Happy Reading!
Sekitar satu bulan telah berlalu dan hari ini merupakan hari special buat keluarga Xavian. Kenapa? Karna hari ini hari ulang tahun Bam yang ke-empat tahun. Horey!
Bam tentunya nggak tau hari ini hari ulang tahunnya. Yang si kecil tahu hari ini mereka sekeluarga akan makan bersama di rumah mewah Xavian. Ruang tamu dan ruang makan telah disulap dengan dekorasi dekorasi imut bertemakan hewan laut.
Si kecil Bam akan mengenakan kostum hiu dan yang lainnya harus memakai pakaian berwarna biru muda. Tamu yang diundang juga bisa dihitung dengan jari, yang pasti ada Xavian, Jonathan, Leonardo, Efren, Peter, beberapa sahabat Leonardo, Yvone, maid dan supir Xavian.
Xavian dengan sengaja nggak ngundang keluarganya karna mau ulang tahun pertama Bam bersamanya lebih istimewa. Xavian sudah menyiapkan segalanya dari jauh hari. Ia mau ulang tahun Bam kali ini dirayakan dengan jayanya. Ia bahkan menyiapkan beberapa hadiah untuk anak bungsu kesayangannya.
"Diddy, balonnya banyak cekali!" Bam bergerak aktif dalam pelukan diddynya. Xavian membawanya berkeliling melihat suasana lantai satu yang hampir siap disulap oleh orang yang dibayar Xavian. "Banyak hewan juga."
"Bam suka?"
"Hmm! Cuka cekali." Si kecil mengangguk dengan antusias.
"Nanti sore baru bisa main di sini. Sekarang kita makan dulu, setelah itu kita main di kamar Bam dulu. Okay?"
"Okay!"
***
"Which one is better? This or this one?"
"The pink one I guess?" jawap Jonathan.
"Pink? Isn't this supposed to be for girls?"
"Jadi ngapain lo tanya g*blok. Udah, lo ke sana aja. Gue mau pilih kado juga," kata Jonathan dan mendorong tubuh Leonardo untuk menjauhinya. Iya, mereka bersama-sama keluar mencari hadiah ulang tahun untuk si gembul.
Sebenarnya mereka berdua juga baru tau hari ini ulang tahunnya si kecil. Itu juga karna lihat team dekorasi datang ke rumah pagi tadi. Xavian juga nggak membicarakan hal ini sama mereka dari jauh hari. Alhasil kedua-dua mereka panik sendiri mencari kado.
Jonathan melihat jejeran mainan yang ada di depan matanya. Ia tidak pasti mana satu yang harus dibelinya, karna ia tau koleksi mainan si kecil tidak sedikit dan harganya bikin sakit kepala. "Beliin apa ya?"
Ia berjalan mengelilingi toko tersebut sambil melihat mainan yang menarik perhatiannya. Sampailah ia melihat satu set permainan masak-masak, lengkap dengan furniture mini dan segala printilan memasak.
"Iya mas? Ini produk baru kami, kami menyediakan dua set yang boleh mas pilih. Yang satunya memang dikhususkan untuk bermain. Yang satunya lagi bisa digunakan buat masak beneran oleh si kecil. Mau lihat dulu mas?"
"Saya mau lihat yang set kedua." pelayan toko itu pun langsung membawa Jonathan melihat-lihat set mainan itu. Menurut si kakak pelayan toko, harga untuk set kedua jauh lebih tinggi karna fungsinya lebih berbagai dan bisa di customized sesuai keinginan pembeli. Cumanya beberapa printilan yang lain dijual terpisah.
"Berapa lama bisa selesai?"
"Hari ini juga bisa karna ini memang ready stock. Mas bisa bilang keinginan mas untuk set ini dan kami akan siapin".
"Oh, kalau begitu... saya mau yang ini warna yang neutral saja dan sertakan saja semua printilannya. Untuk celemeknya tulis nama Bam saja."
"Baik mas. Nanti mas bisa selesaikan pembayaran di kasir, kami ada siapkan secepatnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
BAM [END]
De TodoB R O T H E R S H I P A R E A (BUKAN BL) Seputar kisah si imut Bam yang bertemu dengan Xavian, si duda dengan dua 'buntut' gergasi. "Bam, panggil saya daddy ya? Mulai hari ini saya akan jadi keluarga Bam. Bam okay?" "Bam okay!" "Coba panggil daddy...
![BAM [END]](https://img.wattpad.com/cover/374329945-64-k648413.jpg)