bab 36 kebenaran

415 58 18
                                        




"Alhamdulillah berhasil" ucap Rasya ketika akar akar itu terlepas dari tubuh pria tua yang ia lihat

"Yaudah yuk om" ucap Rasya menarik tangan orang tersebut namun orang tersebut tetap pada posisinya

"Om?"

"Pergilah tanpa saya"

"Tapi..."

"Jika saya pergi putra saya dalam bahaya" ucap orang tersebut

"Putra om?"

"Om jangan buang buang waktu saya, saya harus menyelamatkan sahabat saya" ucap Rasya

"Pergilah"

"Tidak tanpa om"

"Om denger saya ngerti perasaan om. Pasti om cemas dan tidak terima anak om dalam masalah kan, tapi om apa om sendiri tau kondisi sebenarnya anak om" pertanyaan dari Rasya membuat pria tersebut berfikir

"Om tidak akan tau gimana kehidupan nya, dan apakah semua yang om harapkan sesuai dengan yang om rencanakan"

"Kamu benar" ucap nya lalu hendak keluar dengan Rasya

Brakk

Tiba tiba tubuh mereka berdua terhempas hingga mengenai pohon tadi

"Hahahha...kau melanggar perjanjian Gani" ucap sosok yang begitu besar, karna Rasya pertama kali melihat sosok tersebut tentunya ia sedikit merasa merinding

"HAHAHAHA...tak papa hari ini anak mu akan menjadi milikku" ucap sosok tersebut

"Maksud mu"

"Istri mu dan beberapa manusia yang berada di bawah kendaliku sedang membawa putra mu ke puncak. HAHAHAHA"

"SIAL.....KAU MELANGGAR PERJANJIAN" teriak Gani emosi

"HAHAHAHA......Dasar manusia tidak suka berkaca....bukan kah kau juga hendak melanggar perjanjian" ucap nya

"Gani.... Karna saya berhutang atas darah darah mu selama ini, saya akan berikan kau sekali kesempatan melihat putra mu"

Sosok tersebut membentuk sebuah asap yang memperlihatkan tiga orang dimana satu orangnya lagi berada di gendongan pemuda

"Gibran" ucap Rasya

"Kamu kenal nak" tanya Gani

"Dia sahabat aku om"

"Berarti sahabat mu. anak om" ucap Gani mulai gelisah

"HAHAHAHA.... sebentar lagi" ucap sosok tersebut menghilang

"Arghh om kita harus lepas dan selamatkan sahabat saya" ucap Rasya mulai gelisah dan mencari jalan keluar

"Om ayoo" ajak Rasya

"Kenapa?" Tanya Gani

"Om?"

"Kenapa saya bisa sebodoh ini percaya dengan sosok jahat" ucap Gani mulai menyesal

"Om sekarang bukan waktunya buat menyesal kita harus selamatkan Gibran, sahabat aku. Putra bungsu om" ucap Rasya

"Bagaimana, di sini ada penghalang kita tidak bisa keluar begitu saja" ucap Gani

"Bisa" ucap Rasya yakin

"Dan kalau pun bisa sudah terlambat, sosok itu adalah raja dari para mahkluk halus, jika ia mendapatkan tenaga dan energi anak om dia akan menguasai dunia ini, dan kita semua akan hidup dalam bayang bayang nya" ucap Gani

"Kenapa Gibran" ucap Rasya. Kemudian Gani Melihat Rasya

"Kenapa harus dia"

"Karena dia keturunan om. Dimana seluruh leluhur om adalah pemburu makhluk halus"

"Satu buku berisikan generasi ke 21 adalah puncak di musnahkan raja para makhluk halus"

"Dan karna itu Gibran di incar, jangan bilang Gibran adalah generasi ke 21 itu om" ucap rasya

"Iya dia generasi ke 21 itu" Rasya yang mendengar ucapan Gani mulai putus asa

"Gimana ini.....sahabat ku orang baik kenapa harus dia...dia sudah banyak menderita karena kemampuan nya sekarang kemampuan itu membawa nya ke gerbang maut" ucap Rasya

"Kita gagal" ucap Gani putus asa

Melihat Gani yang putus asa, membuat Rasya mendekati Gani, hal itu membuat Gani melihat Rasya dengan tatapan penuh penyesalan

Bughh

Rasya meninju pipi Gani dengan sangat kuat

"Apa ini"

"Gibran adalah orang yang tidak pernah takut dengan apapun" ucap Rasya dengan tegas

"Dia berani"

"Dan selalu berusaha menyelamatkan banyak orang"

"Apa ini"

"Kenapa papa nya mudah sekali menyerah" ucap Rasya kemudian memegang kerah baju Gani

"Apa anda sungguh papanya" tanya Rasya

"Jika iya selamat kan dia. Anda yang sudah menjerumuskan nya ke masalah ini"

"Selamatkan dia om" ucap Rasya

"Kamu benar, sekarang kita pukul penghalang ini, tidak peduli jika kita harus terluka" ucap Gani mau duluan

Dumm...dummm..dumm

Mereka berusaha terus memukul mukul penghalang tersebut berharap penghalang nya pecah

"Ce..pet lah" ucap Rasya

Duarr

Akibat penghalang itu pecah Rasya dan Gani terhempas keluar dengan kondisi tubuh sudah di penuhi darah

"Kamu tidak apa apa" tanya Gani pada Rasya

"Gak papa sekarang ayok ke puncak" ucap Rasya berlari dan di ikuti Gani


****

Fikri masih terus mencari penawar tersebut

"Hanya itu yang bisa menyelamatkan adik gua"

"Arghh sial.... Jangan sampai semuanya sia sia....usaha gua gak boleh sia sia" ucap Fikri




Bersambung

GHOST (✓ Ending)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang