_OBSESI_
Kali ini Zeran sedang berada di studio. Tidak ada kerjaan yang mengharuskan dia dan temannya memotret, jadi untuk mengisi waktu luang mereka membersihkan alat-alat pemotretan. Seperti Zeran sekarang tengah membersihkan lensa kamera ditemani dengan Aldo yang membersihkan kamera yang lain.
"Btw hubungan lo sama si Marsha gimana Ze?" celetuk Aldo yang mengingat temannya itu sudah sangat dekat dengan Marsha. Namun, belum juga dia dengar kabar-kabar hubungan yang terjalin diantara keduanya.
"Kita temen," jawab Zeran.
"Cuma temen? Tapi kalian berdua udah ga keliatan kayak temen, kalian udah kayak pacaran. Masa sampai sekarang lo masih belum juga jadiin dia pacar sih Ze?" tanya Aldo yang tak menyangka. Kalau dia jadi Zeran sudah pasti tak menyia-nyiakan kesempatan.
Zeran menghela napas pelan dan menghentikan kegiatannya. "Gua masih ragu Do, gua juga takut. Emang bener gua ga bisa bohongin perasaan gua sendiri, gua suka sama dia. Tapi gua takut buat naik ke tahap yang mengubah statud kita. Apa lagi dia artis, gua takut karirnya terganggu kalau dia pacaran sama gua," ungkap Zeran. Dia butuh pendengar dan saran untuk unek-uneknya ini.
"Sebenernya Zee, banyak kok artis yang pacaran sama orang yang ga satu profesi dan banyak yang udah go publik dan itu ga jadi masalah buat para fans."
"Ya bener, tapi enggak semua fans itu baik. Ada juga yang pastinya enggak terima dan akan nyerang kita. Kalau pun nanti gua bakal jadian sama Marsha, gua ga masalah kalau diserang sama fans Marsha, tapi gua ga mau mereka malah nyerang Marsha. Pasti itu bikin Marsha terganggu. Apa lagi setau gua, Marsha orangnya lembut gitu dibalik sifatnya yang memang nyebelin dan keras kepala. Hati mungilnya itu lembut banget, gua ga bisa bayangin nanti dia nangis kalau diserang banyak fans," ungkap Zeran yang membayangkan bagaimana susahnya Marsha nantinya.
Kalau Aldo pikir, benar juga. Banyak fans yang tak mau artisnya seperti memiliki kebahagiaan, contohnya memiliki pasangan. Padahal meretak tak bisa mengatur hidup Artis yang mereka idolakan, cukup mendukung yang terbaik itu yang sebenarnya dibutuhkan. Namun, beberapa orang seperti salah mengartikan. Dan Aldo mengerti kekhawatiran temannya ini.
"Tapi kalau ternyata si Marsha nunggu kepastian dari lo gimana Ze?"
"Gua juga gatau Do. Gua bingung. Sebenernya gua juga ragu, Marsha bener ada rasa sama gua apa enggak. Karna kalau dipikir dia cantik, terkenal gitu, masa bisa suka sama gua yang cuma orang biasa gini?" Jujur saja Zeran insecure kalau memikirkan hal ini. Padahal kan banyak lelaki yang sepadan buat Marsha; ganteng, terkenal dan kaya raya, tapi masa Marsha suka sama modelan kayak Zeran?
"Lu jangan merendah gitu dong, lu ganteng banyak yang suka. Kalau soal uang, lo juga kaya, ya meskipun masih berjuang ya. Tapi dah cocoklah sama Marsha. Cepet pepet si Marsha, kalau lo ga mau buat gua aja dah," kata Aldo. Zeran menatap sinis pada Aldo, mendengar kalimat terakhir yang Aldo katakan.
_OBSESI_
"Lo kenapa Sha, senyum-senyum sendiri? Sehat kan lo?" tanya Ashel yang menatap geli ke arah Marsha. Meskipun Marsha berpenampilan cantik bak model internasional, tapi kalau Marsha senyum-senyum sendiri seperti ini tentu Ashel harus mempertanyakan kondisi Artisnya.
"Lo pikir gue gila?" Marsha menatap sinis pada managernya yang semakin hari semakin menyebalkan.
"Siapa tau iya."
"Lo kali yang gila!"
"Iya, gila karena ngadepin lo yang gila."
"Lo gila, gue gila, semua aja jadi gila!" ucap Marsha yang melantur. "Sekalian aja si Pak Sopir ikutan gila."
