Happy reading!
"Lo pada apain si gendut?" Semua mata tertuju pada Leonardo yang baru menyertai mereka.
"We didn't do anything bad. He was crying and looking for you all."
"Abang...gendong Bam," pinta si kecil sambil merentangkan tangannya. Ia berharap Leonardo datang dan langsung memeluk dengan erat namun malangnya Leonardo malah duduk di atas sofa yang jauh darinya. "Abang~"
"Kenalan dulu sama yang lain."
"Ya ya...ayok kenalan!"
Si kecil menggelengkan kepalanya. "Mau peluk abang."
"Daddy nggak ada. Lebih baik kenalan sama mereka dulu," ucap Leonardo. "Kalau nggak mau kenalan, nggak boleh peluk."
"Kenalan dong. Kita ini saudara loh."
Mendengar ucapan abang dan 'saudara' barunya, si kecil pun bersetuju untuk berkenalan.
"Ha..Halo cemua. Nama Bam, Bam Montgomely. Bam cudah becal ya, cudah empat taun. Bam...Bam anak diddy."
Suara si kecil terlalu perlahan dan hampir nggak kedengaran. Ia menundukkan kepala kebawah sambil bermain dengan jari mungilnya.
"Halo baby. Aku Ivy, panggil aja kakak Ivy. Aku anak Papa Brandon dan Mama Lala. Ini adek kakak, namanya Ivan. Kakak juga punya kakak besar loh...namanya Isaac. Nanti Bam bisa lihat sendiri kalau kakak Isaac ke sini," ucap gadis berusia 12 tahun itu. Papa Ivy merupakan anak sulung kepada pasangan Devano dan Cristine, yang bermaksud Brandon merupakan kakak kandung kepada Xavian.
"He got confused. Hahaha. He's so cute." Ivan, si bungsu Brandon tertawa melihat wajah kebingungan si kecil. "Hello Bam. Nice to meet you. I'm Ivan."
"Halo~" Bam tersenyum malu.
"It's my turn! It's my turn! Hello cutie Bam, nama I Hanna. Panggil I Kak Hanna juga bisa. Kalau mau panggil kak aja juga bisa sih. Nama daddy I Zayd. I anak ketiga dan yang paling tua namanya Kak Pierre, lanjut Abang Aiden dan yang bungsu namanya Leah. Leah seumuran Bam loh."
Si kecil tentunya nggak sepenuhnya mengerti dan ingat apa yang dibicarakan 'saudara' barunya itu. Yang si kecil tahu sekarang ia punya banyak saudara baru. Wih!
"Haloo!" sapa gadis mungil dengan pakaian serba merah jambu. "I'm Leah."
Bam melirik ke arah Leonardo namun abangnya itu masih nggak berniat 'mengambilnya'. Gadis kecil di depannya kini menghulurkan tangan untuk bersalam namun si kecil masih ragu untuk menyambutnya.
"Kenalan dulu dong. Leahnya lagi mau temanan sama Bam."
"Ha...halo Leah. Calam kenal. Nice to meet you."
"Ih gemas deh," ucapan Leah mengundang tawa mereka yang ada di sana. Bayi kok gemes sama bayi.
Usaha mereka untuk menarik minat si kecil mulai terlihat hasilnya. Bam yang tadinya malu malu dan pendiam kini mula bermain bersama Leah, Ivan dan Hanna.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAM [END]
CasualeB R O T H E R S H I P A R E A (BUKAN BL) Seputar kisah si imut Bam yang bertemu dengan Xavian, si duda dengan dua 'buntut' gergasi. "Bam, panggil saya daddy ya? Mulai hari ini saya akan jadi keluarga Bam. Bam okay?" "Bam okay!" "Coba panggil daddy...
![BAM [END]](https://img.wattpad.com/cover/374329945-64-k648413.jpg)