Happy reading!
"Good morning. Time to wake up, baby."
Anak gembul dengan tinggi 108 cm itu segera membuka kelopak matanya sambil tersenyum manis. Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu akhirnya telah tiba. Ya, hari ini Bam akan masuk TK untuk pertama kalinya.
Beberapa purnama telah berlalu setelah insiden kecelakaan yang menimpa keluarga kecil Xavian. Kini, Bam sudah berusia 6 tahun dan akan masuk TK yang sama dengan teman kecilnya, Max.
Xavian hampir menangis karna terharu memikirkan si kecil akan memulai lembaran baru. Hah, anak mbulnya akan bersekolah.
"Good molning, diddy."
"Are you excited for your first day of preschool?" tanya Xavian pada si kecil.
"Yes! So so so excited! Bam ndak sabal mau school."
Xavian mencium pipi gembul sang anak sambil memeluk erat tubuh kecil itu. Anaknya yang masih wangi bayi bakal masuk sekolah. Aduh!
"Nanti jangan nakal ya? Ingat gurunya bilang apa. Tapi kalau ada yang mau jahatin Bam, pukul aja kepalanya. Nanti diddy belain Bam, okay?"
"Ciap diddy! Abang udah ajalin Bam cala pukul olang yang nakal cama Bam. Abang bilang nanti bilang cama abang, bial abang aja yang bakal cekolahnya."
Xavian menelan air liurnya, Leonardo ternyata lebih extreme dibanding dirinya. "Tapi kalau orangnya baik, Bam juga harus baik ya? Biar Bam banyak temannya."
"Olait diddy!"
"Sekarang kita siap-siap dulu. Nanti diddy anterin Bam ke school, okay?"
"Okay!"
***
"Wow!" Bam melihat pantulan dirinya di kaca dengan senyuman manis khasnya. Si kecil sudah siap memakai baju t-shirt TK berwarna biru muda, dipadukan dengan celana pendek selutut. Jangan lupakan nametag si kecil yang menempel di bajunya.
"Sini sama diddy dulu," Xavian mengambil beberapa foto si kecil untuk didokumentasikan dan untuk dipost di group keluarga besarnya. Daddy dan mommy Xavian sudah berpesan beberapa kali untuk menghantar foto si kecil dengan seragam TKnya.
"Mau hantal foto Bam cama opa cama oma?" tanya si kecil.
"Iya, oma sama opa mau lihat Bam pakai seragam TK," jelas Xavian. Ia mengambil parfum milik si kecil yang ada di atas meja rias dan menyemprotkannya ke seragam si kecil. "Harum."
"Bam cuka wanginya. Cepelti dedek bayi."
"Iya. Bam kan memang bayinya diddy." Mendengar itu Bam hanya tersenyum malu lalu memeluk erat tubuh Xavian.
"Diddy juga akan celalu jadi diddy kecayangan Bam. Makacih diddy. Bam love you sooooo much."
"Diddy love you too, baby."
Usai dengan momen manis itu, Xavian segera menggendong Bam dan membawa si kecil ke ruang makan untuk segera sarapan.
"Molning abang. Molning kakak," ucap si kecil sambil tersenyum manis. Mood si kecil lagi baik baiknya ya.
"Morning," sapa Jonathan dan Leonardo berbarengan. Mereka berdua sudah mulai acara makan karna mereka harus segera berangkat untuk memulai aktivitas masing masing.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAM [END]
AcakB R O T H E R S H I P A R E A (BUKAN BL) Seputar kisah si imut Bam yang bertemu dengan Xavian, si duda dengan dua 'buntut' gergasi. "Bam, panggil saya daddy ya? Mulai hari ini saya akan jadi keluarga Bam. Bam okay?" "Bam okay!" "Coba panggil daddy...
![BAM [END]](https://img.wattpad.com/cover/374329945-64-k648413.jpg)