"Ham Wonjin, ini semua karena dia" ucap Minhee berjalan cepat kearah motornya. sebelah tangannya memegang ponselnya guna menghubungi Seongmin dan sebelah tangannya lagi dia gunakan untuk membawa helm hitam miliknya.
"Aku sudah bisa menebak dari awal, di brengsek itu yang melakukannya. Lalu Serim Hyung?"
"Minkyu mengatakan dia tidak tau mengenai peran Serim dia hanya bertemu Ham Wonjin, suruh Allen untuk membawa Hyeongjun dan Taeyoung ke Caffe yang biasa kita datangi. Aku akan menjelaskan semuanya"
"Eum"
Minhee mematikan panggilannya dengan Seongmin. Lelaki itu terlihat kembali menyakui ponselnya ke dalam jaket kulit hitam miliknya sebelum dia menaiki motor dan menjalankan motornya.
.
.
.
Seongminie Ahn
Hyung, Caffe Gangnam pukul 8.
03:00 pm
Allen kembali manyakui ponselnya dan tersenyum tipis setelah melihat Serim yang melihatnya dengan kerutan samar di keningnya. Lelaki itu terlihat menuruni tangga dengan perlahan.
"Aku ingin menjenguk Hyeongjun" ucap Allen
Serim mengangguk kecil kemudian memberi gestur untuk mengikutinya.
"Bagaimana keadaan Hyeongjun?" Tanya Allen
"Sudah membaik. Wonjin membantu Hyeongjun makan dan meminum obatnya" ucap Serim mulai menaiki anak tangga di ikuti Allen di belakangnya.
Allen diam.
Matanya tidak lepas menatap punggung tegap di depannya. Sejujurnya dia merasa ragu saat ini, dia merasa bimbang. Perasaannya campur aduk, mendengar cerita dari sisi Minhee dan Seongmin membuat Allen merasa kecewa pada sosok di depannya. Ingin rasanya dia tidak mempercayai ucapan mereka tapi semua kejadian ini seolah mengatakan jika Serim tidak jauh berbeda dari Wonjin.
"Boleh aku mengajak Hyeongjun keluar?" Tanya Allen
Serim mengerutkan keningnya. Langkahnya terhenti kemudian menoleh kebelakang guna melihat Allen yang juga tengah menatapnya.
"Tidak" ucap Serim. Kali ini dia sudah berhadapan dengan Allen
Allen diam. Matanya melihat kearah lain ketika mata Serim menatap kearahnya. Kekecewaan yang dia telan bulat-bulat tanpa sadar membuat kedua matanya berkaca saat ini.
"Sayang, ada apa?" Serim bertanya lembut. Tangannya memegang pipi kekasihnya dengan lembut.
Dari reaksi Allen saat ini menunjukan jika pemuda manisnya terlihat tidak baik-baik saja.
Allen menggeleng kemudian melangkah mundur untuk menghindari Serim dan kembali melanjutkan langkahnya untuk menuju ke kamar Hyeongjun. meninggalkan Serim yang menatapnya dengan bingung.
Ada yang aneh dari Allen.
Allen melangkahkan kakinya menuju kamar Hyeongjun, tangannya menggapai knop pintu di depannya lalu membukanya dengan perlahan. Hal yang pertama kali Allen lihat saat membuka pintu adalah Hyeongjun yang tengah membereskan foto polaroid yang tertempel di dinding kanannya dengan Wonjin yang ikut membantu, di hadapan Wonjin terdapat box ukuran sedang berwarna coklat.
Keduanya menoleh begitu mendengar suara pintu terbuka. Hyeongjun terdiam begitu melihat Allen, sedangkan Wonjin sudah kembali menaruh foto polaroid bergambar Hyeongjun dan Seongmin.
Baik Allen dan Hyeongjun sama-sama saling menatap dalam diam sebelum Hyeongjun kembali melengkungkan bibirnya kebawah dan air mata yang kembali menetes keluar dari kedua matanya. Allen sendiri sudah berjalan kearah Hyeongjun lalu memeluk temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vanilla
FanfictionJika ditanya, satu kata yang menggambarkan Kang Minhee menurut Hyeongjun adalah 'Brengsek' dan jika ditanya, satu gerakan untuk menggambarkan Kang Minhee menurut Hyeongjun adalah 'acungkan jari tengah' "Hyeongjun, ayo melakukan Sex denganku" -Kang M...
