99.

144 2 0
                                        

Happy Father Day

Arunika menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan lelaki tampan di depannya ini, lalu menoleh kearah Devian.

"Aku bicara dengan Dennis dulu ya, kamu tunggu disini sebentar." ucap Arunika pada Devian yg membuat Devian semakin kesal saja pasalnya kehadiran Dennis merusak acara berduaannya dengan Arunika.

Ya, lelaki tampan yg memanggil Arunika di taman itu adalah Dennis, CEO sekaligus sahabat Arunika semasa kuliah di New York.

"Hmm." gumam Devian. Walaupun sebenarnya dia tidak rela melihat kekasihnya berbicara berdua dengan lelaki lain namun Devian tidak mau melarang atau mengekangnya karena itu bisa membuat Arunika tidak nyaman dengannya, Devian juga tidak mau membatasi pertemanan Arunika jika itu masih dalam batas wajar dan bisa menghargai posisinya sebagai kekasih Arunika.

Arunika berbicara dengan Dennis memang tidak jauh dari bangku tempat Devian duduk, jadi Devian bisa memantau apa yg mereka lakukan meski tidak bisa mendengar langsung apa yg mereka bicarakan.

Lima belas menit kemudian Arunika kembali menemui Devian tanpa Dennis di sampingnya.

"Sudah." Devian menatap Arunika sambil menoleh ke belakang kekasihnya mencari sosok Dennis.

"Sudah, dia hanya ngasih undangan buat aku supaya datang ke acara perusahaannya lusa, katanya disana dia mau mengutarakan perasaannya pada wanita yg selama ini diam - diam di sukainya." ujar Arunika sambil memperlihatkan undangan dari Dennis.

Mendengar perkataan Arunika membuat hati Devian menjadi ketar - ketir, Devian takut jika wanita yg di maksud Dennis adalah kekasih hatinya dan tentu Devian tidak mau apabila sampai itu terjadi, sebisa mungkin dia akan mengikat Arunika terlebih dahulu sebelum acara itu tiba.

"Kamu kenapa Dev, kok diam aja?." tanya Arunika yg tidak mendapat respon dari Devian.

Devian yg sadar dari lamunannya pun langsung tersenyum tipis, "Tidak apa - apa, lusa berangkat bareng aku ya, karena aku juga dapat undangannya."

"Oke, sekarang kita lanjutkan jalan sehatnya sambil mencari penjual bubur, aku lihat tadi sepertinya disana ada yg jualan bubur." ucap Arunika sambil menunjuk kearah depan dan di angguki oleh Devian.

Selesai sarapan bubur mereka berdua memutuskan untuk pulang ke mansion Mahawira untuk bersih - bersih dan istirahat sebentar, sebelum pergi ke tempat yg sudah Devian rencanakan jauh - jauh hari.

Setelah istirahat sebentar, Devian mengajak Arunika jalan - jalan ke mall mencari gaun untuk dress code di acara ulang tahun perusahaan Dennis, Devian ingin menghabiskan weekend ini dengan menonton film favorit Arunika yg kebetulan siang ini tayang di bioskop.





                                 ***







Sore harinya Devian mengajak Arunika pergi ke pantai untuk melihat sunset, Arunika memang sangat suka dengan suasana pantai yg tenang dan menyejukkan.

"Gimana sayang apa kamu suka?." tanya Devian saat melihat wajah berbinar kekasihnya saat menatap indahnya sunset yg membentang menghiasi cakrawala.

"Iya aku suka, makasih sudah membawaku kemari." Arunika menoleh kearah Devian sambil menampilkan senyum termanisnya.

"Mau lihat yg lebih indah lagi?, ayo ikut aku." ucap Devian sambil mengulurkan tangannya untuk di genggam Arunika.

Tanpa banyak bicara, Arunika melangkah sambil bergandengan mengikuti langkah kaki Devian yg entah akan membawanya kemana.

"Sebentar, aku tutup mata kamu dulu ya." kata Devian menghentikan langkah kakinya dan mengambil kain di sakunya lalu di ikatkan untuk menutupi mata Arunika, dengan hati - hati Devian menuntun Arunika memasuki resort yg sudah di sewanya.

My CEO is My Ex (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang