Bugh!!
Tubuh Wonjin tersungkur begitu pukulan telak mengenai wajah nya, lelaki itu terlihat sedikit meringis dan baru saja akan berteriak sebelum merasakan kerah bajunya kembali di tarik dan kembali wajahnya di pukul dengan telak.
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" Teriak Wonjin setelah dirinya berhasil menghindari pukulan yang kembali akan di layangkan oleh laki-laki di hadapannya
Taeyoung si pelaku pemukulan menatap nyalang kearah Wonjin, nafasnya memburu dengan cepat menunjukan seberapa laki-laki itu tengah berada di puncak emosi nya saat ini.
Saat ini suasana di dalam kamar Wonjin terasa mencekam dan menegangkan, tadi begitu Taeyoung dan Hyeongjun menangis bersama di dalam mobil, secara tiba-tiba Taeyoung melajukan mobil nya dengan kencang kerumah Wonjin. yang dia pikirkan saat ini hanyalah menghajar laki-laki itu hingga babak belur jika perlu mati saja.
"KAU MASIH BERTANYA?!" baru saja tangan Taeyoung akan kembali melayangkan pukulan pada wajah Wonjin namun tangannya sudah lebih dulu di tahan oleh seseorang membuat laki-laki itu menoleh kearah sampingnya.
Hyeongjun memegang erat tangan Soulmate nya, mata bulat itu terlihat menatap Taeyoung dengan tatapan tekejut miliknya. Hyeongjun menggelengkan kepalanya tanda bahwa menyuruh laki-laki itu berhenti.
"Berhenti Taeyoung-ah kau tidak bisa asal menuduh seperti ini" ucap Hyeongjun
"Menuduh? Kau bilang menuduh? Lalu menurutmu siapa lagi yang bisa melakukan ini? Siapa lagi yang mampu melakukan ini selain dia dan Serim Hyung" teriak Taeyoung
Sungguh, ini pertama kali nya taeyoung berteriak kearah Hyeongjun karena kepalanya sudah begitu berkecamuk memikirkan masalah yang tiba-tiba saat ini. Di tambah diri nya kembali memikirkan nasib hubungannya dan Seongmin.
Hyeongjun terlihat menghela nafasnya "berhenti menuduh Wonjin dan Serim Hyung tanpa bukti" ucap Hyeongjun
Hyeongjun percaya pada Taeyoung, dia percaya dengan ucapan yang di katakan soulmatenya hanya saja Hyeongjun hanya ingin meminta bukti terlebih dahulu, dia cukup tau menuduh tanpa bukti Hanya akan berakhir dengan kata sia-sia saja. Taeyoung menuduh jika Serim dan Wonjin yang sengaja membuat rencana ini hingga membuat Taeyoung dan dirinya terjebak dalam permasalahan dengan Minhee dan Seongmin.
"Kau dengar? mana buktinya? kau menuduhku dan Serim Hyung pada suatu masalah yang kami saja tidak tau apa yang terjadi" ucap Wonjin setelah dirinya menseka darah di sudut bibir nya menggunakan tangannya.
Taeyoung terkekeh sinis "kau tidak tau apapun? aku tidak sebodoh itu, kau sengaja bukan melaporkan kelakuanku dan menambahkan cerita versi mu hingga kedua orang tuaku pulang hanya untuk menahanku dan menganggap jika Seongmin adalah orang yang buruk! Siapa lagi jika bukan kau?!"
"Buktikan kalau memang aku pelakunya! Kau tidak bisa asal menuduhku jika kau saja tidak punya bukti! Dan perihal Seongmin—" Wonjin menghela nafas nya, sorot mata nya menatap lembut kearah Hyeongjun dan juga Taeyoung "kalian yakin tidak ada apapun di antara Seongmin dan Minhee?"
"Hyung jangan asal bicara" Hyeongjun mencoba berbicara pada Wonjin sebelum Taeyoung kembali menghajarnya. karena demi apapun lengan Taeyoung sudah nyaris ingin kembali memukul Wonjin kalau saja dia tidak menahan tubuh Taeyoung.
"TUTUP MULUTMU! jangan pernah asal berbicara tentang mereka berdua" ucap Taeyoung
Wonjin menggeleng pelan "kalau begitu lihat saja, kalian sayang sekali pada mereka bukan? ingat ini baik-baik orang yang kalian sayangi akan menjadi penghancur hati kali nantinya"
"Terserah, aku tidak memiliki cukup waktu untuk meladenimu tapi yang harus kau ingat aku akan mencari buktinya dan mencabikmu setelah aku mendapatkan buktinya" ucap Taeyoung baru akan keluar kamar Wonjin sebelum suara Wonjin kembali terdengar
KAMU SEDANG MEMBACA
Vanilla
FanfictionJika ditanya, satu kata yang menggambarkan Kang Minhee menurut Hyeongjun adalah 'Brengsek' dan jika ditanya, satu gerakan untuk menggambarkan Kang Minhee menurut Hyeongjun adalah 'acungkan jari tengah' "Hyeongjun, ayo melakukan Sex denganku" -Kang M...