"Sst!" peringat Ashel pada Marsha yang sembarangan ngomong. Sopir yang mengendarai mobil mereka diam-diam melirik ke belakang dari kaca atas, merasa dirinya ikut terseret dalam pembicaraan random perempuan cantik itu.
"Sorry," ucap Marsha.
"Lo abis dikasih apa sama si Zeran, sampai senyum-senyum ga jelas gitu? Inget ya, kerjaan lo hari ini ngehadirin toko tas ternama, lo harus nunjukin senyum profesional bukan senyum yang aneh kayak gini."
"Senyum gue aneh darimananya sih Shel? Orang cantik kayak gini kok," sahut Marsha tak terima. Memangnya salah kalau dirinya senyum-senyum gitu? Padahal tidak merugikan Ashel juga. Ashel memutar matanya malas. "Beneran deh, lo bahagia banget kayaknya. Jadian ya sama Zeran?" tebak Ashel.
"Belum. Tu cowo lama banget geraknya, gemes gue!"
"Jangan-jangan Zeran sebenernya ga suka sama lo, Sha, dia cuma menghargai perasaan lo doang selama ini." Marsha langsung melayangkan tatapan tajam pada Ashel, tak suka dengan apa yang Ashel katakan. "Ngomong sekali lagi, gue dorong keluar mobil!" ancam Marsha.
"Oih seremnya. Bercanda kali Sha. Ya lagian kalian ga buruan jadian, takut kalau ternyata si Zeran diem-diem punya cewe lain. Dia kan ganteng, ga mungkin ga ada yang suka," pikir Ashel.
"Ga bakalan ada yang bisa deket sama Zeran. Dia tuh jodoh gue. Mau dia kemana aja gue bakalan tau, jadi ga mungkin kalau dia punya cewe lain," kata Marsha dengan percaya diri sembari membalas pesan Zeran bahwa dirinya sebentar lagi akan sampai. Marsha juga cukup bersemangat sekarang, karena Zeran akan turut hadir melihat Marsha. Dia akan rela berdesakan diantara fans Marsha, demi memberi semangat.
"Emangnya lo cenayang bisa tau Zeran mau kemana aja dan dengan siapa aja?"
"Gua lebih dari cenayang Shel." Ashel menatap aneh pada artisnya itu. Sebegitu sukanya kah Marsha dengan Zeran? Memang ya, cinta itu berhasil mengubah bagaimana sikap seseorang.
_OBSESI_
Banyaknya orang yang hadir demi melihat artis yang diidolakan membuat jalanan depan toko yang Marsha tempati agak susah dilalui. Marsha sudah di dalam sana, memamerkan beberapa tas keluaran terbaru kepada orang-orang yang melihat dari balik kaca toko. Ada beberapa yang di dalam, tapi hanya orang tertentu saja. Marsha tersenyum saat kamera menyorot ke arahnya hendak mengambil gambar.
Zeran datang dengan topi yang dikenakan. Dia membelah banyaknya orang, demi bisa sampai di depan, melihat Marsha, pujaan hatinya. Dia tersenyum ke arah Marsha saat mata mereka berhasil bertemu. Zeran melambaikan tangan lalu mengangkat ponselnya hendak mengambil gambar Marsha.
Tanpa sadar interaksi mereka menarik salah satu fans yang tak sengaja melihat. Dia diam-diam pun merekam itu. Namun, disisi lain kehadiran Zeran yang berada diantara perempuan cantik justru menarik perhatian mereka. Apalagi ada perempuan cantik yang tak segan meminta foto dengan Zeran, yang juga kebetulan kenal kalau Zeran adalah fotografer yang sempat viral karena Kathrin.
Tentu saja semua itu tak luput dari mata Marsha, dia menahan kesal, harus juga mempertahankan senyumnya karena banyak kamera yang menyorot. Dia tak suka dengan apa yang dilihat dan membuatnya cemburu. Mood Marsha rusak, tapi dia harus mempertahankannya sampai pekerjaanya selesai.
Awas aja lo, Ze! batinnya geram.
Dah maap buat typo.
Gue mo makan siang, laper.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESI [END]
FanfictionSeorang Model sekaligus Artis yang terobsesi pada seorang Fotografer. Dengan ide gila agar bisa memiliki Fotografer itu, sang Artis menyekapnya entah sampai kapan. Start : 6 Oktober 2024 End : 29 Januari 2025
![OBSESI [END]](https://img.wattpad.com/cover/342577183-64-k164767.jpg)