81.

112 3 0
                                        

Marhaban Ya Ramadhan.. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yg menjalankan. 🙏🙏


"Gimana Rick lo udah dapet kabar tentang keberadaan dia?". Tanya Devian saat melihat Erick masuk ke ruangannya.

"Belum, kayaknya ada orang yg menolongnya makanya dia bisa lolos dari anak buah kita dan juga tim intel". Jawab Erick.

Devian dan Erick saat ini tengah membicarakan tentang Miranda yg kabur dari kejaran tim intel. Devian sebelumnya telah di beritahu oleh Arunika kalo Miranda di bebaskan oleh Rio dan kawan - kawannya dan setelah itu anak buahnya melapor tentang kondisi lapas yg di tempati Miranda beserta para polisi disana, anak buah Devian jugalah yg telah membantu para polisi itu keluar dari ruangan yg sengaja di kunci oleh Rio Dkk, dan setelahnya Devian menyuruh anak buahnya untuk menuju ke TKP membantu tim intel mencari keberadaan Miranda. Sedangkan orang kepercayaan Arunika memilih mencari di jalan tikusan yg menghubungkan dengan TKP, bisa saja Miranda berjalan kearah sana untuk bersembunyi karena di jalan itu ada beberapa rumah penduduk yg tidak jauh dari TKP jika menggunakan jalan tikusan.

"Selidiki di sekitar tempat kejadian, gue rasa Miranda berada tidak jauh dari sana mengingat kondisi terakhirnya masih belum sembuh total". Ucap Devian yg yakin jika Miranda tidak akan bisa bersembunyi terlalu jauh dari tempatnya tadi malam meskipun dia di tolong oleh seseorang.

"Baik, gue akan minta anak buah lo untuk meretas cctv yg berada di pertigaan jalan itu, siapa tau bisa menjadi petunjuk keberadaan Miranda". Kata Erick yg baru ingat jika di pertigaan jalan itu ada cctv'nya.

"Oh ya lo ada apa kemari?". Tanya Devian saat melihat kearah tangan Erick yg membawa map.

"Gue mau minta tanda tangan lo sekaligus mau ngingetin jika nanti lo ada janji makan siang bersama PT. Citra abadi". Jawab Erick sambil menyerahkan map pada Devian untuk di tanda tangani.

"Ck, bisa di batalkan gak acara makan siangnya, gue males jika acara makan siang itu di manfaatkan oleh mereka untuk menjodohkan salah satu putri dari pak Abdi dengan gue". Ucap Devian sambil berdecak kesal. Dia tidak suka jika urusan bisnis di campur adukkan dengan urusan pribadi, apalagi dengan niat ingin menjodohkan putri - putri rekan bisnisnya dengannya.

"Gak bisa karena ini sudah di setujui oleh om David, lagian om David juga akan ikut serta sama lo nanti, karena direktur PT. Citra abadi itu merupakan sahabatnya sewaktu kuliah". Jelas Erick.

Raut wajah Devian semakin kesal saat mendengar penjelasan Erick, "Kenapa papah gak kasih tau gue sih, tau gitu gue gak ijinin Arun libur". Gumam Devian dengan wajah tertekuk kesal.

"Coba lo hubungi om David dulu". Kata Erick lalu bangkit dari duduknya, "Kalo gitu Gue balik ke ruangan". Imbuhnya.

Devian mengikuti saran Erick, dia bergegas menelpon papahnya yg ternyata saat ini sedang berada di rumah.

"Hallo pah, papah dimana?, Dev mau bicara". Ucap Devian setelah panggilannya di angkat oleh tuan David.

"Papah di rumah, ada apa Dev?". Tanya tuan David yg penasaran.

"Kenapa papah mengiyakan ajakan makan siang bersama PT. Citra abadi sih Pah padahal Papah tau kalo saat ini Arun sedang libur". Jawab Devian dengan wajah muramnya.

"Memang kenapa kalo Arun libur Dev?, kan kamu bisa berangkat bareng Papah, lagian ini sekaligus pertemuan Papah dengan sahabat semasa kuliah Papah". Kata tuan David yg sengaja membuat Devian bertambah jengkel.

"Pokoknya Devian gak mau ya Pah kalo pertemuan ini ujung - ujungnya menjadi acara perjodohan, lebih baik kita batalkan saja kerja samanya jika mereka mencampur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan". Protes Devian. Bukannya Devian Ge-eR atau bagaimana tentang acara makan siang ini yg akan menjadi ajang perjodohan, dia hanya mengantisipasi untuk tidak mengarah kesana apalagi yg menjadi rekannya adalah sahabat Papahnya semasa kuliah yg juga memiliki dua orang putri. Devian tidak mau jika urusan pekerjaan yg sudah tersusun rapi menjadi berantakan hanya karena masalah pribadi.

"Hahaha.. Kamu PD banget sih Dev kalo pak Abdi akan menjodohkanmu dengan salah satu putrinya, bagaimana kalo pak Abdi mengundang kita hanya untuk mempererat tali silaturahmi saja". Gelak tawa menggelegar terdengar di seberang sana membuat wajah Devian menjadi muram sekaligus menahan malu karena telah kepedean. Benar yg di katakan Papahnya, bagaimana kalo pak Abdi yg saat ini menjabat sebagai direktur PT. Citra abadi itu mengundangnya hanya untuk bersilaturahmi dengan sang Papah.

