_OBSESI_
"Ngapain lo di sini?!" Zeran terkejut saat sebuah suara terdengar di tengah kesunyian. Mendadak Zeran gugup mendapati Marsha di sana. Sejak kapan Marsha kembali? Mengapa cepat sekali?
"M-Marsha."
"Oh, lo udah tau sekarang?" ungkap Marsha, saat mendapati layar monitornya menyala menampilkan setiap sudut ruangan di rumahnya. Melihat Marsha begitu santai, membuat Zero agak terpancing dan mulai kesal. "Sha, kamu lakuin semua ini ke aku?" tanya Zeran sambil menunjukkan bukti layar monitor.
"Iya."
"Gila kamu Sha! Apa yang kamu lakuin ini ga bener! Aku ga nyangka kamu bakalan lakuin hal senekat ini, sampai ke hal pribadiku, kamu pantau?! Apa yang kamu pikirin Sha?!" Emosi Zeran seakan terpancing. Dirinya sudah tidak aka privasi lagi karena Marsha.
"Gue lakuin ini karna gue cinta sama lo, Ze! Gue cuma mau mastiin kalau lo ga bakal kabur dari pandangan gue," jelas Marsha.
"Tapi ga kayak gini Marsha! Ga sampai kamar mandi juga! Gila kamu, Sha! Apa yang ada di otak kamu itu gila!" Marsha mengepalkan tangannya kesal karena suara keras yang Zeran keluarkan. Dia tidak suka dibentak, apa lagi yang membentak adalah Zeran. "Turunkan nada bicaramu," kata Marsha.
"Kenapa?! Kenapa aku harus?!"
"Gue ga suka dibentak!"
"Aku juga ga suka dikekang kayak gini Marsha! Aku pengen bebas! Sudah cukup aku hidup seperti ini! Aku butuh kebebasan! Entah kesalahan apa yang aku lakuin di kehidupan sebelumnya sampai terjebak dengan perempuan gila kayak kamu, Sha! Aku pikir kamu perempuan baik! Aku dengan lapang dada masih menerima kamu walau pun tau kamu udah nyulik aku! Tapi ternyata perbuatan kamu udah sejauh ini Sha, aku ga nyangka sama sekali!" ungkap Zeran, mengeluarkan semua isi hatinya, dia semakin tak bisa mengontrol nada bicaranya. Suara tinggi sampai urat lehernya terlihat. Sebegitu emosinya Zeran saat ini.
"DIEM ZERAN DIEM! JANGAN BENTAK AKU! AKU LAKUIN INI BIAR KAMU CUMA JADI MILIK AKU!"
"TAPI GA DENGAN CARA INI MARSHA! MASIH ADA CARA YANG LEBIH SEHAT DARI PADA KAYAK GINI!"
Suara keras yang mereka berdua keluarkan membuat Ashel yang sedang menjaga Aldo yang pingsan, menjadi heran. Lantas dia pergi ke atas menghampiri sumber suara meninggalkan Aldo. Aldo bisa pingsan karena pukulan yang Marsha lakukan saat melihat adanya Aldo di depan pintu rumah. Tanpa pikir panjang dia mengambil potongan kayu yang entah dari mana lalu memukul belakang Aldo dengan keras membuat Aldo seketika pingsan.
Bagaimana Marsha bisa pulang lebih cepat, lebih tepatnya kembali pulang padahal belum sampai ke tempat tujuan. Itu karena Marsha yang tau dari CCTV yang tengah terjadi di rumah. Selain dengan monitor CCTV di rumah Marsha juga terhubung dengan ponsel Marsha. Jadi saat Marsha hendak mengecek keadaan Zeran, dia malah mendapati Aldo dan gerak-gerik Zeran yang mencurigakan. Langsung saja dia meminta Ashel untuk putar balik ke rumah.
"Ada apa ini?" tanya Ashel.
Zeran terkejut mendapati adanya Ashel di sini. Dia menatap Marsha dan Ashel secara bergantian lalu menyimpulkan pemikirannya sendiri. "Ashel? Oh, jangan-jangan kalian berdua sekongkol ya buat nyulik aku?! Orang-orang gila! Lo juga tau kalau Marsha masang kamera tersembunyi di setiap titik, sampai ke kamar mandi?!" kata Zeran marah.
