saat ulang tahun nya dua hari lagi kamu bawa dia ke alamat ini dengan kondisinya tidak sadarkan diri"
"Tapi untuk apa tuan"
"Saya membutuhkan matanya, karena sumber masalah nya ada pada matanya"
"Tapi"
"Jika kamu ragu, maka mata kamu yang akan saya ambil"
"Baik tuan saya akan melakukan perintah anda"
Bersambung