"Biasanya juga begitu kan Pah, lagian Devian hanya mengantisipasi sebelum terjadi karena sampai kapanpun Devian tidak akan mau di jodohkan dengan siapapun kecuali Arunika titik". Ucap Devian penuh penekanan di akhir kalimatnya. Dia sangat bersungguh - sungguh dengan apa yg baru saja di ucapkannya, dia tidak mau bersanding dengan wanita manapun kecuali Arunika, apalagi kekasihnya itu sudah mau memberinya kesempatan kedua dan dia tidak akan menyia - nyiakan itu.

"Baiklah - baiklah Papah akan mengabulkan keinginanmu, Papah janji acara ini pure hanya untuk bersilaturahmi saja, yasudah Papah mau bersiap - siap nanti kita ketemu di restoran saja". Kata tuan David sebelum mematikan panggilannya sambil menggelengkan kepalanya.

Di ruangannya Devian menghela nafas lega, setidaknya dia bisa memegang ucapan Papahnya dan itu membuat hatinya tenang, Devian tidak akan merasa bersalah dengan Arunika jika dia bertemu dengan wanita lain di belakang kekasihnya itu.

Tanpa Devian sadari ternyata pembicaraannya sedari tadi di dengar oleh Oma Renata dan gadid cantik yg duduk di samping sang Oma, tuan David sengaja me loudspeaker panggilannya agar oma Renata dan wanita cantik itu mendengar apa saja yg dia bicarakan bersama putranya, Devian.

Gadis cantik itu tersipu malu mendengar ketegasan Devian yg secara gamblang menolak semua wanita yg ingin dekat dengannya meskipun itu merupakan anak dari sahabat Papahnya sendiri. Devian juga tidak malu mengakui perasaannya padanya di depan sang Papah.

Gadis cantik itu kini menjadi semakin yakin dengan keputusannya yg telah memberikan Devian kesempatan kedua, semoga kedepannya cinta mereka bisa di persatukan dalam ikatan suci pernikahan.

"Gimana sayang, kamu sudah percayakan pada cucu Oma yg cinta mati sama kamu". Kata Oma Renata sambil menatap gadis cantik di sampingnya dengan lembut. Di elusnya surai hitam milik gadis itu.

"Iya Oma, tapi Devian masih harus membuktikan pada ayah terutama pada kembaranku kalo dia benar - benar mencintaiku". Kata gadis cantik itu yg tak lain adalah Arunika. Ya, Arunika telah menceritakan semuanya pada Oma Renata maupun tuan David alasan dia pergi dari Devian 6 tahun yg lalu, awalnya Arunika menolak untuk cerita karena dia merasa itu adalah hak Devian untuk menceritakan pada keluarganya, namun setelah di desak oleh Oma Renata dan tuan David akhirnya Arunika pasrah dan menceritakan semuanya. Awalnya Oma Renata dan tuan David marah pada putranya yg telah mengabaikan Arunika dan menjadikannya bahan taruhan meski alasannya ingin menolong Arunika namun setelah Arunika berkata jika dia sudah memaafkan Devian, akhirnya Oma Renata maupun tuan David memutuskan untuk meredam amarahnya dan sebagai gantinya dia mengerjai Devian hari ini dengan di kenalkan oleh anak dari sahabat semasa kuliahnya itu, dan ternyata putranya itu sungguh di luar dugaan, Devian seperti cenayang yg bisa mengetahui rencana yg telah dia susun sehingga menolak terlebih dahulu sebelum terjadi. Dan akhirnya tuan David memilih untuk mengubah rencananya dengan menjadikan Arunika sebagai asisten pribadinya yg akan mengurus semua keperluan acara perayaan ulang tahun perusahaan tiga minggu lagi, tuan David juga telah menyiapkan gadis cantik pengganti Arunika yg menjadi sekretaris Devian untuk sementara waktu, gadis cantik itu yg tidak lain merupakan putri dari pak Abdi rekan kerja sekaligus sahabat semasa kuliahnya.

Tuan David bersiap - siap untuk pergi ke restoran tempat janjiannya dengan pak Abdi, tuan David meminta Arunika untuk ikut serta, dia ingin memberikan kejutan pada putranya yg saat ini tengah kesal padanya.

"Ayo Arun kita berangkat sekarang". Ajak tuan David pada Arunika yg di balas anggukan dan senyum tipis.

Tuan David berjalan keluar menuju mobil yg terparkir di halaman depan dengan Arunika yg mengikuti di belakangnya. Sang sopir dengan cepat membukakan pintu untuk majikannya dan Arunika lalu setelahnya mobil melaju membelah jalanan menuju restoran yg berada di tengah - tengah kota jakarta.

Tiga puluh menit perjalanan akhirnya tuan David dan Arunika tiba di depan restoran yg kebetulan saat itu Devian juga baru saja keluar dari mobilnya.

Devian yg melihat mobil papahnya datang pun bergegas menghampirinya. Devian tercengang melihat sosok gadis cantik nan anggun keluar dari mobil papahnya, dia mengucekkan matanya untuk memastikan penglihatannya, lalu dengan langkah lebarnya Devian menghampiri gadis itu.

"Arun, kamu disini?". Tanya Devian dengan senyum lebar yg menghiasi bibirnya.

My CEO is My Ex (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang