Happy reading!
Bam itu candu. Mungkin saja dalam diam si kecil punya pelaris. Siapa saja yang sudah mengenal dan berteman dengan si kecil pasti mau ketemu lagi. Kalau Bam mau dipeluk itu mah bonus.
Seperti saat ini Ivan dan Leah berusaha mohon mohon sama Xavian agar bisa bobo bareng Bam. Dua tuyul itu berjanji nggak akan gangguin Bam yang lagi bobo namun Xavian berkeras menolak permintaan keponakannya itu.
Mana mau dia mengorbankan momen kebersamaannya bersama Bam. Setelah berkali-kali ditolak akhirnya dua tuyul itu menyerah dan kembali ke kamar masing-masing. Namun Xavian salah. Bukan anak kecil saja, sang daddy dan mommy juga datang ke kamarnya untuk mengambil si kecil darinya.
"Come on Xav. Kali ini aja. Kamu juga bisa istirahat kalau Bam tidur bareng mommy dan daddy," bujuk Cristine namun Xavian masih menolak keras.
"Biarkan kami bersama cucu kami malam ini saja," tambah Devano. Ia juga ingin tidur sambil memeluk tubuh gembul Bam.
"Why should my baby? Kalian punya lebih dari 5 orang cucu anak kecil. Jika aku nggak mau ya...minta Ivan atau Leah saja tidur sama kalian."
"Kau tahu sendiri mereka pasti nggak akan mau."
"Begitu juga aku. Sudahlah. Lebih baik kalian istirahat saja. Aku juga sama. Good night." Usai menutup pintu kamar, Xavian melangkah perlahan menuju ke arah kasur.
Bam sudah terlena setengah jam yang lalu sambil memeluk boneka bebeknya. "Good night baby. Semoga mimpimu menyenangkan sayang. Sampai ketemu besok pagi. Diddy menyayangimu."
***
"Hmmm?" Tangan mungil itu mengusap kelopak matanya yang terasa gatal. "Diddy."
Bam menoleh ke samping dan melihat wajah tenang Xavian yang masih tertidur lena. "Diddy~"
Si kecil bangun dan duduk sambil memerhati diddynya dalam diam. Suasana kamar terlihat begitu asing namun nyaman. Potret keluarga dan potret wajah Xavian tertata rapih di dinding kamar menarik perhatian si kecil.
Bam perlahan lahan turun dari kasur dan menghampiri meja rias yang ada di samping kasur. Di atas meja itu terdapat potret beberapa wajah yang Bam kenali, itu Xavian, Jonathan kecil dan Leonardo kecil. Ada juga wanita yang tidak pernah Bam lihat sebelumnya. "Hm? Ini ciapa?"
"Itu mimmy."
"Eh, diddy?" Bam kaget karna tiba-tiba suara diddy terdengar di sampingnya.
"Ini istrinya diddy. Berarti dia juga mimmymu," ulang Xavian.
"Mimmy? mimmy Bam mana diddy?"
"Mimmy Bam ada di syurga."
"Culga? Itu di mana diddy?" soal si kecil karna penasaran.
"Syurga itu tempat yang indah. Tapi jauh sekali dari sini."
"Naik pecawat bica?"
"Bam mau naik pesawat ke syurga?"
"Hmm...biar bica ketemu mimmy."
"Diddy doain Bam masuk syurga seperti mimmy...tapi jangan sekarang ya? Bam temani diddy di sini dulu. Okay?"
"Teluc...kapan mimmy ke cini diddy?"
"Diddy juga nggak tau sayang." Xavian melihat potret mendiang istrinya yang ada di pelukan Bam. Mendiang istrinya, Lisa dan ia berteman sejak mereka masih kecil dan apabila beranjak remaja, Xavian dan Lisa memutuskan untuk menikah walaupun nggak ada kata cinta diantara mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAM [END]
De TodoB R O T H E R S H I P A R E A (BUKAN BL) Seputar kisah si imut Bam yang bertemu dengan Xavian, si duda dengan dua 'buntut' gergasi. "Bam, panggil saya daddy ya? Mulai hari ini saya akan jadi keluarga Bam. Bam okay?" "Bam okay!" "Coba panggil daddy...
![BAM [END]](https://img.wattpad.com/cover/374329945-64-k648413.jpg)