_OBSESI_
Zeran kali ini tengah bersantai bersama Aldo dan temannya yang lain. Mereka masih di studio yang baru saja menyelesaikan pekerjaan, dan berarti mereka baru saja beristirahat. Aldo memakan keripik dengan satu tangannya memegang ponsel, tapi matanya sesekali melirik Zeran yang nampak asik bermain UNO bersama yang lain.
Aldo sebenarnya tengah mendapatkan misi penting dari seseorang, yaitu Ashel. Dia diminta untuk memata-matai Zeran, apa lelaki itu ada gerak-gerik tengah dekat dengan perempuan lain atau tidak. Sebenarnya juga Aldo ingin tau mengapa tiba-tiba Ashel memintanya melakukan tugas ini, tapi sebagai rekan kerjanya Aldo tak bertanya lebih jauh setelah Ashel menjawab kalau ada sesuatu yang penting.
"Setelah ini mari kita main truth or dare," celetuk Aldo.
"Kalian saja, gua setelah ini harus pergi. Ada janji dengan seseorang di luar," sahut Zeran. Aldo kembali memutar otaknya, padahal niatnya mengajak bermain ini agar dia tau, dengan siapa Zeran dekat sekarang. Namun, tunggu— "Lo mau pergi sama siapa? Tumben banget, kayaknya spesial nih," pancing Aldo. Yang lain jadi ikut menggoda Zeran jika benar dia akan keluar dengan orang yang spesial.
"Ah enggak, cuma temen biasa doang," jawab Zeran.
"Temen apa demen nih."
"Temen doang," jawab Zeran yakin sambil mengeluarkan kartunya. Aldo masih menatapnya penuh selidik, kemudian mulai mengirimkan informasi ini pada Ashel.
Ashel yang mendapatkan informasi itu langsung menatap artisnya yang sedang berkutat dengan ponselnya, katanya ingin memposting sebuah foto. Memikirkan tadi, Ashel langsung menebak kalau artisnya akan bertemu dengan Zeran, karna kebetulan sekali Marsha juga ingin pergi bertemu dengan seseorang, tapi Ashel tak tau siapa itu, karena Marsha tak menjelaskan secara jelas.
"Sha, lo beneran nanti mau pergi sendiri, enggak mau gue temenin aja?" tanya Ashel. Marsha memutar matanya malas, entah sudah berapa kali Ashel menanyakan hal ini, sampai dirinya hafal. "Iya Ashel, gue lama-lama cape denger lo tanya gini mulu. Gue nanti pergi sendiri dan stop tanya itu lagi ke gue," jelas Marsha yang sudah muak.
"Lagian lo ga jelasin sama siapa lo pergi, gue kan jadi khawatir. Kalau lo ada apa-apa gimana?"
"Gue udah gedhe, ga bakal kenapa-kenapa. Gue bisa jaga diri sendiri, beneran deh," jelas Marsha berharap managernya itu mengerti dan tak terlalu mengkhawatirkannya. Ashel menghela napas pelan lalu mengangguk. "Oke," jawab Ashel akhirnya.
_OBSESI_
Dengan menaiki taksi Marsha pergi ke sebuah restorant yang menjadi tempat dirinya bertemu dengan seseorang. Setelah memastikan dirinya cukup tertutup dan aman dari kejaran para fans, Marsha turun dari taksi lalu memasuki restorant. Untung saja dia sudah memesan tempat yang aman, dimana itu adalah ruang untuk beberapa orang yang memang membutuhkan ruangan khusus. Marsha langsung diarahkan ke tempat itu dan ternyata seseorang sudah menunggunya di sana. Marsha berjalan menghampiri lalu duduk.
"Sorry lama ya?" tanya Marsha.
"Enggak kok, baru saja," jawab seorang lelaki dengan senyuman ramah. "Apa kabar Marsha?"
"Baik. Lo apa juga apa kabar Doniel?" tanya Marsha balik.
"Baik juga," jawab Doniel. Doniel adalah lelaki yang sudah kenal dengan Marsha sejak masa Sekolah Menangah. Pertemanan yang terjalin di antara mereka cukup baik dan awet hingga sekarang. Doniel berhasil menjadi pengusaha sukses dan sering pergi ke luar negeri untuk pekerjaanya ini. Namun, hal itu tidak membuat keduanya asing. Jika sempat mereka akan bertemu untuk sekedar berbincang, seperti sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESI [END]
FanfictionSeorang Model sekaligus Artis yang terobsesi pada seorang Fotografer. Dengan ide gila agar bisa memiliki Fotografer itu, sang Artis menyekapnya entah sampai kapan. Start : 6 Oktober 2024 End : 29 Januari 2025
![OBSESI [END]](https://img.wattpad.com/cover/342577183-64-k164767.jpg)