***
Waktu menunjukkan pukul dua siang ketika Gea dan Kevin memasuki salah satu cafe yang berada di sebelah utara kota Seoul tepatnya di seberang istana Gyeongbokgung. Mooma Cafe namanya. Sebuah coffee shop yang Gea pilih setelah tiga jam berkeliling istana terbesar yang di bangun oleh dinasti Joseon. Menikmati suasana musim gugur dimana daun pohon ginkgo mulai menguning dengan suhu yang semakin dingin dari hari ke hari.
"Kamu mau pesan apa?"
"Apa aja deh mas, terserah kamu."
"Caramel macchiato, mau?"
Kepala Gea mengangguk sembari berkata, "Hot ya."
"Okay."
Sepeninggal Kevin, Gea lantas mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Mengamati suasana cafe yang memiliki konsep minimalis dengan sentuhan fresh flower yang tak urung membuat tempat ini nampak nyaman dan tenang. Puas mengamati, tungkainya melangkah ke arah sudut di dekat jendela.
"Thank you," ujarnya saat Kevin meletakkan nampan pesanan mereka di atas meja. Dua cangkir berisi hot Caramel macchiato dan satu piring berisi dua croissant dengan varian berbeda.
Keduanya lantas sama – sama terdiam. Sama - sama menikmati hiruk pikuk yang tersaji lewat balik jendela. Di mana orang – orang hilir mudik baik menuju pintu istana ataupun keluar dari istana sembari mengenakan hanbok, pakaian tradisional dari Korea. Pakaian yang juga mereka kenakan beberapa jam yang lalu.
"Habis ini mau kemana?"
Gea nampak berpikir sejenak.
"Aku nggak ada ide sih sejujurnya, semua tempat yang ku pengen udah ku datangi."
"Shopping?"
Kepalanya menggeleng, tidak setuju. "Aku kemarin udah shopping sama Natasha."
"Itu kan kemarin, sekarang tidak mau?"
"Emangnya kamu mau nemenin kalau aku mau shopping?" Gea bertanya skeptis.
"Tentu saja, kan saya yang menawarkan."
Kening Gea mengerut. "Aku kalau shopping lama loh mas, bisa keluar masuk store sampai bosen."
Kevin mengangguk, yakin. "Selama kamu senang, tidak masalah."
Gea menggelengkan kepala, sekali lagi tangannya meraih cangkir minumannya sebelum menyesap isinya perlahan.
"Aneh deh kamu, mas. Cowok tuh biasanya paling nggak suka di ajak shopping. Buang – buang waktu katanya. Biasanya mereka cuma kasih kartu aja."
Kevin menghela napas panjang. "Saya bukan mereka, Gea," ujarnya dengan nada cukup tegas. "Tidak ada hal yang menurut saya buang – buang waktu jika itu membuat pasangan saya senang."
Gea mengalihkan pandangannya ke luar jendela mana kala merasakan tensi di antara mereka berubah walaupun hanya sebentar.
"Makasih atas tawarannya tapi kapan – kapan aja deh, mas. Aku lagi nggak mood shopping. Nggak ada barang yang ku pengen juga," kata Gea, menjeda kalimatnya sejenak kemudian meneruskan, "Kemarin aku juga nggak belanja apa - apa. Cuma nemenin Natasha aja."
"Kamu yakin?"
Gea mengangguk, sebagai jawaban.
Kevin mengangguk, mengerti. "Sebentar," ucapnya sementara tangan kanannya merogoh saku mantel tat kala merasakan ponselnya bergetar.
"Besok kamu ada acara tidak?" tanya Kevin, mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya. "Malam lebih tepatnya."
Gea berpikir sejenak. "Aku besok cuma mau ke Ikseondong aja sih, nyari inspirasi sambil cafe hopping," jawab Gea, memasukkan sepotong almond croissant ke dalam mulutnya. "Kenapa memangnya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
DANDELION | MOVE ON SERIES ( NEW VERSION )
ChickLitCantik, Pintar, Kaya. Siapa yang tidak iri? Di mata banyak orang hidupnya nyaris sempurna. Banyak perempuan yang diam - diam mengidamkan kehidupan seperti yang dia jalani. Work life balance, katanya. Tapi tentu saja tidak ada kisah sempurna di dun...
