His True Figure

233 25 62
                                        

Kriiinggggg!!!!

Suara bel pertama untuk masuk sudah terdengar, Taeyoung menghembuskan nafasnya dengan gusar saat dia tidak menemukan Seongmin. Dari semalam pacar manisnya bahkan tidak pulang kerumah membuat lelaki Kim itu merasa khawatir, takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

Matanya melihat kearah Soulmate nya yang terlihat baru saja datang, muka Hyeongjun terlihat sangat lesu tidak jauh sama sepertinya. Bahkan cara jalannya saja sangat lunglai membuat Taeyoung tertawa begitu saja.

"Oy ada apa denganmu? kau seperti anak kucing yang tengah mencari tulang ikan"

Hyeongjun memberengut, mengepalkan tangannya seolah ingin sekali memukul wajah teman brengseknya.

Demi apapun saat ini Hyeongjun tengah dalam mood yang tidak baik dan teman brengseknya itu malah memancing keributan.

"Sudah jangan seperti itu, kau terlihat menyedihkan" ejek Taeyoung

Mengaca tolong.

"Diam" Hyeongjun memberikan jari tengahnya pada Taeyoung hingga membuat lelaki itu tertawa setelahnya. Untung ada Soulmate nya, setidaknya dia bisa tertawa sebentar.

"Menunggu Seongmin?" Tanya Hyeongjun setelah dirinya berdiri di sebelah Taeyoung.

Saat ini keduanya memang sudah ada di lobby sekolah.

Taeyoung mengangguk "kau sendiri? Menunggu mantanmu— A! A! A! Ampun ampun" tanpa melanjutkan kalimatnya Taeyoung sudah berlari berputar begitu Hyeongjun memukulinya menggunakan tas

"Rasakan ini! Rasakan!" Ucap Hyeongjun sambil menendang pantat temannya kesal menghasilkan Taeyoung yang mengaduh mengusap pantatnya

"Aku kan berbicara kebenaran" geram Taeyoung memberengut

Hyeongjun sendiri sudah berdecak kesal dan terdiam begitu melihat Kang Minhee dan Seongmin berjalan beriringan. sepertinya keduanya berangkat bersama karena keduanya terlihat menuruni motor milik Kang Minhee.

Taeyoung sendiri sudah terdiam bingung ketika melihat keduanya datang bersamaan otaknya mulai berfikir jika keduanya mungkin semalam bersama.

tapi, kenapa Kang Minhee tidak memberitaunya?

atau mungkin Seongmin yang melarang?

Sesaat Minhee dan Seongmin terlihat terdiam sedikit kaget melihat Taeyoung dan Hyeongjun sudah berada tidak jauh dari mereka. tatapan Minhee dan Hyeongjun bertemu, begitu juga tatapan Taeyoung dan Seongmin.

Senyum tipis terukir di wajah Hyeongjun.

"Minhee—" Hyeongjun melambaikan tangannya namun hal itu kembali tidak di sambut baik oleh lelaki Kang yang kembali melanjutkan langkahnya.

Minhee berjalan melewatinya begitu saja tanpa mau menengok kearahnya sedikitpun membuat Hyeongjun tengah tersenyum getir.

Apa dia semenjijikan itu untuk Minhee?

Seongmin sendiri sudah berjalan tanpa mau memberi waktu untuk Taeyoung berbicara, mengabaikan Taeyoung yang terlihat khawatir padanya.

Keadaan kembali menjadi sunyi, baik Taeyoung dan Hyeongjun sama-sama terdiam guna menetralisir sesak yang mereka rasakan dalam diam.

Sementara Allen sudah menghela nafasnya pelan begitu melihat keempatnya dari lantai dua.

"Mereka sedang bertengkar ya?" Tanya Allen

"Biarkan saja" gumam Serim membuat Allen di sebelahnya mengerucutkan bibirnya lucu.

Kenapa Serim terlihat begitu dingin dan acuh?

VanillaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang