Happy reading!
"Yeah! Akhirnya selesai untuk hari ini. Nanti jangan lupa siapin pr yang kakak bagi ya? Besok kakak mau lihat." Bam mengangguk dengan antusias. Seperti hari sebelumnya, kelas pagi Bam akan selesai sekitar 30 menit. Waktunya Bam bersiap karna hari ini opa akan membawa Bam ke cafe sekalian piknik. Horey!
"Bam happy loh hali ini."
"Happy kenapa sayang?"
Bam berjalan mendekat lalu meminta Yvone menundukkan badannya. "Bam mau piknik hali ini cama opanya Bam. Mau mancing fish juga. Opa bilang nanti mau beli banyak mam cupaya ndak lapal lapal."
"Wah, seru dong. Cuman Bam sama opa?" tanya Yvone.
"Iya. Bam ndak mau abang jelek ikut. Nanti Bam nangic lagi. Bam ndak cuka nangic. No. No. No."
"Nggak boleh gitu. Kan Abang Leo abangnya Bam juga. Mau nanti Bam nggak punya abang?" Yvone cuba menakut-nakuti si kecil.
"Ndak apa apa. Bam macih punya kakak. Diddy juga ada." Dendam banget si bocil sama Leonardo.
"Terserah Bam saja kalau begitu. Yang penting Bam jangan nakal nakal. Dengerin opa bilang apa."
"Hmm..Bam memang anak baik."
"Yaudah, kakak pulang dulu ya. Bam juga mau mandi."
"Okay. Bye bye kakak! Bam mau ciap- ciap."
Devano memerhati tingkah lucu Bam dari kejauhan. Ia sendiri sudah rapih dengan pakaian santainya. Aktivitas yang bakal ia dan Bam lakukan hari ini adalah cafe hunting serta membeli beberapa manisan dan makanan untuk piknik mereka.
"Opa! Bam cudah habic belajal!" Si kecil berlari menghampiri Devano.
"Bam belajar apa?"
"Belajal catu, dua, tiga, campai sepuluh. Teluc Bam kila apel juga," ujar Bam bersemangat.
"Good boy. Now go to your room, Bam perlu siap-siap. Mau piknik nggak?"
"Oh ya! Cabal opa. Bam ciap ciap dulu. Jangan tinggal Bam ya."
***
Singkat cerita, Bam dan Devano kini berada di tempat piknik di pinggiran kota. Bam tentunya senang karna bisa piknik. Efren, sang asisten Xavian turut bersama mereka untuk membantu.
Efren menyiapkan semua yang diperlukan Devano dan Bam, mulai dari meja dan kursi piknik, makanan, perlengkapan memancing dan lainnya. Devano dan si kecil Bam mengambil kesempatan untuk berkeliling sekitar kawasan danau.
Tanpa si kecil tahu, kawasan danau itu merupakan salah satu properti keluarga Montgomery. Untung ya jadi orang kaya, properti di sana sini.
"Wah, kolamnya becal. Ikannya pacti banyak!" ucap si kecil.
"Bukan kolam tapi danau."
"Danau? Danau kalau Inggelic apa opa?"
"Lake. Coba bilang lake."
"Lake!"
"Good job!" begitulah interaksi santai dari dua manusia itu. Si kecil bertanya pertanyaan yang ingin ia ketahui dan si kakek yang sabar menjawab semua pertanyaan si kecil. Sementara itu Efren sibuk menyiapkan makanan untuk dihidangkan kepada kedua majikannya. Babu korporat yang baik~~
"Dulu Bam juga pelnah ke cungai cama Buna Yana, Abang Tommy cama yang lain. Teluc Bam belenang tapi Buna jaga Bam. Abang Tommy jago belenang. Abang Tommy wushh wushh belenang milip ikan. Hmm...Opa bica belenang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BAM [END]
De TodoB R O T H E R S H I P A R E A (BUKAN BL) Seputar kisah si imut Bam yang bertemu dengan Xavian, si duda dengan dua 'buntut' gergasi. "Bam, panggil saya daddy ya? Mulai hari ini saya akan jadi keluarga Bam. Bam okay?" "Bam okay!" "Coba panggil daddy...
![BAM [END]](https://img.wattpad.com/cover/374329945-64-k648413.jpg)