Ashel tercengang, soal kamera tersembunyi Ashel sama sekali tidak mengetahui. Dia hanya membantu Marsha menyembunyikan Zeren, selebihnya dia tidak tau. "Sha, maksudnya apa? Lo masang CCTV?" tanya Ashel.
"Lihat!" Ashel mengikuti arah tunjuk Zeran pada monitor yang masih menyala. Ashel tak menyangka temannya ternyata sangatlah gila. Menculik saja sudah gila, malah ini sampai ke hal privasi. "Marsha?!"
"Sudah cukup dengan apa yang kalian lakuin ke gua. Gua cape! Gua ga bisa gini terus, gua harus pergi dari sini!" muak sudah Zeran dengan keadaan ini, dia berjalan cepat keluar ruangan.
"Zeran! Lo mau kemana? Lo ga bisa pergi ninggalin gue!" Marsha menyusul Zeran dengan cepat. Ashel mengacak rambutnya ikut merasa pusing dengan situasi rumit ini. Bagaimana kalau Zeran melaporkan keduanya pada Polisi setelah ini? Ashel jadi takut dan gelisah.
Zeran menuruni tangga dengan cepat. Sampai di ruang tengah dia malah mendapati Aldo yang tergeletak di atas sofa tak sadarkan diri. "Aldo?" Dia mendekat dan membangunkan temannya itu. "Do bangun Do. Lo kenapa?" tanya Zeran.
Marsha datang menarik tangan Zeran. "Kamu apain Aldo?!" Sentak Zeran. Dia sudah benar-benar muak dengan tingkah Marsha.
"Ga usah segitunya. Dia cuma pingsan," kata Marsha.
"Ga mungkin dia tiba-tiba pingsan gitu aja. Pasti kamu apa-apain," balas Zeran.
"Sudah dong, kalian jangan berantem," kata Ashel menengahi. Rasanya kepalanya pusing mendengar suara tinggi yang saling beradu.
"Lo, Ashel! Jaga artis lo ini biar ga ganggu gua. Pastiin dia ga ganggu urusan pribadi gua. Kalau lo bisa pastiin itu, gua ga akan laporin ini ke jalur hukum. Gua udah muak sama kalian," ungkap Zeran menggebu-gebu. Dia berusaha mengangkat Aldo, tapi Marsha menghalangi.
"Lo ga bisa pergi dari sini Zeran!"
"Kenapa ga bisa?! Aku punya hak buat bebas!"
"Lo lupa apa yang udah kita lakuin ha?! Lo harus tanggung jawab!" kata Marsha. Jangan lupakan kalau mereka sudah pernah berhubungan badan.
"Setelah apa yang kamu lakukan, kamu masih minta buat aku tanggung jawab?!"
"Lo udah janji!" Zeran menggelengkan kepala merasa pusing. Dia tak bisa berpikir sekarang, di keadaan seperti ini. Dia butuh ketenangan dulu agar bisa menyelesaikan masalah dengan baik-baik.
"Kita bahas ini nanti. Aku harus pergi dari sini." Zeran kembali mengangkat Aldo, sementara Ashel menahan Marsha yang terus berontak ingin menghalangi kepergian Zeran. "Udah Sha, semua udah berakhir. Kita jangan lagi bertingkah bodoh. Zeran bisa aja nekat laporin kita ke Polisi," kata Ashel.
"Jangan biarin dia pergi Shel. Ashel!" Marsha luruh ke lantai menangis meratapi kepergian Zeran. Dia tak bisa membiarkan Zeran pergi, tapi sekarang Zeran tak lagi ada di genggamannya.
Maap buat typo.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESI [END]
FanfictionSeorang Model sekaligus Artis yang terobsesi pada seorang Fotografer. Dengan ide gila agar bisa memiliki Fotografer itu, sang Artis menyekapnya entah sampai kapan. Start : 6 Oktober 2024 End : 29 Januari 2025
![OBSESI [END]](https://img.wattpad.com/cover/342577183-64-k164767.jpg)