92.

117 2 0
                                        

"Selamat bro semoga MW Group tambah jaya". Ucap Riko sambil berjabat tangan dengan Devian dan mencium tangan Oma Renata serta tuan David.

Arunika yg melihat ada Riko disana pun menjadi terkejut, pasalnya Arunika tidak tau kalau Riko sudah kembali ke indonesia.

"Riko.. kapan balik?". Tanya Arunika penasaran.

"Dua hari yg lalu, gimana kabar lo Run?". Tanya Riko dengan tersenyum tipis, dia berniat menggoda sahabatnya yg cemburuan itu.

Belum sempat Arunika menjawab pertanyaan Riko, dari arah pintu masuk terdengar samar - samar suara perempuan yg memanggil nama Arunika sambil berjalan mendekat kearah mereka. Atensi Arunika, Devian dan Riko pun teralihkan pada kedua perempuan itu, Arunika tersenyum manis saat tau jika yg memanggilnya adalah si kembar Rania dan Tania.

Berbeda dengan Arunika, Riko yg berdiri di samping Devian menjadi terkejut saat melihat gadis cantik pujaan hatinya berada disini dan ternyata kenal baik dengan Arunika.

"Ta-tania..". Lirih Riko masih bisa di dengar oleh Tania yg tadi berjalan sambil menunduk memasukkan ponselnya ke dalam tas.

Deg

Langkah Tania terhenti seketika saat mendengar suara yg tidak asing di telinganya, dengan perlahan Tania mendongak menatap lelaki di depannya, tubuhnya mematung di tempat saat melihat wajah tampan Riko yg sedang tersenyum kearahnya. Tania mengerjap - ngerjapkan matanya barangkali dia hanya berhalusinasi saja karena melihat Riko ada disini, Tania menggelengkan kepalanya mencoba menampik apa yg di lihat oleh netranya, padahal sudah hampir setengah tahun ini Tania berusaha untuk tidak memikirkan Riko dan menghindar dari pria itu, karena Tania tidak mau jika nanti akan membuat perasaannya semakin rindu pada sosok Riko.

"Ini beneran aku Tania". Ucap Riko mendekat kearah Tania dan mengulurkan tangan kanannya mengusap lembut pipi mulus Tania.

"Ke-na-pa ka-mu di-si-ni?". Tanya Tania terbata. Tania masih terkejut dengan adanya Riko di pesta yg dia datangi sekarang, jika tau Riko ada disini tentunya dia akan menolak mentah - mentah perintah papahnya.

"Karena aku sahabat Devian tentu aku berada disini", ucap Riko sambil mengulas senyum tipis, "Lagian mau kamu menghindari aku setengah tahun sekalipun kalo semesta ingin mempertemukan kita kamu tidak bisa menentangnya Nia". Tutur Riko lembut dengan pandangan penuh cinta menatap wajah cantik Tania.

Arunika yg melihat adegan didepannya menutup mulutnya menggunakan tangan, ternyata benar dugaannya selama ini jika Tania dan Riko adalah sepasang kekasih yg harus berpisah karena beda keyakinan.

"Ka-kalian..?". Arunika menatap Tania dan Riko bergantian. Sedangkan Rania yg melihat saudara kembarnya kembali bersedihpun langsung menarik tangan Tania dan membawanya pergi dari sana.

"Kita pergi". Ucap Rania tegas. Rania menarik tangan Tania untuk menjauh agar tangan Riko bisa lepas dari pipi mulus kembarannya, tidak lupa Rania juga menatap pria itu dengan tajam, "Sorry Run, Pak Devian maaf saya harus pergi sekarang, selamat untuk perusahaan bapak lain kali saya akan ke tempat bapak untuk mengucapkannya dengan benar, permisi". Pamit Rania. Rania berjalan dengan langkah lebarnya mengajak saudara kembarnya pulang sebelum Riko sadar dan mengejar mereka.

Riko yg tersadar jika Tania sudah tidak berada didepannya pun menoleh ke kanan kiri lalu berlari menuju parkiran mencari keberadaan Tania yg mungkin saja masih ada di sekitar hotel. Riko meraup wajahnya dengan kasar saat tak menemukan keberadaan Tania dimanapun. Dia sudah berlari kesana kemari mencari Tania dan juga Rania namun harapannya harus pupus saat mendengar penuturan dari salah satu petugas keamanan yg berjaga di depan mengatakan jika kedua wanita kembar itu sudah pergi meninggalkan hotel dua menit yg lalu.

My CEO is My Ex (Tamat)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang