Matahari sudah terlihat menyingsing pagi ini. baik Minhee dan Seongmin sama-sama terdiam, keduanya masih merasa bingung dalam keterkejutannya ketika mereka bangun dan keadaan keduanya sudah kacau.
Minhee bahkan belum memakai pakaiannya dan hanya menggenakan celananya saja sedangkan Seongmin pemuda itu sudah menggunakan bajunya lengkap, Pemuda manis itu terlihat tengah terduduk memeluk kakinya dengan isakan kecil yang keluar dari mulutnya.
Apa yang sudah keduanya lakukan?
Keduanya mencoba mengingat namun kembali lagi, tak ada satupun ingatan yang mereka ingat. yang mereka ingat hanyalan mereka bertemu dan—
Takut.
Kalut.
Merasa bersalah.
Tiga hal yang membebani mereka saat ini, mereka sudah mengkhianati kepercayaan pasangan sekaligus teman mereka satu sama lain. dalam hati Minhee mengumpat betapa bodohnya dia karena semalam—
"Aku tidak melakukan apapun hiks" Seongmin berbicara di tengah isakannya
Minhee menghela nafasnya.
"Minhee demi Tuhan— aku— bagaimana jika mereka tau—"
"Tidak akan" potong Minhee cepat
Matanya sudah memerah. menahan gejolak marah pada dirinya sendiri.
Tangis Seongmin kembali pecah.
"Lupakan Seongmin. Tidak ada yang terjadi di antara kita— kau aku dan semalam— kita tidak pernah bertemu semalam. semalam hanya kesalahan" lanjut Minhee
Seongmin mengangguk di sela tangisnya. dia menyetujui semua yang Minhee ungkapkan.
Ini semua kesalahan.
Benar, mereka harus melupakan dan menutup rapat semuanya.
"Bagaimana— hiks Minhee aku hiks aku takut"
Minhee berjalan kearah Seongmin, menangkup wajah pemuda manis itu "aku juga takut Seongmin, percaya padaku kita— lupakan semuanya dengan begitu—" Minhee terdiam tidak sanggup melanjutkan. Kalimat yang akan dia keluarkan seolah akan memperjelas pengkhianatan mereka pada Taeyoung dan Hyeongjun.
"— ah sial!" Minhee berdiri menggeram kesal. Lelaki Kang itu mengusak surainya frustasi
Seongmin menghembuskan nafasnya saat penjaga Mansion mengatakan jika Hyeongjun tidak bisa di temui. Pemuda manis itu secara perlahan kembali memasuki mobilnya dengan langkah lunglai.
"Ahjussi— antar aku ke rumah Taeyoung" ucap Seongmin akhirnya.
Setidaknya jika dia tidak bisa bertemu Hyeongjun dia harus berusaha untuk bertemu dengan Taeyoung meskipun dia takut ke rumah lelaki itu.
Padangannya menoleh kearah luar kaca mobil, sesekali dia akan menghapus air mata yang keluar dari kedua matanya.
Kesalahannya dengan Minhee adalah mereka menghindar tanpa memberitau apa yang mereka alami, seharusnya mereka langsung memberitau sebelum Hyeongjun ataupun Taeyoung mengetahui dari orang lain dan menciptakan kesalah pahaman yang ada.
Tapi kembali lagi, mereka takut.
Mereka takut jika Taeyoung dan Hyeongjun akan membenci mereka namun nyatanya mereka salah.
Keduanya sama-sama tidak sadar, sikap mereka yang menghindar dan mereka yang tidak menceritakan kejujuran akan memberikan kesempatan bagi si pelempar bom untuk menghancurkan semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vanilla
FanfictionJika ditanya, satu kata yang menggambarkan Kang Minhee menurut Hyeongjun adalah 'Brengsek' dan jika ditanya, satu gerakan untuk menggambarkan Kang Minhee menurut Hyeongjun adalah 'acungkan jari tengah' "Hyeongjun, ayo melakukan Sex denganku" -Kang M...
